Headlines News :
Home » , » Perempuan Dalam Perspektif Islam dan Barat

Perempuan Dalam Perspektif Islam dan Barat

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Sabtu, 25 Agustus 2012 | 08.10


Di Barat , struktur keluarga Muslim sering dipandang sebagai suatu penindasan dan keterbelakangan, sebuah hambatan bagi modernitas,ajaran yang melegalkan pendiskriminasian gender, sangat maskulin, patriarki dan tidak aspiratif terhadap aspirasi feminisme.

Sebaliknya kalangan Muslim pun prihatin akan banyaknya kegagalan pernikahan-pernikahan di barat dan khawatir masyarakat Islam sendiri menuju pada jalan yang sama. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa dalam ajaran agama Kristen khususnya Katolik perceraian adalah merupakan larangan berat dan tidak ditolerir. Namun karena negara-negara di barat menganut paham liberal religius dan sekuler maka ajaran-ajaran gerejapun hanya menjadi hiasan. Itu terjadi setelah adanya revolusi Perancis pada masa Renaissance yang secara tegas memisahkan intervensi agama terhadap negara maupun sebaliknya akhirnya ekses dari peraturan ini menimbulkan terlau bebasnya penginterpretasian kitab kitab agama secara brutal dan tak terkendali yang secara paksa mengakselerasikannya dengan hukum umum (hukum positip) yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran agama yang sebenarnya.
Ajaran-ajaran gereja tidak lagi menjadi acuan hukum seiring dengan pemberlakuan hukum positip yang kontra produktif dengan ajaran agama. Contoh; legalisasi Aborsi, Euthanasia, Drug (soft drug), Cloning manusia, homosek, Nuddies Community dll yang masih banyak lagi aksi-aksi yang sebenarnya berlindung pada prinsip Freedom from want yang menjadi symbol negara - negara modern.

WANITA DALAM ISLAM
Dalam Islam posisi dan porsi wanita sangatlah jelas baik dalam Al-Qur`an maupun hadist yang merupakan acuan baku bagi umat islam. Banyak hadist- hadist secara jelas (eksplisit) menjelaskan bahwa wanita bertengger pada posisi yang sangat mulia dan terhormat. Seperti pada hadist nabi yang sangat populer menyatakan bahwa sorga itu berada di bawah telapak kaki ibu, itu adalah ungkapan betapa mulianya seorang ibu itu di mata Allah.

Bahkan dalam hadis lain dikatakan, ketika seorang pemuda bertanya kepada nabi " wahai rosul siapakah yang berhak pertamakali saya hormati " rosul menjawab "ibumu" lalu siapa lagi "ibumu" sampai pada jawaban yang ketiga "ibumu" dan yang terakhir kalinya "ayahmu". Siapapun akan terharu biru tak terkecuali seorang ayah walaupun di situ disebutkannya terakhir kali namun penghargaan yang mendalam terhadap perempuan adalah juga merupakan kebahagian kita semua. Sebuah pelajaran bagi kita kejadian yang terjadi ketika pada masa nabi.

Seorang sahabat yang bernama Jurait taat solatnya, sufi,selalu mengurung diri dalam masjid. Namun ketika saat sakratul maut datang Jurait tak mampu megucapkan dan melafalkan syahadatain seperti yang ia biasa lakukan. Namun setelah di cari kuncinya mengapa itu bisa terjadi terhadap sahabat nabi yang taat solatnya serta sufi akhirnya terbongkarlah bahwa Jurait tidak menghormati ibunya namun saat ibunya dirayu untuk memaafkan Jurait detik itu juga Jurait menghembuskan nafasnya dengan kalimat syahadatain dan mati dengan khusnul khatimah. Tidak disangsikan lagi bahwa keberadaan ibu adalah merupakan figure yang sangat sentral dalam keluraga yang penuh degan kehangatan dan kelembutan. Tidak ada yang perlu dikotomikan antara peran ayah dan ibu keduanya saling melengkapi karena keduanya mempunyai kekurangan maupun kelebihan dan alangkah indahnya jika keduanya disinergikan untuk mendorong keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.

ISLAM DAN POLIGAMI
Ada semacam salah kaprah (misleading) akan kehidupan keluarga Islam yang sulit diterima barat. Yaitu permasalahan yang sebenarnya sederhana namun didramatisir sehingga permasalahan tersebut dianggap sangat krusial dan menjadi ancaman serius atas feminisme. Mereka beranggapan bahwa Islam sebagai alat legitimasi pria atas wanita untuk memiliki isteri lebih dari satu.

Tentu ini adalah prejudice terhadap Islam yang tidak pada tempatnya. Fakta bahwa pria dalam keadaan tertentu boleh memiliki lebih dari satu isteri jangan diartikan secara harfiah namun harus dilihat background, situasi dan kondisi pada saat ayat tersebut turun. Dan harus dikaji secara konprehensip tidak parsial. Adalah jelas bahwa yang ideial adalah satu isteri dan Al-Qur`an menekankan dan menganjurkannya.Sehingga pada ayat berikutnya di katakan "Jika kamu pikir kamu tidak akan mampu berbuat adil maka (kawinilah) satu saja.

Ini mengisyaratkan bahwa dalam benar-benar gawatlah Tuhan memberikan keringanan untuk itu namun dalam hal-hal yang biasa Allah justru memberikan solusi untuk menikahi seorang saja. Sesungguhnya Al-Qur`an sendiripun secara implisit mengatakan bahwa poligami tidak mungkin dilakukan setelah mengacu pada ayat yang berikut ini "Kamu tidak akan pernah bisa berbuat adil diantara isterimu , walaupun kamu berusaha keras melakukannya " (QS AL-NISA ( 4 ) : 129.

Bagaimanapun juga islam tidak apologetis atau defensif terhadap polaigami. Namun Islam juga melarang. Tetapi dalam situasi-situasi perang atau kelaparan atau dalam suatu perubahan besar ketika lebih baik bagi seorang wanita untuk menikah secara terhormat ketimbang menghidupi diri sendiri sebagi seorang miskin atu bahkan terpaksa menjual dirinya untuk itu. Dalam hal poligami tidak ada kekerasan, pemaksaan dan trik-trik murahan semua hak- hak wanita tetap terlindungi hak menolak dan hak mengajukan cerai tidak ada yang superior ataupun inferior.

Bagaimanapun poligami adalah tindakan akhir jauh lebih terhormat dan bertanggung jawab daripada sembunyi dan hipokrit atau melakukan tindakan "Jajan" di luar justru akan lebih menimbulkan aspek sosial dan menstimulus adanya praktek prostitusi legal dan ilegal.

WANITA DI DUNIA BARAT MODERN
Di barat perlakuan laki-laki terhadap perempuan jarang mendapatkan kritikan dari pihak pengkritis masalah barat (occidentalis) tidak seperti apa yang terjadi di bagian timur. Pengkritis masalah ketimuran (orientalis)akan cepat bereaksi, namun tidak berarti bahwa perempuan dibarat sudah mendapatkan hak penuh bahkan bisa sebaliknya, diperlakukan secara sadis dan tidak manusiawi.Karena kebetulan hampir semua media, baik elktronik,cetak dan Cyber dikuasai oleh barat sendiri. Sehingga untuk membuat isu-isu murahan tentang perempauan timur amatlah gampang.

Pembunuhan karakter (character assasination) dan penggiringan opini publik merupakan hal yang biasa dilakukan oleh orientalis yang berorientasi terhadap penghancuran sebuah agama dan keyakinan untuk menimbulkan phobia terhadap penganutnya dan orang lain. Perkawinan edial menurut agama, di barat tidak lagi menjadi panutan sesuai dengan anjuran gereja-gereja bahkan cenderung dianggap kolot sehingga nilai nilai agama terabaikan.

Fenomena semacam ini sudah berlangsung sejak revolusi Perancis yang tidak lagi memberikan otoritas penuh terhadap greja dan negara dibawah naungan hukum positip yang liberal. Sehingga prilaku kaum perempuan pun berjalan sesuai dengan kemauan masing - masing sejauh tidak melanggar empat point kebebasan yaitu: Freedom of speech, Freedom of religion, Freedom from fear dan Freedom from want. Freedom from want adalah merupakan point penting untuk kebebasan berkeinginan termasuk mendobrak nilai agama yang dianggap mereka Rigid termasuk kebebasan mengekploitasi seks secara bebas seperti pembuatan film pornografi dengan ijin resmi pemerintah,pembuatan majalah- majalah porno seperti Penthouse dan Playboy dll .

Di sebuah koran harian juga ditulis bahwa di jaman yang global ini layanan -layanan gambar- gambar porno yang saat ini hanya lewat media cetak,televisi dan internet tak lama lagi perusahaan - perusahaan layanan seluler di Inggris menurut media Guardian akan melayani gambar- gambar syur ala pabrik pornografi,Playboy melalui layanan SMS (Short Message Service) baik live mupun berupa gambar biasa.

Banyak perusahaan layanan seluler yang yang ingin mengeruk berkarung-karung dari layanan maksiat ini. Soalnya, komoditi yang menyrempet sek dimana-mana biasanya tak pernah kering. Tengok saja layanan telpon premium call, TV kabel hingga web - web porno selalu saja dibanjiri pelanggan. Memang, hidup di negara yang menganut paham kebebasan seperti di barat merupakan tantangan bagi penganut -agama yang taat. Kebebasan yang tidak lagi atau bahkan jauh dari nilai - nilai religius dan cenderung untuk mendewakan kehidupan duniawi (Hedonis).

Kebebasan adalah terminologi yang sangat trend bagi perempuan barat modern dan untuk menyingkirkan sekat-sekat yang selama ini menghalangi kebebasannya. Pada saat ini banyak perempuan barat modern menggap agama sebagai album kenagan yang hanya sewaktu-waktu di lihat dan dikenang.

POLIGAMI DI BARAT
Kata poligami menurut Oxford Advanced Learner`s Dictionary yaitu: custom of having more than one wife at the same time. Yang artinya : kebiasaan mempunyai lebih dari satu isteri pada waku yang sama. Kalau melihat wanita dalam kontek ini wanita- wanita islam seakan - akan menjadi objek ketidak adilan (gender-biased) atau mensubordinasikan wanita. Apalagi masih banyak ayat-ayat Al-Qur`an dan Hadits yang mendukung tentang hal itu maka akan semakin lengkaplah tuduhan barat terhadap islam yang yang mensubordinaskan perempuan.

Penginterpretasian secara Rigid semacam ini justru akan menjauhkan dari jawaban yang sebenarnya dan justru akan meruncingkan dan memperluas masalah. Ataukah memang upaya- upaya semacam ini yang diinginkan orientalis barat. Apalagi dengan adanya sebuah ungkapan dari seorang pujangga sastra terkenal Bernard Shaw yang hidup di abad XVIII yang mengatakan bahwa " tidak akan ada agama yang bisa mencapai dan menggetarkan daratan Eropa di abad XXI ini kecuali Islam " ungkapan ini adalah merupakan suatu hal ganjil dan kontroversial karena dilontaran oleh seorang dari non Islam.

Tidak mustahil ungkapan ini akan memancing kontroversi antara pemeluk mereka sendiri. Sehingga timbullah usaha -usaha untuk untuk membuat orang phobia terhadap islam dengan melontarkan isu - isu murahan baik di media masa, cetak ,tulis cyber dan media pendukung lainnya. Ada banyak alibi-alibi kuat yang mensupport mengapa barat selalu mengintervensi dunia islam sampai kepada aspek-aspek kecil semacam ini dan sengaja dibesar-besarkan pertama adanya usaha untuk mencengkramkan hegemoni kapiltalismenya dan penggeseran nilai agama yang hakiki. Karena barat menganggap nilai - nilai hakiki agama sebagai penghambat moderenisasi dan tidak sejalan dengan kapitalisme dan imperialisme modern.

Semua ini tidak terlepas dari kepentingan multidimensional terhadap pencengkraman pengaruh di dunia ini. Kata poligami sengaja dihembuskan dan sengaj ditampakkan dalam wujud monster yang garang sehingga bagi siapapun yang melihatnya akan ketakutan yang sangat dan menjadi trauma yang mendalam.Jika usaha -usaha semacam ini tetap dilakukan maka barat tidak akan pernah mengenal Islam yang sebenarnya sesuai dengan pepatah "tak kenal maka tak sayang" Pngkajian nilai -nilai Islam secara komprehensif akan lebih mengenal Islam secara kaffah dan akan mendapatkan jawaban yang sebenarnaya. The Clash of civilization (konflik peradaban) tidak akan pernah terjadi jika seandainya barat yang agresif dan timur yang introvet sama-sama mencari kesamaan dan mengeliminir perbedaannya. Insya Allah dunia ini akan damai dan tenteram.

Sumber : Tarbiyah
Bagikan Artikel Ini :

1 komentar:

Posting Komentar

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AL-IKHWAN17 - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger