Headlines News :
Home » , » Abu Bakar Ash-Shiddiq

Abu Bakar Ash-Shiddiq

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Senin, 10 September 2012 | 21.33

 - Nama & Nasabnya

Nama lengkap sebenarnya adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib bin Fihr al-Quraisy a-Taimi. Bertemu nasabnya dengan nabi SAW pada kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai.
Ibunya adalah Ummu al-Khair Salma binti Shakr bin Amr bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Itu berarti ayah-ibu Abu Bakar berasal dari Bani Taim.
Nabi Muhammad SAW memberinya gelar Ash-Shiddiq, yang artinya “yang berkata benar” setelah Abu Bakar membenarkan peristiwa Isra’ Miraj yang diceritakan oleh Nabi Muhammad kepada para pengikutnya. Oleh karena itu beliau dikenal sebagai Abu Bakar Ash-Shiddiq.

- Karakter fisik & akhlaknya

Abu Bakar merupakan ayah dari Aisyah r.a., istri nabi SAW. Aisyah r.a. menerangkan karakter bapaknya,”Beliau berkulit putih, kurus, kedua pelipis matanya tipis, pinggangnya kecil (sehingga kainnya selalu turun dari pinggangnya), wajahnya selalu berkeringat, matanya hitam, berkening lebar, tidak bisa ber-saja’ dan selalu mewarnai jenggotnya dengan memakai hinai maupun katam.” (ath-Thabari, 3/524).
Adapun akhlaknya, beliau terkenal dengan kebaikan, keberanian, kokoh pendirian, selalu memiliki ide-ide yang cemerlang dalam keadaan genting, banyak toleransi, penyabar, memiliki azimah (keinginan keras), faqih (paham terhadap hukum islam), paling mengerti dengan garis keturunan Arab & berita-berita mereka, sangat bertawakal kepada Allah & yakin akan segala janji-Nya, bersifat wara’ dan jauh dari segala syubhat, zuhud terhadap dunia, selalu mengjarapkan apa-apa yang lebih baik di sisi Allah, serta beliau adalah sosok yang lembut dan ramah. Semoga Allah meridhainya.

-          KeIslamannya

Abu Bakar adalah salah termasuk orang yang pertama kali masuk Islam. Ada beberapa orang yang masuk pertama kali masuk Islam, atau dikenal engan sebutan As-Sabiqun al-Awwalun (Arab: السَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ), yang mana terdiri dari beberapa golongan, yaitu:
  • Abu Bakar à dari golongan lelaki merdeka.
  • Khadijah à dari golongan wanita.
  • Ali Bin Abi Thalib à dari golongan anak-anak
  • Zaid bin Haritsah à dari golongan budak.
Dari sejumlah orang tersebut, ternyata keislaman dari Abu Bakar paling banyak membawa manfaat besar terhadap islam & kaum muslimin karena kedudukannya yang tinggi dan semangat serta kesungguhannya dalam berdakwah. (al-bidayah wan Nihayah, 3/26). Selain itu, di awal keislamannya Abu Bakar menginfakkan apa yang dimilikinya di jalan Allah sebanyak 40.000 dirham.

- Beberapa contoh Keteladanan dan Keutamannya

Keutamaan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq sangatlah banyak. Penulis berusaha meringkas sesuai dengan yang telah disebutkan oleh Al-Hafizh Abdullah al-Bukhari dalam shahih-nya yang termuat dalam Kitab Fadha’il Sahabat  (4/189-197, cetakan Istambul 1979 M), yaitu:
  1. Abu Bakar adalah Sahabat Rasulullah SAW di Gua & Ketika Hijrah
  2. Abu Bakar adalah Sahabat yang paling banyak Ilmunya
  3. Abu Bakar adalah Sahabat yang paling utama
  4. Kedudukan Abu Bakar di Sisi Rasulullah
  5. Abu Bakar paling dulu masuk Islam & Selalu Mendampingi Rasulullah
  6. Orang yang paling dicintai Rasulullah
  7. Iman & Keyakinannya yang kuat
  8. Sosok yang memiliki Kemauan yang Tinggi
  9. Keberkahan Abu Bakar Ash-Shiddiq & keluarganya
  10. Berita gembira untuknya sebagai penghuni Surga
  11. Gigih dalam membela Rasulullah SAW
-  Jasa & Peranan Abu Bakar Sebelum menjadi Khalifah
  1. Sahabat & teman Rasulullah SAW sepanjang hidupnya.
    Abu Bakar selalu mengiringi Rasulullah SAW baik ketika di Makkah, Hijrah, dan juga ketika dalam peperangan, yaitu Perang Badar, Uhud, Khandaq, Fathul Makkah, Hunain, maupun perang Tabuk.
  2. Mengajak para tokoh untuk memeluk Islam
    Tak berapa lama setelah Abu Bakar memeluk Islam, masuklah sejumlah tokoh besar yang mengikuti jejaknya, seperti Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash, Utsman bin Affan, Az-Zubair bin Awwam, dan Thalhah bin Ubaidullah. (Ibnu Hisyam, ­as-Sirah an-Nabawwiyah, 1/317).
  3. Memerdekakan budak yang disiksa karena masuk Islam.
    Beberapa budak tersebut diantaranya adalah Bilal, Amir bin Fuhairah, Ummu Ubais, Zinnirah, an-Nahdiyyah & kedua putrinya, serta budak wanita milik Bani Mu’ammal. (Ibnu Hisyam, ­as-Sirah an-Nabawwiyah, 1/393
Bagikan Artikel Ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AL-IKHWAN17 - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger