Headlines News :
Home » , » Khomeini: Aisyah, Zubair, Thalhah dan Muawiyah Lebih Najis dari Anjing dan Babi!

Khomeini: Aisyah, Zubair, Thalhah dan Muawiyah Lebih Najis dari Anjing dan Babi!

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Kamis, 06 September 2012 | 20.32

Para pembela Syiah baik dari kalangan Syiah sendiri maupun tokoh-tokoh yang mengaku Ahlussunnah, harusnya sadar bahwa Syiah dan Sunni sampai kapanpun tidak akan bisa bersatu, karena banyaknya hal prinsipil yang berbeda antara Syiah dan umat Islam kebanyakan.

Menghina Istri dan sahabat Nabi sudah menjadi point penting yang menjadi tidak mungkin terwujudnya persatuan tersebut. Kalaupun bersatu, maka persatuan tersebut adalah persatuan yang semu, persatuan yang dipaksakan.

Banyak pihak yang memuji hingga setinggi langit Khomeini pemimpin Syiah Iran yang telah mangkat. Tokoh sesat ini dianggap sebagai inspirator bangkitnya Islam kembali dengan slogan-slogan palsunya "Laa Syarqiyah Wa La Gharbiyah" (Tidak Timur dan Tidak barat, untuk menunjukkan bahwa revolusi Iran era akhir 70 an lalu adalah murni revolusi Islam tidak memandang timur ataupun barat).

Namun banyak orang yang tidak tahu betapa kotornya mulut tokoh yang dianggap "Ayatullah" ini, dalam Kitab karangannya yang berjudul "Al-Thaharah", juz 3 halaman 457, dengan terang-terangan tokoh sesat ini mengatakan: "Jika seorang pemimpin memberontak terhadap amirul mukminin (Ali) untuk melawan dia dalam kepemimpinan atau tujuan lain seperti Aisyah, Zubair, Thalhah dan Muawiyah....., atau jika dia menampakkan permusuhan terhadap Amirul Mukminin atau setiap Imam, walaupun mereka tidak terlalu (najis) dalam penampilan luar......namun ketahuilah mereka lebih najis dari Anjing dan Babi..."

Naudzubillahmindzalik, betapa kotornya pernyataan sang imam sesat tersebut terhadap orang-orang yang dimuliakan di dalam Islam. Dengan pernyataan Khomeini ini, masih bisakah umat Islam bersatu dengan Syiah?

Ketika Aisyah dituduh berzina oleh orang-orang munafik madinah, Allah langsung membelanya dari atas langit yang ke tujuh dengan menurunkan sepuluh ayat dalam surat An-Nur untuk membebaskan Aisyah radhiyallahu 'anha dari tuduhan keji tersebut. Namun berbanding terbalik dengan sikap tokoh sesat Syiah ini.

Tragedi di dunia Islam cukuplah sebagai pelajaran bahwa jika kaum sesat Syiah sudah mulai banyak, maka mereka akan melakukan makar terhadap umat Islam tak terkecuali di Indonesia. Dengan jumlah sedikit saja di Indonesia mereka sudah berani unjuk gigi, apalagi nanti jika sudah besar.

Menarik satu pernyataan dari salah satu dosen di Malaysia yang mengatakan bahwa untuk Syiah, umat Islam harus menerapkan konsep tasamuh yang berbasis "lakum dinukum waliyadin", insya Allah konflik Syiah dan umat Islam bisa diminimalisir. Wallahu a'lam (fq/berbagai sumber/lppimakasar) Eramuslim
Bagikan Artikel Ini :

2 komentar:

Ali Al Mujtaba mengatakan...

Ane syiah!
Ane tantang ente bermubahalah
“Ane Ali Al Mujtaba bermubahalah meminta kepada Alloh yang maha adil untuk mengadili yang benar dan yang salah dengan mengatakan “Syi’ah adalah ajaran Islam sejati seperti Islamnya Rosululloh saww dan Imam Ali as,
Orang yang mengatakan syi’ah Ali kafir, maka dia adalah syi’ah Muawiyah la’natulloh.

Jika pernyataan saya ini salah, maka saya akan dihukum Alloh dengan hukuman seberat-beratnya mulai detik ini juga ane akan sekarat sampai akhir hidup ane.”

Penentang syi’ah silakan membalasnya!

Muhammad Zaki mengatakan...

Bisakah anda membuktikan perkataan Anda, bahwa Syiah adalah Islam sejati

Posting Komentar

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AL-IKHWAN17 - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger