Headlines News :

Biasakan membaca Al-Qur’an di masjid setiap hari, walau beberapa ayat

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Sabtu, 27 Oktober 2012 | 04.04

Kesibukan seorang muslim dalam mencari nafkah seringkali memakan hampir setengah usianya. Tak jarang seorang muslim harus berangkat bekerja sejak jam enam pagi, dan baru tiba kembali di rumah pada jam lima sore. Kondisi fisik yang kelelahan seringkali membuat kwantitas dan kwalitas taqarrub kepada Allah ikut anjlok.
 
Di antara tandanya, banyak pekerja muslim yang tidak hadir di masjid untuk melaksanakan shalat Maghrib dan Isya' secara berjama'ah. Mereka melaksanakan shalat wajib di rumah. Mereka kemudian mengistirahatkan fisik yang telah lelah, dengan tidur atau menonton TV atau hiburan lainnya.
Untuk kesegaran ruhani dan pembinaan iman, mereka mengandalkan nasehat dalam khutbah Jum'at atau pengajian rutin seminggu sekali di tempat kerja atau masjid terdekat. Tidak heran apabila banyak di antara mereka kesulitan membaca mushaf Al-Qur'an beberapa halaman per hari. Bagaimana menyiasati problem spiritual seperti itu?

Sebenarnya problem itu mudah diselesaikan jika ia memiliki keinginan kuat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kwalitas imannya. Ia bisa membiasakan diri untuk bertahan di masjid sejenak, setelah shalat wajib, untuk membaca mushaf Al-Qur'an beberapa halaman. Misalnya setelah shalat Shubuh. Atau setelah shalat Magrib sambil menunggu adzan Isya', ia bahkan bisa membaca satu juz atau lebih, jika bacaannya lancer.

Pada awalnya, hal itu akan terasa berat. Seiring dengan perjalanan waktu, ia akan terasa ringan dan kemudian menjadi sebuah kebiasaan yang baik. Rasulullah SAW memotivasi umatnya untuk banyak membaca mushaf Al-Qur'an di masjid. Beliau SAW menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an di masjid memiliki nilai keutamaan yang tidak bisa diraih di selain masjid.

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِي الصُّفَّةِ، فَقَالَ: «أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ، أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ، فَيَأْتِيَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِي غَيْرِ إِثْمٍ، وَلَا قَطْعِ رَحِمٍ؟»، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ نُحِبُّ ذَلِكَ، قَالَ: «أَفَلَا يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمُ، أَوْ يَقْرَأُ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ، وَثَلَاثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلَاثٍ، وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ، وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الْإِبِلِ»
Dari Uqbah bin Amir RA berkata, "Saat kami sedang duduk-duduk di Shuffah (beranda masjid), Rasulullah SAW keluar menemui kami. Beliau bertanya, "Siapakah di antara kalian yang senang apabila ia setiap pagi berangkat ke daerah Buthan atau ke Aqiq, lalu ia kembali darinya dengan menuntun dua ekor unta besar yang berpunuk tinggi, tanpa ia melalukan dosa atau memutuskan kekerabata?"
Kami menjawab, "Wahai Rasulullah, kami semua senang akan hal itu." Beliau SAW bersabda, "Jika begitu, kenapa salah seorang di antara kalian tidak berangkat ke masjid lalu ia mempelajari atau membaca dua ayat di masjid niscaya dua ayat itu lebih baik dari dua ekor unta, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor unta, empat ayat lebih baik dari empat ekor unta, dan seterusnya?"

(HR. Muslim no. 803, Abu Daud no. 1456, Ahmad no. 17408, Ibnu Abi Syaibah no. 30074 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir no. 799)

Buthan adalah nama sebuah tempat di dekat kota Madinah. ‘Aqiq adalah nama sebuah lembah dekat kota Madinah. Menurut riwayat, kedua tempat itu merupakan pasar hewan masyarakat Arab di kota Madinah dan sekitarnya. Dengan motivasi dari Nabi Muhammad SAW ini, tidakkah kita tergerak untuk membiasakan diri membaca Al-Qur'an di masjid setiap hari?

Sumber : Arrahmah.com

USTADZ 'GADUNGAN' BERTARIF GEDONGAN^

lebih aneh lagi sang ustadz tidak akan ceramah jika jama'ah nya tidak membayar dari apa-apa yang telah ditetapkan oleh sang ustadz tersebut. hendaknya bertakwalah dijalan Allah bagi seseorang yang mempunyai sikap seperti ini

USTADZ 'GADUNGAN' BERTARIF GEDONGAN^

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan Al Bykazi

Segala puji bagi Allah, yang telah menurunkan kepada hamba-Nya kitab Al-Qur'an sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang muslim. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya Muhammad Shalallahu 'alaihi wasalam, yang diutus Allah sebagai rahmat bagi alam semesta.

Fenomena yang sangat mengiris hati, laksana melebihi irisan pisau nan tajam atau melebihi tebasan samurai yang panjang membentang, Fenomena tersebut adalah munculnya para Da'i yang seyogyanya tidaklah pantas dipanggil Da'i lantaran kemiskinan keilmuaanya patut dipertanyakan lantaran dirinya menjual ilmu dengan Rupiah-Rupiah yang hakikatnya bukanlah dakwah sebagai prioritas namun UANG ADALAH PRIORITAS, Untukmu Para USTADZ Gadungan bertarif Gedongan, Sadarlah dirimu berdakwah atau berkicau dengan kicauan tak secantik burung BEO..?

WAHAI USTADZ GADUNGAN... SAMPAI KAPAN KALIAN BERKICAU, MEMERAS HARTA UMAT..??

Untukmu Ustadz Gadungan...

Berdakwahlah dengan ila Allah yakni mengajak manusia untuk mentauhidkan Allah, merupakan suatu jalan orang-orang yang mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka begitu mulianya amanah ini, sehingga berdakwah ila Allah Adalah suatu amanah yang diemban oleh da'i dijalan Allah, sebagaimana Firman Allah 'azza wa jalla (yang artinya), “Katakanlah, Inilah jalanku; aku menyeru kepada Allah di atas landasan ilmu yang nyata, inilah jalanku dan orang-orang yang mengikutiku…” (Qs. Yusuf: 108)

Oleh karena itu sungguh aneh, jika ada oknum-oknum pengaku sebagai Da'i, dimana ia menjadikan dakwah sebagai profesi dengan memasang tarif per-Jam.. Allahu yahdik, saya pernah membaca di sebuah media dimana ada beberapa ustadz yang honornya sampai ratusan juta bahkan lebih.

lebih aneh lagi sang ustadz tidak akan ceramah jika jama'ah nya tidak membayar dari apa-apa yang telah ditetapkan oleh sang ustadz tersebut. hendaknya bertakwalah dijalan Allah bagi seseorang yang mempunyai sikap seperti ini.

WAHAI USTADZ GADUNGAN BERHARTA GEDONGAN... TUJUANMU ILA ALLAH ATAU ILA FULUS

Sebagaimana yang telah di jelaskan diatas, bahwa Dakwah adalah amanah yang mulia, tentu kemuliaan berbalas dengan agungnya pahala yang diraih, terlebih lagi jika seorang Da'i tidak mengambil upah, sebagaimana Allah -Subhanahu wa ta’ala- telah mengabarkan kepada kita tentang perkataan di antara mereka:

وَيَا قَوْمِ لا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مَالا إِنْ أَجْرِيَ إِلا عَلَى اللَّهِ

“Dan (Dia berkata): “Hai kaumku, Aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku, upahku hanyalah dari Allah” (QS. Huud: 29)

Firman Allah :

يَا قَوْمِ لا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِنْ أَجْرِيَ إِلا عَلَى الَّذِي فَطَرَنِي أَفَلا تَعْقِلُونَ

“Hai kaumku, Aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?” (QS. Huud: 51)

وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٠٩)
“Dan Aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.” (QS. Asy-Syu’ara`: 109)

Ayat-ayat diatas setidaknya dijadikan sebagai bahan renungan untuk para Da'i pengemban amanah mulia dalam berdakwah ila Allah, ku nasihatkan kepada mereka yang memasang tarif dalam berdakwah, sungguh hina dirinya kiranya kalian menjadikan amanah dakwah sebagai profesi, amanah yang sedianya ila Allah menjadi ila Fulus..

BAGAIMANA JIKA DA'I MENGHABISKAN WAKTUNYA UNTUK DAKWAH, SEHINGGA TIDAK ADA PENGHASILAN MELAINKAN UANG AMPLOP DARI CERAMAH-CERAMAH..?

jika seorang da’i tersebut benar-benar mencurahkan waktu dan tenaganya untuk dakwah, maka tidak mengapa dia mengambil upah darinya namun tanpa mematokan tarif harus sekian-dan sekian, tanpa memberatkan umat dengan mengharapkan amplop. Yang demikian ini berdasarkan riwayat al-Bukhari dan lainnya, bahwa ada sekelompok dari sahabat Rasulullah  yang turun ke sebuah perkampungan dari perkampungan badui. Kemudian kepala kampung tersebut terpatuk ular, maka salah seorang sahabat membacakan atasnya al-Quran yang mulia, dan Allahpun menyembuhkannya. Kemudian mereka mengambil upah atas hal tersebut. Kemudian mereka mengabarkan kejadian ini kepada Rasulullah r, maka beliau bersabda kepada mereka:

« إِنَّ أَحَقَّ مَا أَخَذْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا كِتَابُ اللَّهِ »

“Sesungguhnya pahala yang paling berhak kalian ambil atasnya adalah Kitabullah.” (HR. Bukhari: 5296)

Namun jika seorang da'i memiliki penghasilan bulanan maka menolak amplop dari jama'ah lebih baik dan besar pahalannya.

WAHAI USTADZ GADUNGAN... PROFESIMU LAKSANA SETENGAH ARTIS

Renungilah bahwa Ustadz sungguhan tidak terlepas dari Perpustakaan dan kitab-kitab bacaan, jika ustadz gadungan tidak terlepas dari bayaran dan televisi, oleh karena itu jika ustadz gadungan ingin menjadi Artis, maka jadilah artis sepenuhnya, Berikut adalah perbedaan antara Ustadz setengah Artis dengan Ustadz Sungguhan :

1. Artis butuh manager, tapi ustadz butuh perpustakaan.
2. Artis lewat manager minta bayaran tinggi dan pakai tarif, tapi ustadz lebih sering dibayar dengan ucapan “syukran”.
3. Artis tampil sesuai selera dan permintaan pasar, tapi ustadz menyampaikan risalah langit.
4. Artis tidak belajar ilmu agama, tapi ustadz wajib nyantri dan kuliah bertahun-tahun.
5. Artis haus popularitas, tapi ustadz haus ilmu dan hidayah.
6. Artis hidup akrab dengan dusta, gosip dan kepalsuan, ustadz akrab dengan kewaraan, kesederhaan dan kerendahan hati.
7. Artis mengumpulkan penonton yang membeludak, ustadz mendidik dan melahirkan calon ulama.
8. Artis butuh yel-yel, kostum, joget, nyanyi dan akting, ustadz mengajar lewat hati.
9. Artis ceramah biar orang tertawa menangis dan menghibur, ustadz mengajarkan ilmu agar Allah turunkan hidayah.
10. Artis butuh media, TV dan wartawan khususnya infoteinmen, tapi ustadz butuh majelis ilmu, kitab dan perpustakaan.
11. Artis sering jadi bintang iklan, tapi ustadz lebih suka bicara kebenaran.
12. Artis dikerumuni sesama artis dan fans, sementara ustadz dikerumuni orang-orang yang ingin mengaji dan mensucikan diri.

PENGALAMAN PRIBADI : PENULIS KETIKA SMK PERNAH JADI AKTIVIS ROHIS YANG MENGUNDANG USTADZ SETENGAH ARTIS

Saya pribadi ketika masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan adalah aktivis ROHIS dan menjabat sebagai Ketua ROHIS, saya ketika itu didesak sekolah untuk mendatangkan USTADZ SETENGAH ARTIS, Ustadz tersebut sebut saja J.B saya beserta teman-teman menghubungi tim manajemen si J.B tersebut, dimana manajemennya pun diberi nama dengan nama J.B dan di tambah kalimat "center management" jadi masya Allah seorang ustadz Narsis ini bener-bener setengah artis.

Lanjut cerita, kami ditawari dengan manajemen J.B tarif, karena kami sekolah maka tarifnya pun sekolah... yakni dari 3 juta/jam
kami tawar menawar :"bisa atau tidak dengan tarif 3 juta tapi satu jam setengah aja deh..".
lalu menejemennya mengatakan : "tidak ada nego mas, itu udah harga sekolah.. kalau tidak mau ya sudah."
dengan hati yang tertekan dimana sekolah menginginkan 2 jam ustadz setengah artis itu tampil di sekolah kami, namun disisi lain sekolah hanya bisa menganggarkan maksimal 3 juta saja, dimana 3 juta hanya upah ustadz gadungan saja, belum lagi tenda, belum lagi konsumsi tamu terhitung jika keseluruhan total anggaran kami 15 juta.

Saya sebagai ketua ROHIS kala itu, segera membuat revisi anggaran untuk bayaran Ustadz J.B tersebut dengan tampilan 2 jam, maka saya revisi menjadi 6 juta hanya untuk si Ustadz saja. dengan kata lain anggaran untuk sarana dan konsumsi dan lainya sebesar 12 juta dari seluruh total anggaran 15 juta, maka untuk sarana dan konsumsi serta lainya terpaksa diturunkan hanya 9 juta lantaran dipotong harga ustadz gadungan setengah artis sebesar 6 juta/dua jam. allahuyahdik.

LURUSKAN NIAT DALAM BERDAKWAH


قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَKatakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". [Yûsuf/12:108]

Dakwah adalah tugas yang berat dan pekerjaan yang serius yang hanya bisa dipikul oleh orang-orang yang mulia.Ustadz yang mengajak kepada agama Allah Azza wa Jalla pasti menghadapi gangguan dalam dakwah sebagaimana yang dihadapi oleh siapa saja yang mengemban tugas dakwah ini, dari dahulu sampai sekarang. Itu sudah menjadi sunnatullâh pada orang-orang terdahulu dan sekarang. Para nabi juga telah menghadapi gangguan serupa berupa penentangan, penolakan, keengganan dan kesombongan dari berbagai pihak dan tingkatan manusia.

Maka dalam mengemban tugas dakwah yang berat dan penuh resiko ini seorang Ustadz harus menghiasi dirinya dengan sikap santun dan sabar, bijaksana dan arif.

oleh karena itu tugas yang mulia ini janganlah kita kotori dengan embel-embel komersil apalagi lelucon atau lawakan secara fulgar (yakni ceramah isinya 100% lawakan tidak ada ilmu sedikitpun) maka setidaknya sebagai da'i dalam menashihati umat untuk mengarahkan pada kebaikan dan menghilangkan kebodohan dalam agama hendaknya bersabar, rintangan fisik, ekonomi, dan lainya adalah lika-liku dakwah yang pahalannya besar. sebagaimana firman Allah :

Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [An-Nahl/16:125]

ayat diatas merupakan sandaran / prioritas kita dalam berdakwah, dan berdakwah bukanla untuk uang tapi untuk menyeru umat kepada Rabbul 'alamin. Wallahu'alam



Sumber

Wanita yang Mempertontonkan Kecantikannya

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Jumat, 26 Oktober 2012 | 23.31

Sesungguhnya Islam sangat antusias melindungi wanita dari fitnah-fitnah kehidupan dan jebakan-jebakan setan. Islam menginginkan wanita tetap suci, terhormat, bebas merdeka, mulia, tidak gampang disesatkan, dan tidak suka membangkitkan nafsu kaum laki-laki. Karena itulah, Islam berpesan supaya ia menjadi wanita sopan yang melindungi tubuhnya dari mata srigala manusia. Dalam mensifati wanita pada zaman jahiliah dahulu ketika berbicara kepada istri-istri Nabi saw., Al-Qur`an mengatakan,

“Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu.” (al-Ahzab: 33)

Adapun yang dimaksud dengan mempertontonkan kecantikan kepada orang lain atau tabarruj di sini, bukan hanya sekadar membuka dada atau punggung atau rambut saja. Tetapi, maksudnya adalah ulah wanita yang sekarang ini sudah cenderung tidak punya rasa malu. Mereka sudah berani membuka auratnya. Allah berpesan kepada Nabi-Nya saw. agar menyuruh istri-istrinya, putri-putrinya, dan istri-istri orang mukmin untuk menutup aurat secara sempurna. Tujuannya agar mereka tidak diganggu oleh ucapan atau perbuatan orang-orang yang hatinya sakit dan para lelaki hidung belang.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak wanitamu, dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (al-Ahzab: 59)

Menurut Nabi Muhammad saw., seluruh tubuh wanita adalah aurat, kecuali wajah dan sepasang telapak tangan. Beliau bersabda,
“Seluruh tubuh wanita adalah aurat, kecuali wajah dan sepasang telapak tangannya jika keadaannya aman.”

Ketika pada suatu hari Asma’ binti Abu Bakar menemui Nabi saw. dengan mengenakan pakaian yang bagian bawahnya pendek, beliau menegurnya,
“Hai Asma’, sesungguhnya wanita yang sudah baligh itu tidak boleh memperlihatkan tubuhnya kecuali bagian ini dan ini (seraya menunjuk wajah dan sepasang tangan).”

Wanita yang mempertontonkan kecantikannya laksana buah segar yang tengah dihinggapi lalat. Sedangkan, wanita yang punya rasa malu akan dihargai dan dihormati. Tidak ada seorang pun yang berani berbuat jahat kepadanya.

Al-Qur`an berpesan kepada wanita supaya mengunci rapat jendela-jendela fitnah,

“Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.” (an-Nuur: 31)

Adapun yang dimaksud dengan kain kerudung ialah yang tidak pendek bagian bawahnya. Juga yang menutupi bagian-bagian yang terbuka pada dada, punggung, rambut, dan sepasang lengan.

Inilah Sisi Lain Kemajuan Negara Malaysia

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Rabu, 24 Oktober 2012 | 12.59

Saya beberapa bulan ini berada di Malaysia dan Singapura dalam rangka mengadakan Pelatihan Roti (Baking Class) lintas negara atas undangan sejumlah pengusaha melayu muslim di 2 negara ini, dari hasil berdiskusi dengan mereka para pengusaha melayu muslim, saya mendapati beberapa fakta menarik tentang 2 negara ini yang tidak banyak di ketahui dan tidak sampai beritanya ke Indonesia. Semoga sharing ini bermanfaat.


Sisi lain dari Malaysia yang tidak banyak kita dengar dan ditutupi dari pemberitaaan media:
  1. Pendidikan dari TK – SMA GRATIS, bila miskin tapi pintar maka GRATIS sampai S3.
  2. Setiap pelajar diberi subsidi uang cash setiap bulannya mulai RM 100 (SD/SMP) – RM 200 untuk SMA (setara Rp 300.000 – Rp 600.000/bulan/orang) untuk membeli buku, alat tulis, tas, seragam dll.
  3. Setiap suami yang memiliki penghasilan di bawah RM 3000 (dibawah Rp 9 juta) dianggap miskin dan layak mendapat bantuan kerajaan sejumlah RM 500 ( RM 1,5 juta/bulan). Penghasilan setiap KK diketahui oleh kerajaan dengan data yang akurat.
  4. Target pemerintah Malaysia adalah dalam 9 tahun kedepan Malaysia akan menjadi salah satu negara maju di dunia dengan pendapatan perkapita yang sangat tinggi dan biaya hidup yang murah.
  5. Harga gula pasir hanya Rp 6.000/kg.
  6. Pacaran adalah perbuatan yang dilarang untuk orang Melayu Muslim, siapapun yang tertangkap pacaran maka pilihannya hanya 2, menikah atau masuk penjara. Dalam level terkecil yaitu keluarga, masyarakat Malaysia memang melarang anaknya untuk pergi berdua-duaan dengan lawan jenis. Bila anaknya tidak menurut maka orang tua akan melapor pada polisi.
  7. KUA, Polisi dan pengurus masjid sangat sering melakukan Rushing/Sweeping ke semua hotel murah, tempat hiburan dan tempat2 gelap di semua penjuru negara ini untuk mencegah kemaksiatan. Sebuah pengalaman, jam 1 malam pintu kamar di ketuk puluhan petugas gabungan untuk melakukan razia kemaksiatan dan menggeledah kamar. Pasangan Melayu Muslim yang tidak dapat menunjukkan Surat Nikah digelandang ke kantor polisi.
  8. Menikah muda dan memiliki banyak anak sangat dianjurkan di negara ini, rata2 orang Malaysia menikah di usia 17 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk laki2 dan memiliki anak rata-rata 6 – 9 anak.
  9. Kesempatan kerja sangat terbuka di negeri ini, jumlah pekerjaan lebih banyak daripada jumlah pencari kerja.
  10. Setiap hari Jum’at usai shalat Jum’at, hampir semua masyarakat di masjid mendoakan kebaikan bagi para pemimpin negara terutama Raja, Sultan dan Perdana Menteri.
  11. Masyarakat Malaysia rata-rata memiliki mobil 2 – 5 unit/rumah.
  12. Hanya orang yang sangat miskin saja yang memiliki sepeda motor di negara ini.
  13. Jumlah pengguna mobil sangat banyak dibandingkan pengguna sepeda motor.
  14. Semua orang Malaysia memiliki rumah. Bila tidak sanggup membeli rumah, maka mereka akan mengajukan permohonan dana kepada kerajaan untuk minta dibuatkan rumah sesuai kemampuan mereka. Usai rumah selesai dibuat, mereka akan mencicil kepada kerajaan, cicilan disesuaikan dengan kemampuan penghasilan suami dan boleh mencicil sampai 40 tahun.
  15. Tidak ada gelandangan yang tidur dibawah jembatan. Orang miskin di Malaysia dijamin oleh negara dengan pelayanan sangat baik dan diberikan makanan 4 sehat 5 sempurna setara hotel berbintang.
  16. Semua pemilik usaha yang usahanya dilihat usahanya mulai maju berhak mengajukan bantuan dari kerajaan berupa peralatan produksi. Bila bakery akan mendapat bantuan mixer roti, oven, chiller, proofer, dough devider, dan lain-lain. Namun sebagai balasan kerajaan akan mengambil pajak yang sangat tinggi 29% yang pajak ini akan dikembalikan kepada rakyat miskin.
  17. Malaysia menjadi negara yang paling ketat dalam urusan halal dan keamanan pangan. Sebelum mengeluarkan sertifikat halal dan dinkes, suatu usaha makanan akan mendapat penelitian yang panjang dan lama. Butter Golden Churn yang di Indonesia, Singapore dan Selandia Baru mendapatkan sertifikat halal ternyata di Malaysia terkena sensor karena di dalamnya didapati DNA Babi. Laboratorium makanan di Malaysia adalah salaah satu yang tercanggih di dunia. Tidak ada kasus makanan di campur borax atau formalin.
  18. Professional worker sangat dicari di negara ini, bila memberikan kontribusi besar boleh mengajukan sebagai Permanent Resident dan menikah dengan warga negara Malaysia.
  19. Laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tidak boleh berjabatan tangan di negara ini.
  20. Harga kebutuhan pokok dikontrol kuat oleh pemerintah, pedagang tidak boleh sembarangan menaikkan harga, setiap yang ketahuan resikonya adalah penjara.
  21. Malaysia kuat ekonominya karena tidak punya hutang pada IMF atau pada badan dunia manapun, bahkan IMF pernah diusir keluar pada masa pemerintahan Mahatir Muhammad, karena hutang adalah jeratan riba di zaman ini dan termasuk dalam 7 dosa yang membinasakan.
  22. Rendahnya tingkat kriminalitas di negara ini membuat banyak rumah yang tidak berpagar, mobil dan sepeda motor diparkir begitu saja di halaman rumah.
  23. Tingginya tingkat kesehatan di negara ini membuat Puskesmas sunyi senyap tidak ada pasien.
  24. Tingginya tingkat kesejahteraan di Malaysia, membuat masyarakat disana sering bepergian ke berbagai negara termasuk Indonesia.
  25. Tidak ada rumah gubuk liar di tepi rel kereta api di Malaysia, rakyat hidup makmur dalam damai.
  26. Aliran sesat seperti Syiah tidak bisa hidup di negeri ini, kerajaan Malaysia akan mengambil tindakan tegas dengan penjara seumur hidup.
  27. Satu kebiasaan masyarakat Malaysia yang sudah lama berjalan adalah kebiasaan untuk makan diluar 2 atau 3 kali sehari. Tingginya income perkapita disini membuat orang malas untuk memasak di rumah. Hampir semua usaha rumah makan atau restoran baik kecil maupun besar pada saat jam makan penuh dan halaman parkir penuh dengan mobil, meski rumah makan atau restoran itu berada di antara hutan kelapa sawit. Pemandangan seperti ini merata di semua negara bagian di Malaysia baik di kota maupun desanya, karena kemakmuran yang merata di semua penjuru negeri ini. Pasar tradisional sangatlah langka di negeri ini. Untuk hal makan masyarakat Malaysia memang sangat konsumtif.
  28. Malaysia dikenal sebagai negara yang tidak punya hutang pada siapapun dan paling anti berhutang kepada IMF (Rentenir kelas dunia). Di tahun 1998, IMF diusir keluar dari Malaysia karena memaksa Malaysia berhutang untuk memulihkan kondisi perekonomiannya. Para pemimpin dii Malaysia tahu bahwa IMF hanya akan menjerat negara itu dan tahu bahwa hutang ini adalah perkara yang sangat berat.
  29. Hal lain juga adalah di Malaysia, sangat sulit membedakan mana rumah orang kaya dan miskin karena bentuk rumah disini hampir sama, orang Malaysia hidup sangat bersahaja, masih banyak kita bisa temukan rumah dengan dinding dari kayu dan rumah panggung di seantero negeri ini, padahal yang parkir dihalaman rumahnya mobil seri terbaru.
Bila kita bandingkan Malaysia dengan Indonesia, sungguh kita jauh lebih kaya dan terkaya di dunia, namun Allah memberikan keberkahan kepada Malaysia karena rakyatnya taat beragama dan menjauhi/membenci kemaksiatan, sehingga Allah mengaruniakan pemimpin yang baik dan mensejahterakan rakyat.
Semoga suatu saat Indonesia bisa memperoleh keberkahan seperti yang dinikmati Malaysia hari ini.
Sedikit catatan kecil dari perjalanan di negari jiran ini semoga menjadi ibrah bagi kita semua.

Malaysia, 20 Februari 2012
 Agus Jamhari

 Sumber : Fimadani

Karena Islam itu Sederhana dan Logis

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam….” (QS Ali Imran : 19)
Sungguh tegas pernyataan yang Allah sisipkan di salah satu rangkaian ayat Al Quran di atas, bahwa satu-satunya agama yang Ia ridhai hanyalah Islam. Jika melihat struktur kalimat di ayat tersebut, maka sesungguhnya apabila ada statement yang mengatakan “Semua agama itu benar” itu salah besar. Karena redaksi ayat tersebut jelas-jelas bermakna satu-satunya. Artinya, Islam tidak dapat disandingkan dengan agama yang lain, jika konteks yang dibicarakan adalah kebenaran. Dan satu penggalan ayat di atas sebenarnya sudah cukup menjadi alasan mengapa Islam adalah satu-satunya pegangan hidup yang harus dirujuk.

Islam itu Simple

Pada dasarnya, Islam itu simple. Tidak ada satu hal pun di dalam konsepsinya yang terkesan ruwet. Contohnya konsepsi yang paling mendasar, tentang Ilah. Allah itu adalah Tuhan yang satu. Tidak ada Tuhan selain-Nya. Satu adalah satu. Satu bukan dua atau tiga. Ketika dilontarkan pertanyaan “Kepada siapa harus bersandar?”, maka jawabannya simple, “cukup ke satu saja, Allah”. Kemudian perihal status khalik (pencipta) dan makhluk (yang diciptakan). Pencipta adalah pencipta. Ia berkuasa atas segala hal. Ia juga bebas dari kelemahan makhluk seperti mengantuk, lapar, capai, dan lain sebagainya. Dan pencipta bukan yang diciptakan. Ketika ada dzat yang makan, minum, dan buang hajat, bisa dipastikan ia bukan Tuhan setinggi apapun kemuliaannya di hadapan manusia. Dan selama ia masih membutuhkan pertolongan orang lain, sebutan Tuhan juga tidak pantas dilontarkan padanya, seluas apapun wilayah kekuasaannya di muka bumi. Dan manusia diperintahkan untuk menyembah khalik, bukan makhluk. Simple.

Sungguh aneh apabila ada yang mengatakan Islam itu mengekang karena katanya banyak sekali larangan di dalamnya. Justru karena “kekangan” itulah seorang muslim merdeka semerdeka-merdekanya. Sebagai contoh, ketika hendak mengenakan sebuah pakaian, kita akan pusing tujuh keliling apabila kita minta rujukan pada orang lain. Karena pandangan dan landasan berpikir setiap orang berbeda-beda. Usulan dari orang yang satu akan berbeda dari usulan orang yang lainnya. Standar bagusnya pun akan berbeda satu sama lain.

Jangan heran apabila kita mendengan sanjungan dari kawan yang satu, namun juga mendengar cercaan dari kawan yang lain. Karena memang, bersandar pada makhluk tidak akan membawa pada ketenangan. Lain halnya apabila bertanya pada Allah. Maka Allah akan menjawab :
“Hai anak Adam, Sesungguhnya kami Telah menurunkan kepada kalian Pakaian untuk menutup aurat kalian dan Pakaian indah untuk perhiasan. dan Pakaian takwa Itulah yang paling baik…..” (QS Al A’raf : 26)
“Hai anak Adam, pakailah pakaian kalian yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. …..”. (Al A’raf : 31)
Allah hanya meminta agar pakaian yang kita pakai itu indah dipandang, dapat menjaga ketaqwaan, dan tidak berlebih-lebihan. Selama memenuhi syarat itu, pakaian model apapun bebas dipakai. Simple.

Islam, ajaran yang logis

Tidak sedikit orang yang mencibir keberadaan Islam, bahkan tidak jarang cibiran itu keluar dari Muslim sendiri. Selain itu, ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Islam itu tak ubahnya seperti doktrinisasi dan dogma semata. Padahal apabila didalami lebih jauh, semua ajaran yang Islam ajarkan itu logis. Sangat logis.

Banyak topik yang menjadi sasaran atas tuduhan seperti yang telah disinggung di atas. Tentang wanita salah satunya. Semua perintah terkait wanita terkesan seolah-olah membatasi hak dan kebebasan wanita. Bagian mana yang membatasi hak dan kebebasan wanita? Jilbab? Syariat jilbab dibuat justru untuk memuliakan wanita setinggi-tingginya. Tidak ada yang tidak setuju bahwa wanita memiliki unsur keindahan yang menawan. Islam hanya ingin menjaga keindahan itu agar tetap pada tempatnya. Bukankah kebanyakan wanita yang dilecehkan itu adalah wanita yang tidak berjilbab? Allah sendiri yang menjamin bahwa wanita berjilbab akan dilindungiNya :
“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.” (QS. Al Ahzab: 59)

Islam juga memiliki konsep syurga dan neraka. Jika tidak ada konsep ini, enak sekali para penguasa zalim di luar sana dapat dengan bebasnya melakukan kezaliman. Konsep syurga-neraka ini justru merupakan bentuk keadilan Allah atas hambaNya yang berlelah-lelah dalam meniti jalan kebaikan. Di akhirat sana, semua akan menemukan keadilan seadil-adilnya. Semua mempertanggungjawabkan apa yang ia lakukan. Tidak ada satu pun yang luput dari rekaman yang Allah buat dengan sangat akurat. Justru sangat tidak logis apabila tidak ada konsep syurga dan neraka, karena jika tidak ada akhirat, awal dan tengah kehidupan akan kehilangan makna.

Tentunya, kembali, bahwa konsepsi Tuhan dalam Islam yang paling logis. Tuhannya Allah dan Allah itu satu. Ia sang khalik yang memiliki sifat jauh lebih mulia dibandingkan dengan makhluk. Makhluk bukan khalik dan sifat khalik jauh berbeda dengan sifat makhluk. Hal logis yang paling simple untuk dijadikan bahan berpikir adalah konsepsi Tuhan satu ini. Dapat dibayangkan jika Tuhan banyak, maka akan terjadi perselisihan antar Tuhan terkait makhluk-makhluk yang diciptakannya. Jika perbedaan kepentingan setiap Tuhan tersebut ada, sungguh sangat mungkin alam semesta ini akan hancur.

Tidak ada alasan lagi untuk meyakini bahwa Islamlah satu-satunya agama yang patut dijadikan rujukan hidup. Konsepsinya sangat sederhana dan logis. Tidak menuntut hal yang rumit jua tidak mengandung doktrinisasi dan dogma semata. Semua hal yang Islam ajarkan masuk akal dan sederhana dalam implementasi. Karena Islam memang sederhana dan logis.
Wallahu’alam bishawab
Oleh: Fauzi Achmad Zaky Amirullah
FacebookTwitterBlog

Sumber : Fimadani

Keutamaan Puasa Arafah

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Selasa, 23 Oktober 2012 | 20.50

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada hari Arafah yang  jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah dinamakan demikian karena saat itu jamaah haji sedang wukuf di terik matahari di padang Arafah. Puasa Arafah ini dianjurkan bagi mereka yang tidak berhaji. Sedangkan yang berhaji tidak disyariatkan puasa ini.
Mengenai hari Arofah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ
Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim)

Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan, “Hari Arofah adalah hari pembebasan dari api neraka. Pada hari itu, Allah akan membebaskan siapa saja yang sedang wukuf di Arofah dan penduduk negeri kaum muslimin yang tidak melaksanakan wukuf. Oleh karena itu, hari setelah hari Arofah –yaitu hari Idul Adha- adalah hari ‘ied bagi kaum muslimin di seluruh dunia. Baik yang melaksanakan haji dan yang tidak melaksanakannya sama-sama akan mendapatkan pembebasan dari api neraka dan ampunan pada hari Arofah.” (Lathoif Al Ma’arif, 482)

Mengenai keutamaan puasa Arafah disebutkan dalam hadits Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Ini menunjukkan bahwa puasa Arafah adalah di antara jalan untuk mendapatkan pengampunan di hari Arafah. Hanya sehari puasa, bisa mendapatkan pengampunan dosa untuk dua tahun. Subhanallah. Luar biasa fadhilahnya ...

Hari Arafah pun merupakan waktu mustajabnya do’a sebagaimana disebutkan dalam hadits,
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arofah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya-in qodiir (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Miliki-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu)”.” (HR. Tirmidzi, hasan)

Subhanallah, sungguh Islam itu agama yang mudah. Semoga pula kita dimudahkan oleh Allah untuk mengamalkannya dan memperoleh keutamaannya. Aamin

5 Tanda Kiamat; Dari Polisi, Buruh Wanita, Dan Banyaknya Masjid

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Senin, 22 Oktober 2012 | 23.40

KIAMAT adalah suatu keniscayaan. Bukan hanya sekadar kehancuran kecil karena bencana alam dan ulah manusia, tapi juga karena Allah swt sudah menghendakinya demikian.  Dan Allah swt pun, lewat Nabi Muhammad saw, sudah memberikan perincian bagaimana kiamat akan terjadi.

Berikut adalah tanda-tanda kiamat yang ada di sekeliling kita dan sudah terjadi.

1. Menggembungnya bulan. Telah bersabda Rasulullah saw : “Di antara sudah mendekatnya kiamat ialah menggembungnya bulan sabit (awal bulan),” dishahihkan  AlBaani di Ash Shahihah nomor 2292. Dalam riwayat yang lain dikatakan “Di antara sudah dekatnya hari kiamat ialah bahwa orang akan melihat bulan sabit seperti sebelumnya, maka orang akan mengatakan satu bentuk darinya untuk dua malam dan masjid akan dijadikan tempat untuk jalan jalan serta banyaknya orang yang mati mendadak,” (Ash Shahiihah AlBani 2292).
Sekarang ini, satu bulan sabit hampir selalu dihitung dua kali. Tentu kita masih ingat, bahwa umat Islam hampir selalu bertengkar menentukan bulan sabit untuk Ramadhan, Syawal dan Idhul adha .  Antara ru’yat tidak sama cara melihatnya , dengan hisab.

2. Tersebarnya banyak pasar. Rasulullah bersabda: “Kiamat hampir akan terjadi apabila sudah banyak perbuatan bohong, masa (waktu) akan terasa cepat berlalu, dan pasar pasar akan berdekatan (jaraknya karena saking banyaknya),” (sahih Ibnu Hibban).
Lihatlah sekarang, pasar ada dimana-mana. Mall semakin banyak, supermarket di mana-mana. Belum lagi kalau kita hitung dengan mart-mart yang bahkan masuk sampai ke pelosok desa.

3. Wanita ikut bekerja seperti laki laki. Rasulullah bersabda : “Pada pintu gerbang kiamat, orang-orang hanya akan mengucapkan salam kepada orang yang khusus(dikenal) saja, dan berkembangnya perniagaan sehingga wanita ikut seperti suaminya (bekerja/berdagang),” Hadist Shahih Ahmad.
Sekarang karena emansipasi wanita, wanita yang bekerja sudah banyak dan bisa kita temui dimana-mana. Anak diurus oleh mertua atau pembantu.

4. Banyaknya polisi. Rasululah bersabda : “Bersegeralah kamu melakukan amal shalih sebelum datang enam perkara : pemerintahan orang orang jahil, banyaknya polisi, penjual belian hokum atau jabatan, memandang remeh terhadap darah, pemutusan silaturrahim, adanya manusia yang menjadikan Al-Qur’an sebagai seruling dimana mereka menunjuk seorang imam untuk sholat jamaah agar ia dapat menyaksikan keindahannya dalam membaca Al-QUr’an meskipun ia paling sedikit ke-faqihannya,” Musnad Ahmad, At Thabrani, Ash Shaihhah AlBani 979.

5. Manusia akan bermegah-megah dalam membangun masjid. Rasulullah bersabda “Tidak akan terjadi kiamat hingga manusia berbangga bangga dengan masjid,” (hadist sahih musnad Ahmad3:134,145, An Nasa’i 2:32, Abu Dawud 449,Ibnu Majah 779). Padahal Rasulullah di lain tempat berkata “Aku tidak diutus untuk menjulangkan masjid-masjid,” (sahih sunan Abu Dawud : 448).

Sumber : IslamPos

Mengendalikan Nafsu Syahwat

Manusia telah dikaruniai akal dan nafsu, jika seseorang mampu menggunakan akal dan mengendalikan nafsunya maka kedudukannya beberapa derajat di atas malaikat akan tetapi jika seseorang tidak mampu menggunakan akal dan menjadikan nafsu sebagai tuannya maka kedudukannya jauh lebih hina dari binatang.


Tidak mudah memang mengendalikan nafsu, apalagi yang namanya nafsu syahwat atau birahi. Dibutuhkan kemauan yang kuat, prinsip, disiplin diri dan tentu saja lindungan dari Allah SWT. Setiap orang saya yakin tahu teori cara mengendalikan nafsu, akan tetapi memang dalam pelaksanaannya dibutuhkan kesungguhan dan niat yang kuat.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita lihat bagaimana peristiwa pemerkosaan, tindakan asusila, dan perselingkuhan marak terjadi baik dari kalangan mampu maupun yang dilakukan oleh orang-orang yang kekurangan secara finansial.
Lalu apa yang bisa kita perbuat??? Apakah kita hanya diam dan membiarkannya terjadi???. Mungkin inilah salah satu hal yang bisa saya lakukan yaitu dengan memberikan tips cara mengendalikan nafsu birahi.

Tips berikut semoga membawa manfaat untuk kita semua.
1.  Kenali diri
Yang di maksud adalah kita semua adalah makhluk sempurna yang diciptakan oleh Allah dan kita sebagai manusia dikarunia 2 hal yang luar biasa yaitu akal dan nafsu. Ingin lebih tinggi posisinya dari malaikat??? Maka kendalikan nafsu anda. Atau anda ingin lebih hina dari binatang??? Maka biarkan nafsu mengendalikan dirimu.

2.  Zikir
Zikir artinya mengingat Allah. Seseorang yang mengingat Allah, maka Diapun akan mengingat dan melindungi anda dari godaan setan. Ketika anda berzikir, perasaan menjadi tenang dan damai, pikiran pun menjadi bersih dan jernih.

3.  Puasa
Aktivitas yang satu ini selain untuk melatih kesabaran, juga sangat bermanfaat sebagai tameng dalam melawan dan menahan nafsu berahi. Anda bisa mulai dengan puasa senin kamis, Insya Allah anda akan mampu mengendalikan hawa nafsu anda. ‘cari manfaat puasa

4.  Sibukkan diri dengan kegiatan positif.
Setiap orang tentu punya hobi, jadi mengapa tidak mengisi waktu untuk mengembangkan hobi anda, siapa tahu hobi tersebut menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan.

5. Baca Al-Qur’an
Setiap kali selesai membaca Al Qur’an, perasaan menjadi tenang dan nyaman. Pikiran pun menjadi bersih dan jauh dari stress.

Cukup lakukan salah satu dari kelima cara di atas, meskipun ada godaan setan seberat apapun, dengan keyakinan yang kuat anda akan bisa mengendalikan nafsu syahwat dan nafsu yang lainnya juga. Manusia sejati adalah manusia yang bisa mengendalikan emosi dan nafsunya, tidak berpikiran pendek tetapi melihat jauh ke depan.

Semoga bermanfaat. Salam

Mesin Bubut Dinobatkan Jadi Pahlawan Nasional di Korut

Kabar yang tidak biasa datang dari Korea Utara. Sebuah mesin bubut baru saja dinobatkan jadi pahlawan nasional. Negara komunis ini mematahkan tren yang selama ini ada, bahwa gelar pahlawan biasanya diberikan kepada seseorang yang berjasa membela negara dan berkontribusi dalam kemajuan suatu bangsa.
Sebuah mesin bubut "Lathe No. 26" menerima gelar "Pahlawan Buruh DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea)" dan "First Class of the Order of National Flag." Berita yang tidak biasa ini resmi diumumkan oleh situs berita resmi otoritas negara komunis itu, Kamis (4/10) dan dipublikasikan oleh Gawker post.

Gelar tersebut diberikan karena mesin ini dinilai bersejarah dan berjasa terhadap proses modernisasi Korea Utara. Lathe No. 26 beroperasi penuh selama 50 tahun dan berubah menjadi mesin computer numerical control (CNC) yang merupakan bagian dari upaya modernisasi. Bukan hanya itu, lebih lagi ditilik dari sisi historis mesin ini pernah dioperasikan secara personal oleh pemimpin Korea Utara, Kim Jong Il.

"Pahlawan Buruh" merupakan penghargaan tertinggi bagi kaum sipil di Korea Utara. Sementara "Order of National Flag" adalah sebuah penghargaan tertinggi dari sebuah negara. Alasan lain mengapa mesin ini dianugerahkan penghargaan tertinggi tersebut karena mesin ini dinilai ikut dalam menerapkan filosofi Juche.
Juche adalah ideologi resmi yang dianut di Korea Utara yang mengandung prinsip bahwa "manusia menguasai segala sesuatu dan memutuskan segala sesuatu". Ideologi ini pertama kali dicetuskan oleh Kim Il-sung pada tanggal 28 Desember 1955. Ia adalah ayah dari Kim Jung Il, kakek dari Kim Jong Un pemimpin Korea Utara saat ini.

Melihat fenomena ini tidak menutup kemungkinan jika nantinya negara lain memberikan penghargaan tertinggi atau gelar pahlawan kepada sebuah benda yang berperan dan berkontribusi bagi negara. Misal tank, pesawat, senjata, robot dan benda mati lainnya.

Sumber : www.nationalgeographic.co.id

Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Minggu, 21 Oktober 2012 | 09.08



Untuk saudaraku di Indonesia,
Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?
Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama'ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.
Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama'ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah, pasti sangat indah dan mengagumkan yah?. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian.
Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.
Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil, yah diatas mobil saudaraku!.
Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2tahun lalu, namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum.
Namun, mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah, itu yang kami dapat dari informasi televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut?, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini.
Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan, atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! Mereka mati syahid, saudaraku! mati syahid, karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini.
Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,
Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena kalian sulit mencari rezki disana? apa negeri kalian sedang di blokade juga?
Perlu kalian ketahui, saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade.
Kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai Tata Usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Yah, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku.
Dan Perdana menteri kami, yaitu Ust Isma'il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai Saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut, program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu.
Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku. Satu jam, yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh, setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami.
Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku, tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta'aruf, tafahum dan takaful di sana.
Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami, Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana Dengan kalian?
Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al-qur'an, umurnya baru 10 tahun, saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al-quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.
Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar saudaraku, bunyi suara setoran hafalan al-quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia,
Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.
Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.
Oh, iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.
Akhhuka…..Abdullah ( Gaza City ..1430 H)

Sumber : Voa - Islam

Ciri-Ciri Istri Sholehah / Idaman

Istri sholehah adalah idaman bagi setiap laki-laki. Sholehah secara bahasa berarti layak dan pantas. dan istri sholehah adalah istri yang memiliki kepribadian layak sebagai seorang istri. kelayakan kepribadian tersebut dinilai dari sisi agama karena Islam telah memberitakan tentang ciri-ciri Istri solehah/idaman dalam banyak ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadist Nabi.

Dan menjadi pribadi istri sholehah juga diidam-idamkan oleh kebanyakan wanita, baik yang telah menjadi istri atau yang belum. karena secara naluri, setiap orang selalu berusaha menjadi lebih baik dari apa yang pernah dia raih sebelumnya.

Jika anda seorang wanita yang ingin menyempurnakan kepribadian sehingga menjadi seorang istri yang sholehah, atau seorang laki-laki yang ingin memiliki seorang istri yang sholehah. perhatikan hadist berikut :


خير النِّسَاء امْرَأَة نظرت إِلَيْهَا سرتك وَإِذا أَمَرتهَا أَطَاعَتك وَإِذا غبت عَنْهَا حفظتك فِي نَفسهَا وَمَالك

Artinya : "Sebaik-baik wanita (istri) adalah yang ketika engkau memandangnya akan membuatmu bahagia. dan jika diperintah, dia akan mentaatimu. dan jika engkau tidak bersamanya, dia akan menjagamu dalam dirinya dan menjaga apa-apa yang engkau miliki." (HR Abu Daud, Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

- 3 Ciri-ciri Istri Sholehah/Idaman

1. Ketika dipandang, dia akan membuatmu bahagia, nyaman dan menentramkan jiwa.

2. Ketika engkau memerintahkannya akan sesuatu yang mubah/boleh, dia mentaatimu.

3. Ketika engkau pergi dan dia tidak bersamamu, dia akan menjaga dirinya untukmu dan juga menjaga apa-apa yang engkau miliki; harta, anak dan lain-lain.

Berlombalah untuk selalu menjadi lebih baik. memperbaiki kesalahan-kesalahan dan selalu berpikir maju. itulah pribadi seorang muslim yang hakiki.

Penulis : Hery Prasetyo
Sumber : Artikel Islami

Tipu Daya Freemasonry di Indonesia

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Jumat, 19 Oktober 2012 | 21.29

Indonesia walaupun penduduknya mayoritas beragama Islam, bahkan yang terbesar di dunia, tetapi sebagian besar tidak menganut ajaran Islam yang sesungguhnya. Kaum Muslimin yang berada di Pulau Jawa lebih dikenal dengan istilah “abangan”. Sedangkan yang berada di daerah lain keadaannya sama saja, Mereka beragama Islam tetapi tidak berjiwa Islam. Kebiasaan hidup mereka telah tercampur dengan adat istiadat setempat, berupa Animisme, Hindu, Budha, Nashrani dan sedikit Islam yang bercampur-baur dengan paham tarikat dan Sufi.

Sejarah perkembangan Islam di Indonesia diwarnai dengan berkuasanya berbagai kerajaan. Di sana dikenal adanya kerajaan Demak (Jawa), Bone (Sulawesi), Pagaruyung (Sumatera), dan lain-lain, yang semuanya mengaku sebagai kerajaan Islam. Namun dalam tatacara, kebiasaan dan hukum yang berlaku di sana, hukum (syariat) Islam belum diberlakukan. Hukum rajam bagi pezina dan potong tangan bagi pencuri, belum pemah diberlakukan di kerajaan-kerajaan tersebut. Mereka masih memuja benda-benda azimat, pusaka nenek moyang atau tuah berbagai benda. Bahkan jika kita perhatikan keadaan di Yogyakarta dan Surakarta yang dianggap ada bekas-bekas Islamnya, ternyata di sana yang tampak adalah upacara-upacara syirik belaka.

Demikianlah keadaan Indonesia sekilas. Itulah sebabnya ketika muncul gerakan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, ia mendapat tantangan yang berat dari penguasa dan mereka yang mengaku sebagai Muslim.

Gerakan Freemasonry dengan segala pengaruhnya telah masuk ke Indonesia sejak masa penjajahan. Ia tidak terlepas dari kiprah penjajah Belanda di Indonesia. Kerajaan Belanda sejak dahulu telah dikenal sebagai tempat pertemuan Freemasonry se-Eropah. Di Benelux (Belanda, Nederland, Luxemburg), gerakan ini tumbuh subur karena pemerintah di sini membolehkan para pejabatnya menjadi anggota.

Gerakan kesukuan semacam Boedhi Oetomo, Paguyuban Pasundan, atau yang sejenis dengannya, dalam tingkah polah para pemimpinnya ternyata sejalan dengan paham-paham dari Gerakan Freemasonry dalam usaha membenci Islam. Bentuk-bentuk partai-partai kebangsaan di Indonesia memiliki pola yang sama dengan partai-partai yang ada di Perancis, buatan Gerakan Freemasonry.

Ki Hajar Dewantara yang dianggap sebagai tokoh nasional, dalam kiprahnya di dunia pendidikan di Indonesia, ternyata telah memasukkan faham-faham Freemasonry kepada anak didiknya. Beliau telah menamkan bibit kebencian terhadap Islam pada lembaga pendidikan Taman Siswa. Dengan berbagai usaha, beliau telah menanamkan fondasi sekularisasi pada anak didik, antipati terhadap Islam, menolak diberlakukannya pendidikan agama dengan menggantinya dengan pola pendidikan moral hasil rekayasanya, menolak adanya Allah sebagai Mahapengatur dengan menyebutnya sebagai “kodrat alam”. Demikianlah, dalam kiprahnya ternyata Taman Siswa telah berusaha menjauhkan anak didik yang beragama Islam dari agamanya sendiri. Dengan cara demikian, terjadilah sekularisasi, munculnya anak didik yang acuh tak aculn terhadap agamanya, muncullah generasi yang menganggap bahwa semua agama itu baik dan sama saja.
Belanda, pada awal penjajahannya, telah berusaha melumpuhkan Islam dengan cara-cara yang ditempuh oleh Gerakan Freemasonry. Diberinya surat pengangkatan bagi ulama-ulama tertentu. Kita mengenal beberapa ulama yang mendapat surat pengangkatan semisal Khalifah Apo, Hasan Mustafa, Husein Djajadiningrat, dan lainnya. Ditetapkannya buku-buku yang harus diajarkan kepada anak didik, yang itu terbatas hanya masalah rukun iman dan rukun Islam, yang ditambahi dengan hikayat-hikayat yang penuh takhyul. Ia melarang buku-buku yang dapat membangkitkan perlawanan dan semangat jihad kaum Muslimin. Dalam usahanya mengendalikan umat Islam Indonesia, penjajah Belanda mengangkat beberapa orang keturunan Yahudi Belanda, semisal Gobe, Snouck Horgronje, Van der Plass dan lain-lain. Van der Plass, misalnya, ia dengan kejam telah membantai puluhan ribu kaum Muslimin Aceh yang mengadakan perlawanan terhadap Belanda.

Organisasi Islam pertama sekali yang teratur adalah Syarikat Dagang Islam (SDI) yang berdiri tahun 1905. Tujuan pertamanya adalah untuk bersatu-padu dalam dunia perdagangan untuk melawan dominasi etnis Cina yang mendapat dukungan penuh dari Belanda. Namun nama ini kemudian berubah menjadi Syarikat Islam (SI).

SI inilah yang bergerak di lapangan politik. Tahun 1914, oleh Belanda didatangkan ke Semarang orang-orang Sosialis yang sekaligus sebagai aktifis Gerakan Freemasonry Belanda. Mereka itu adalah HW Dekker, HMM Sneevliet, J.A. Brandsteder, dan P. Bregsma. Kedatangan mereka ini sengaja untuk menghancurkan SI. Kemudian mereka mendirikan Indische Sociaal Democratiesche Vereniging (ISDV). Selama tiga tahun Gerakan Freemasonry berusaha membuat jaringannya di dalam tubuh SI. Tahun 1917, jaringan tersebut mulai bergerak. Tahun 1918, SI berhasil mereka pecah dalam dua aliran. Muncullah SI Asli, yang tetap mempertahankan Islam sebagai asas; dan SI hasil rekayasa Gerakan Freemasonry beserta unsur-unsur Marxisme. Inilah yang kemudian disebut sebagai SI Kiri atau SI Revolusioner Sosialis, yang dipimpin oleh Muso, Alimin, Samaun, Tan Malaka, dan lain-lain.

Tahun 1920, ISDV yang disetir oleh Gerakan Freemasonry Belanda, sengaja memecahkan diri menjadi Indische Sociaal Democratiesche yang merupakan aliran kanan, dan aliran kiri yang menyatukan diri dengan SI Kiri yang akhirnya melahirkan “Syarikat Merah” (SI Merah). Dalam proses kaderisasi, SI Merah ini pernah mengirimkan utusannya ke Moskow dalam usaha mereka membentuk apa yang dinamakan “Komintern” (Komunisme Internasional) yang pusatnya di Kremlin (Moskow). Dari hubungan seperti itulah akhirnya di Indonesia pada tanggal 23 Mei 1920 terbentuk Partai Komunis Indonesia (PKI) di bawah pimpinan Samaun, Darsono, dengan sekretaris partai adalah P. Bregsma, Bendahara partai adalah H.W. Dekker, serta salah seorang anggota terasnya adalah J.A. Brandsteder dan Baars.

Tanggal 12 Nopember 1926, muncul pula Partai Nasional Indonesia (PNI) dan Gerindo. PNI ini memiliki asas yang disebut Marhaenisme. Nama ini berasal dari nama seorang petani di Bandung, yaitu Marhaen. Tetapi sesungguhnya, nama tersebut berarti juga sebagai singkatan dari Marxisrne, Hegelisme dan Nasionalisme.

Pada masa itu, muncul dengan subur berbagai pergerakan kebangsaan. Timbullah berbagai perdebatan antara tokoh-tokoh kebangsaan dengan tokoh-tokoh Islam. Mereka yang berkiprah di dalam wadah kebangsaan sering sekali menghina Islam. Kaum Nasionalis menolak paham Islam di dalam wadah apapun, walaupun kebanyakan dari mereka mengaku beragama Islam. Mereka menganggap bahwa Islam itu tidak lebih hanyalah semacam adat istiadat kepercayaan yang berasal dari Arab. Bahkan pernah di antara mereka mengatakan bahwa Digul (tempat pembuangan kaum pergerakan) lebih baik daripada kota Makkah.
Soekarno dalam semangat juangnya, mempunyai keinginan meniru jejak Mustafa Kamal Attaturk, anggota Gerakan Freemasonry Turki, seorang yang berhasil menjungkirkan Kekhilafahan Islam yang terakhir dengan segala tipu-dayanya. Soekarno dalam berbagai tulisannya sering memuji pemimpin Turki yang telah menghancurkan Islam itu. Ia pada satu sisi menerima Islam yang dibawakan oleh almarhum Ustadz Hassan bin Ahmad (Hassan Bandung). Namun di sisi lain, ia tidak ingin Islam dijadikan sebagai asas negara. Soekarno dalam berbagai tulisannya tahun 1927, ia merintis adanya penyatuan paham Nasionalisme, Islam dan Marxisme. Ia berangan-angan adanya istilah Nasakom (Nasionalis, agama dan Komunisme) di dalam negara Indonesia.

Demikianlah perilaku kaum pergerakan kebangsaan di Indonesia. Jika kita teliti gerak, ucapan maupun berbagai tulisan mereka, ternyata mereka (sadar maupun tidak) telah menjadi alat pelaksana program-program Gerakan Freemasonry di Indonesia.

Dalam kiprahnya untuk memperbesar diri, PKI memecah-mecahkan dirinya menjadi berbagai organisasi, selain PKI sendiri, yang kelak nantinya menjadi kaki tangannya PKI. Pecahan-pecahan PKI itu antara in adalah:
  1. Partai Kornunis Indonesia (PKI)
  1. Partai Musyawarah Rakyat Banyak (MURBA) yang dipimpin oleh Ibrahim Tan Malaka. Partai ini mempunyai asas yang disebut “Madilog” (Materialisme, Dialektika dan Logika).
  1. Partai Buruh Indonesia
  1. Partai Sosialis Indonesia (PSI). Partai ini dipimpin oleh Syahrir.
  1. Angkatan Komunisme Muda
  1. Dan lain-lain.
Pada masa penjajahan Jepang, semua kegiatan partai dan organisasi sosial seperti beku. Namun mulai tahun 1945, semuanya bergerak kembali dengan membentuk pasukan masing-masing.

Tanggal 13 Agustus 1948, berdiri Front Demokrasi Rakyat, salah satu bagian dari PKI, yang dipimpin oleh Muso, Maruto, Darusman, Tan Ling Jie, Ngadiman, Cokronegoro, Sutrisno dan Aidit. Melalui wadah ini mereka beraksi menuntut agar Kabinet Hatta diganti dan tentara harus dipimpin oleh kader-kader yang progresif nasional.

Tanggal 18 September 1948, timbullah pemberontakan PKI Madiun. Di wilayah ini mereka mendirikan Republik Rakyat Indonesia. Pada aksinya ini, mereka banyak membunuh lawan politiknya, banyak madrasah dan masjid dibakar serta ulama yang dijumpai mereka bunuh. Ketika pemberontakan ini berhasil dipadamkan dan dianggap selesai, Soekamo tidak membubarkan PKI. Angin ini memberi kesempatan kepada mereka untuk membangun kekuatannya kembali.

Keadaan Indonesia yang tidak stabil tersebut memang memberikan peluang yang beraneka bentuk bagi Gerakan Freemasonry. Pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS) sampai menjadi Republik Indonesia (RI), Soekarno memegang kendali negeri ini sebagai presiden. Dengan kekuasaannya, ia ingin menyatukan paham politik yang bervisi besar, yang disebut gagasan Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunisme). Agar cita-citanya terlaksana, ia membubarkan Dewan Konstituante ketika suara Islam hampir menang. Ia menyuruh agar Indonesia kembali kepada Undang-undang Dasar 1945. Memang dengan cara demikian, Soekarno berhasil mengikis kekuatan Islam sedikit demi sedikit.

Soekarno membubarkan partai-partai politik yang menjadi saingan PKI dan partai-partai yang berasaskan nasionalisme. Misalnya ia membubarkan Partai Masyumi dengan alasan bahwa partai Islam ini terlibat pemberontakan PRRI dan Permesta. Dengan cara-cara demikian, Nasakom berdiri dengan mudah. Hubungan dengan negeri-negeri Komunis semisal Cina dan Soviet terus ditingkatkan. Bahkan ia bercita cita menyatukan Indonesia, Malaysia , Timor Timur, Brunei, Kamboja dan Thailand menjadi sebuah negara federasi. Melalui hubungan-hubungan dengan negeri-negeri Komunis itu, terbentuklah poros Jakarta-Hanoi-Pyongyang-Peking (Beijing).

Tahun 1965 meletuslah pernberontakan Gestapu PKI yang dibantu oleh sebagian dari orang-orang yang ada di dalam wadah PNI, Partindo dan Baperki. Dalam makar itu, tujuh orang jenderal TNI mereka bunuh. Karena diduga bahwa mereka itu adalah anak buahnya Syahrir, Soekarno acuh tak acuh.
G~30-S PKI akhirnya menjatuhkan Soekarno. Dengan berbagai trik yang jitu, Soeharto muncul ke panggung politik Indonesia. Walaupun ketika pembersihan PKI dilakukan dengan memakai tangan-tangan orang Islam namun tokoh-tokoh Islam kalah siasat. Akibatnya, Orde Baru dikuasai oleh kaum nasionalis-sosialis yang antipati terhadap Islam. Mereka mengikis peran Islam, sedikit demi sedikit, misalnya dengan mengeluarkan undang-undang dan peraturan yang mempersempit ruang gerak kaum Muslimin.

Keadaan tersebut memungkinkan munculnya Gerakan Freemasonry dengan segala bentuk dan kiprahnya. Dengan adanya angin yang diberikan oleh pemerintah Orde Baru, mereka mendirikan markasnya di Jakarta dalam bentuk lembaga penasehat pemerintah dari segi strategi nasional. Kemudian muncullah bentuk-bentuk Gerakan Freemasonry semisal Lions Club dan Rotary Club. Lewat lobi-lobi yang mereka lakukan, pemerintah Indonesia berhasil dipengaruhi. Salah satu usul mereka yaitu usaha menyatukan partai-partai Islam ke dalam sebuah wadah (yaitu Partai Persatuan Pembangunan – PPP) dan melarang berasaskan Islam, berbagai tabligh dikekang, muncullah organisasi Islam tandingan yang dihimpun di dalam Golongan Karya (Golkar). Aliran kepercayaan diberi tempat. Bahkan disahkan ke dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Padahal semua aliran kepercayaan ini berpedomankan Tri Ratna, yaitu bertuhan tanpa agama, bertaqwa tanpa syara’ dan memiliki wangsit (wahyu) tanpa perlu adanya Nabi.

Gerakan Freemasonry Indonesia mengadakan musyawarah tanggal 16 September 1972 di Singapura. Hasil musyawarah itu mereka namakan : “Panca Karsa Utama”, yaitu:
  1. Wahana Tanpa Daya. Semua partai politik di Indonesia dibuat hanya nama saja tanpa boleh memiliki kekuatan fisik maupun pengaruh.
  1. Triyana Tunggal Sila. Semua parpol harus berasaskan Pancasila. Partai Islam, Katholik, Protestan, harus lenyap, agama dilarang mewarnai panggung politik. Semua partai harus dihimpun ke dalarn tiga partai saja (PPP, PDI dan Golkar) dengan satu asas dan tujuan.
  1. Sirna Sangga Kawasa Nagara. Semua organisasi massa harus berasaskan dan bertujuan tunggal. Pancasila harus bersifat terbuka tidak boleh membeda-bedakan agama. Sebab bila membeda-bedakan agama itu berarti sikap terbelakang dan menghambat pembangunan. Semua organisasi keagamaan harus dihilangkan. Semua istilah Islam dan kearab-araban harus dikikis (nama-nama Islam, dan perilaku Islami, misalnya pemakaian jilbab).Keberadaan aliran kepercayaan diperkuat. Zakat fitrah digiatkan untuk kepentingan pembangunan sekularisasi. Perlu diadakan berbagai musabaqah dari tingkat RT sampai nasional dengan tujuan meninabobokan umat Islam, dan agar uang umat Islam tidak dipergunakan untuk kepentingan dakwah dan tabligh.
  1. Bhinneka Agama Miraga Tunggal. Semua agama diharapkan mengadakan fusi menjadi satu dalam tempat ibadah tunggal, yang dinamakan Wisma Bhakti Pancasila. Dalam hal ini, membeda-bedakan agama perlu dilarang ketat (perlu dibuat aturan Suku, Agama, Ras -SARA). Juga perlu dibuat perkuburan yang tidak membeda-bedakan agama (disatutempatkan).
  1. Nagara Utama. Terwujudnya negara Indonesia yang subur, makmur, dengan berasas tunggal, berkepercayaan tunggal, berbahasa tunggal dan bersuku tunggal, dengan cara menjalankan pembauran di segala bidang (kebangsaan, kesukuan dan keagamaan).
Inilah cita-cita Gerakan Freemasonry. Dengan sistematis mereka berusaha untuk mewujudkannya sampai semuanya mereka kuasai. Mereka menghendaki agar jamaah kaum Muslimin hilang dari bumi Indonesia. Dengan demikian, maka hilang pulalah umat Islam, hilang pula kekuatannya.

Dinukil dari buku Abdullah Pattani, “Tipu Daya Freemasonry di Asia Tenggara”, Thailand: Haji Ali bin Haji Sulong Press, 1414 Hijriyah

Sumber : Islam Pos

Kata-kata Bijak yang Koplak!

Hal yang paling sulit dari banjir informasi di abad informasi, adalah menyaringnya…

Kemampuan yang paling hebat, dan juga paling mengerikan dari para filsuf, sastrawan, dan penulis amatiran (seperti saya), adalah merangkai kata-kata. Kemampuan persuasi, yang bisa membuat hal-hal yang sebenarnya koplak, terlihat bijak. Suatu hal-hal yang jelas salah pun, akan bisa terlihat luar biasa benar, luar biasa masuk akal, lengkap dengan argumen yang indah dan berbunga-bunga, yang kedengarannya muncul dari seorang bijak berjanggut yang sedang bersemedi di bawah pohon, lengkap dengan kicauan burung di latar belakang.

Kata-kata bijak berikut ini, saat pertama anda membacanya, anda mungkin akan manggut-manggut setuju, hati anda tersentuh, bahkan mata anda akan berkaca-kaca sambil menghela napas panjang sambil membatin: ‘iya juga yaa..’ Benarkah itu bijak? Yuk kita kritisi..
 “Kita tidak perlu menghakimi keburukan orang lain. Biarlah itu urusan dia dengan Tuhannya. Hanya Tuhan yang tahu mana yang paling benar. Hanya Tuhan lah yang berhak menghakimi, di akhirat kelak..”
Wow, wow, wow, tunggu dulu.. Jika saja hanya Tuhan yang berhak menghakimi, mari kita bubarkan semua lembaga peradilan, karena manusia tidak berhak menghakimi bukan? Mau orang korupsi, mencuri, menjadi gay dan lesbian, menghina agama, bahkan membunuh orang lain, biarkan saja. Toh kita tidak berhak menghakimi orang lain kan? Hanya Tuhan yang berhak.  Jadi jika ada polisi yang coba mendenda kita karena buang sampah atau merokok sembarangan di Singapura, tampar saja si sok tahu itu, dan katakan: “hanya Tuhan yang berhak menghakimi saya!!” Jika kita hanya membiarkan Tuhan yang mengadili semua keburukan-keburukan manusia di dunia, kita tidak perlu hukum lagi, dan mari kita kembali ke zaman batu (bahkan manusia zaman batu pun punya peraturan). Atau kita ikuti saja kata-kata teman saya: “Lemah teles, Gusti Alloh seng mbales..”
“Kenapa kita ribut-ribut masalah yang sepele sih? Pornografi diributin, penulis buku yang mempromosikan lesbi dihalangin.. Lady Gaga diributin.. Mendingan urusin tuh koruptor, mereka yang lebih berbahaya bagi bangsa kita ini..”
Weks.. Ini sih sama saja dengan: “Ngapain kita tangkap orang yang nyolong sandal, tuh yang maling motor aja dikejar..”. Lha perbuatan buruk, besar atau kecil, tetap harus dihalangi. Jika orang tersebut menentang pornografi, bukan berarti dia diam saja terhadap koruptor kan? Bukankah lebih baik kita menjaga dari keduanya. Katakan: say no to pornografi dan korupsi! Dua-duanya, menurut saya, cepat atau lambat, akan menghancurkan negara ini. bahkan masyarakat barat sendiri pun cukup resah dengan pornografi, koq malah kita mendukungnya?
“Tuhan itu maha kuasa, maha agung, maha besar. Jadi ga perlu dibela. Jika kalian membentuk gerakan untuk membela agama, itu sama saja dengan kalian melecehkan kekuasaan dan kekuatan Tuhan. Tuhan ga perlu dibela..”
Weleh, tunggu sebentar. Organisasi-organisasi agama yang dibentuk selama ini, dari agama manapun, didirikan untuk membela Tuhan, atau untuk kepentingan para pemeluk agama? Organisasi tersebut dibentuk untuk mengurusi, menyuarakan, dan mengakomodasi kepentingan para penganutnya. Jika organisasi tersebut bertujuan melindungi kepentingan para anggotanya, kenapa dituduh sedang berusaha membela Tuhan? Saya koq tidak ingat ada organisasi agama yang visi dan misi organisasinya adalah: “untuk membela Tuhan di muka bumi..”
“Kenapa sih anti banget dengan seks bebas? Anti banget dengan rok mini? Padahal diam-diam toh suka nonton film porno, doyan seks juga, suka melototin paha juga.. Dasar otaknya aja yang kotor.. Bersihin tuh otaknya, jangan urusin pakaian orang lain.. Kalau otaknya bersih dan imannya kuat, mau ada yang telanjang di depannya juga ga akan tergoda.. Gak usah munafik dan sok suci deh..”
Lhaaa… Sebentar… Kelompok yang anti seks bebas bukan berarti mereka ga doyan seks ya.. Yang menjadi penentu adalah bagaimana cara kami menyalurkan hasrat kami.. Kami tentu saja suka seks, menikmati seks, tapi dengan pasangan kami, dengan cara yang bertanggung jawab.. Seks merupakan rahmat Tuhan, tapi nikmatilah secara bertanggung jawab.. Jika kami memang maniak seks yang suka meniduri semua makhluk yang berkaki dua, tentu saja kami dengan senang hati mendukung seks bebas.. Itu berarti kami makin bebas meniduri berbagai macam wanita tanpa harus pusing mikirin pampers dan susu, karena, dengan menyebarnya paham seks bebas, makin banyak wanita yang bersedia kami manfaatkan (dan kami tiduri), kemudian kami tinggalkan setelah puas..

Otak kami yang kotor? Ayolah, jika saja para lelaki diciptakan tanpa nafsu, maka sudah lama manusia punah.. Sudah kodratnya laki-laki akan tergerak nafsunya jika melihat paha wanita.. Jika ada lelaki yang dengan gagah berani bilang tidak tergerak nafsunya saat melihat paha wanita cantik, itu hanya omong kosong agar semakin banyak wanita yang memamerkan pahanya dengan senang hati.. Rok mini, memang diciptakan untuk memancing perhatian (dan nafsu) para lelaki.. Jika kami memang berfikiran kotor dan tak bisa menahan iman, tentu kami akan turun ke jalan untuk mendukung semua wanita memakai rok mini.. Makin banyak wanita yang bisa memuaskan nafsu kotor kami.. Jadi, siapakah yang berfikiran kotor dan tidak bisa menahan iman? Para lelaki yang menentang rok mini, atau pendukungnya? Para penentang seks bebas, atau pendukungnya?

Propaganda, seringkali seperti pelacur, menggunakan riasan tebal dan indah untuk menutupi kebusukan di baliknya..

Saya pernah tinggal di kos-kosan di Yogya, yang anak-anaknya terdiri dari berbagai macam aliran: agnostik, atheis, kejawen, liberal, penyembah keris, bahkan ada begitu bingung, sehingga akhirnya mengaku sebagai komunis relijius…

Dengan beragamnya fikiran yang pernah kami perdebatkan, diiringi menyeruput kopi dan menghisap rokok, fikiran saya dijejali dengan berbagai macam aliran lengkap dengan argumen yang luar biasa indah.. Mungkin itu yang membuat saya jadi terlatih mengasah logika, sambil garuk-garuk kepala, dan selalu mencoba melihat jauh ke balik kata-kata nan indah itu.. Nih, kata-kata bijak yang lagi trend saat ini:
“Lady Gaga koq diributin.. Apa bedanya dengan yang sudah ada di Indonesia? Penyanyi Indonesia juga banyak tuh yang seronok. Tuh penyanyi dangdut seronok masuk sampai ke kampung-kampung, ditonton anak-anak. Jika mau adil, yang seperti itu juga dilarang dong..”
Lha para pendukung kebebasan itu memangnya selama ini mendukung pelarangan pornografi sampai ke kampung-kampung? Dulu saat Inul banyak yang menentang, kaum liberalis juga menggunakan dalil yang sama: ‘yang lain juga dilarang doong’. Protes soal chef Sarah Quin (betul ga ya namanya?), juga ditentang dengan alasan: ‘dia ga sengaja tampil seronok koq’. Jika tempat-tempat maksiat digerebek, katanya menghalangi orang cari nafkah. Jika penyanyi dangdut seronok itu diprotes masyarakat sekitar, dijawab: urus dosa masing-masing, kalau ga suka ya ga usah nonton.. Bahkan di saat semua itu berusaha dikurangi dengan UU Anti Pornografi dan Pornoaksi, banyak yang menjerit-jerit: “jangan memasung kebebasan berekspresi!” Intinya kan sebenarnya: “Jangan larang kami melakukan pornografi dan pornoaksi, di tingkat manapun! Mau kami menari bugil sambil mutar-mutarin baju di atas kepala di genteng rumah kami, yo jangan protes!” Jadi, kenapa membanding-bandingkan Lady Gaga ama Keyboard Mak Lampir? (julukan para pedangdut seronok di daerah kami..). Toh dua-duanya sebenarnya kalian dukung, atas nama kebebasan berekspresi? Kami, malah sedang berusaha menentang dua-duanya..
“Kita hidup dlm masyarakat yg sangat plural, sehingga setiap individu hendaknya bebas memilih & menjalankan apapun prinsip hidupnya (termasuk mendukung Irshad Manji atau Lady Gaga), lalu semuanya saling menghormati dlm segala perbedaan pilihan tsb”
Hmm.. Bijak dalam teori, kacau balau dalam praktek. Jika saja semua individu bebas menjalankan prinsip hidupnya, maka kita ga perlu nunggu suku Maya meramalkan akhir dunia. Bisa dibayangkan, jika banyak orang yang mendukung Sumanto, lalu menjalankan prinsip hidupnya sebagai kanibal, maka ayam goreng Kentucky ga bakal laris lagi, dan banyak orang yang nenteng-nenteng pisau daging dan botol merica di jalanan.. Atau, jika banyak orang yang mendukung Amrozi, kemudian menjalankan prinsip hidupnya sebagai pelaku bom bunuh diri, maka terminal bus way yang paling sesak pun akan bubar dalam 5 detik (termasuk penjaga tiketnya) begitu ada lelaki menyandang ransel datang mendekat..
Ya, ya saya tahu.. Argumen saya di atas pasti akan berusaha dimentahkan dengan argumen: “yang penting kan ga merugikan kalian” dalam bentuk kata-kata bijak nan koplak berikut:
“Apa salahnya dengan pornografi? Atau lesbi? Atau perbuatan-perbuatan maksiat lainnya? Toh ga merugikan anda. Jika anda tidak suka, ya ga usah ditonton, ga usah diikuti.  Jika takut anak anda terpengaruh, ya perkuat pendidikan iman anak-anak anda. Kalau iman sudah kuat, mau 1000 Lady Gaga datang ke Indonesia, iman kita (dan anak-anak kita) tidak akan terpengaruh..”
Hellooo.. Kita memang makhluk individu, tapi kita juga makhluk sosial. Setiap tindakan kita, sekecil apapun, akan berpengaruh terhadap lingkungan kita. Contoh gampangnya, kenapa kita protes sama tetangga kita yang buang sampah ke kali? “Toh sampahnya sampah dia sendiri (ya mana mungkin dia dengan ikhlas buangin sampahnya ente), kalinya bukan milik mbahmu, lantas kenapa ente yang sewot?” Lha memangnya kalo banjir, banjirnya muter-muter dulu cari siapa bajingan yang membuang sampah, lalu terus menyerbu menggenangi rumah tetangga anda saja sampai setinggi kepala?

Ok kita tidak suka perbuatan-perbuatan maksiat, dan kita berhasil menghindarinya. Lalu kita juga menanamkan iman yang kuat ke anak-anak kita, dan juga berhasil. Dan kita teriak ke luar sana: “Maree seneee Lady Gaga, Freddy Mercury, Jhon Kei dan Mak Lampir jadi satu!! Iman saya dan keluarga saya dah kuat koq!” Tapi sekian tahun ke depan, tiba-tiba ada anak tetangga kita yang kecanduan pornografi, lalu tidak tahan, dan akhirnya memperkosa anak perempuan kita.. Atau ada orang yang mabuk karena alkohol dan narkoba, lalu menabrak seluruh keluarga kita yang sedang jalan-jalan di trotoar.. Atau anak perempuan kita hilang, diculik sindikat yang menjualnya ke prostitusi.. Atau anak lelaki anda disodomi keluarga jauh anda.. Atau seorang pecandu merampok dan membunuh anda karena butuh uang untuk beli sabu.. Sama seperti banjir, ekses negatif dari perbuatan maksiat, tidak akan pernah pilih-pilih siapa korbannya, baik anda berbuat maksiat atau tidak..

Benar, bahwa kita tidak salah 100%, tapi, sebenarnya, kita tetap punya andil dalam hal itu. Kita sukses memperkuat iman keluarga kita, tapi kita abai dengan lingkungan kita. Itulah kenapa dalam Islam ada seruan: “amar makruf, nahi munkar”. Menyeru kepada kebajikan, mencegah kemungkaran. Jika kita mengabaikan kemunkaran di lingkungan kita, dengan prinsip: “urus dosa masing-masing”, yakinlah, cepat atau lambat, kita akan memetik hasilnya…

Masih enggan untuk amar makruf nahi munkar?

“Beri saya 10 media massa, maka saya akan merubah dunia..”
Saat ini, sungguh naif jika kita percaya media mainstream akan memberikan opini yang netral dan berimbang terhadap semua hal. Mereka akan memberikan opini yang sesuai dengan kepentingan sang pemilik (gimana kalo pemiliknya adalah Ryan Jagal?). Sungguh sangat berbahaya jika kita menganggap semua yang diberitakan media adalah berita yang 100% benar, tanpa berusaha mengkritisi dan mencari berita dari sudut pandang lain sebagai penyeimbang. Yuk, kita kritisi kata-kata bijak penutup ini.
“Menonton atau membaca pornografi, kekerasan, atau apapun tidak akan mempengaruhi saya. Toh semua manusia dibekali filter untuk menyaring, dan otak untuk berfikir. Jadi mau saya baca atau tonton ribuan kali pun , tidak akan merubah pendirian saya.. Satu kali nonton konser lady Gaga tidak akan membuat yg nonton jd pemuja setan dan lesbian kan?”
Hohohoho.. Yuk kita bandingkan keadaan sekarang dan keadaan 20 tahun yang lalu, tahun 80-90an. Zaman dulu, seks bebas di Indonesia masih sangat sedikit jumlahnya. Untuk kaum remaja saat itu, bergandengan tangan di depan umum saja, sudah menimbulkan ledekan yang membuat sang pelaku ingin menceburkan diri ke selokan terdekat. Lihat anak-anak sekarang? Mungkin anda sendiri yang dengan sukarela akan menceburkan diri ke selokan terdekat saat melihat gaya mereka berpacaran. Bahkan sekarang mereka dengan senang hati menyebarkan prilaku mereka dalam bentuk video yang jumlahnya mulai menyaingi produksi film porno Amerika dalam setahun.. Kenapa bisa bergeser? Apa anda kira para orang tua dan guru lah yang menanamkan dogma: “Anakku, kamu harus rajin-rajin seks bebas yaa, biar dapat rangking.. Yuk kita memasyarakatkan seks bebas dan menseks bebaskan masyarakat..”?

Jadi, siapa yang mengajari mereka? Jawabannya sederhana: media massa. Selama berpuluh-puluh tahun mereka menggempur otak bawah sadar kita dengan berbagai film, buku, berita, cerita, sinetron, dan lain-lain yang secara sangat halus menyiratkan: “Seks bebas itu hal yang biasa aja cooy.. Anak gaul, malu dong jika masih perawan di usia 18. Tuh, banyak artis idola kamu yang melakukannya.” Memang benar 1000 kali membaca, atau 1x nonton Lady Gaga belum tentu merubah kita.. Tapi, pesan-pesan itu ditanamkan selama berpuluh-puluh tahun, dalam bentuk jutaan pesan per tahun, dari berbagai arah, terhadap anda dan keluarga anda. Yakin anda dan keluarga anda tidak terpengaruh sedikitpun?

Siapa yang paling mudah bobol? Tentu saja anak anda. Anda kira, kenapa iklan McDonald dan rokok mengarah kepada anak-anak dan remaja? Karena merekalah berada dalam fase yang labil dan paling mudah dipengaruhi, dibandingkan orang tuanya. Saat mereka menjadi dewasa dan lebih bijaksana, rokok, junkfood dan seks bebas itu sudah menjadi kebiasaan mereka, candu mereka, sehingga mereka akan sangat sulit meninggalkannya, walau akhirnya paham kerusakan macam apa yang ada dibaliknya.

“Tetap ngga ngaruh maaas, iman gue kan KW1″ Mungkin. Tapi, sedikit banyak, anda akan terpengaruh. Anda akan menjadi permisif: “Biar ajalah orang lain melakukannya, yang penting aku tidak.. Toh banyak yang melakukan, dan itu bukan urusanku”. Itulah yang menjadi target selanjutnya: menanggalkan kontrol sosial anda.. Jika laju ‘cuci otak’ ini terus berlanjut, sepuluh tahun ke depan, jangan heran jika akhirnya kitalah yang mengekspor video porno ke Amerika dan masyarakat Amerika lah yang nonton konser Iwak Peyek Tour 2022.
“Jangan melihat siapa yang mengatakan dong. Kalau mau mengkritisi, kritisi gagasannya, kata-katanya, fikirannya. Jangan kritisi pribadi dan kelakuannya (bahasa alaynya: ad hominem).”
Oalaaah.. Saya beri contoh kasus ringan. Misalnya, kata-kata ini diucapkan dua orang yang berbeda: “Saya akan memajukan bangsa Indonesia. Saya akan berjuang menciptakan budaya bebas korupsi, pola hidup sederhana, dan mengikis habis kebohongan birokrat dan legislatif” Yang pertama, diucapkan oleh Buya Hamka. Satu lagi, diucapkan Angelina Sondakh. Saya rasa, yang pertama membuat anda manggut-manggut percaya, dan yang kedua membuat anda setengah mati menggigit bibir, lalu terguling karena tertawa terbahak-bahak.. Kenapa kata-kata yang sama persis, dengan nada sama persis, tapi diucapkan oleh dua orang yang berbeda, hasilnya bisa berbeda? Setiap kata-kata, sebijak apapun, selalu ada motif dibaliknya. Dan motif itu, sangat terkait dengan pribadi orang yang mengucapkannya. Jadi, kenapa kita tidak boleh mengkritisi pribadi yang mengucapkannya?

Jika anda ingin minta pendapat tentang gaya rambut, anda bertanya kepada penata rambut, atau ke tukang las? Jika saya bilang “lha masa tukang las mengerti soal gaya rambut”, apa itu ad hominem?
Kasus Irshad Manji adalah contoh lain yang gamblang tentang hal itu. Dia dibesar-besarkan media sebagai seorang reformis muslim yang berusaha mencerahkan umat Islam. Tapi di dalam bukunya, ia membantah prinsip-prinsip Islam sendiri dengan cara mempromosikan lesbian, gay dan transgender, menghina jilbab, bahkan meragukan kesempurnaan Al Quran..  Jika kita mengkritisi pribadinya yang lesbian (dan tentu saja ia akan berjuang keras agar lesbian dihalalkan dalam Islam) dan mengkritisi sikapnya yang meragukan Al Quran, di mana salahnya? Bukankah kita memang selalu menilai siapa yang berbicara, bukan hanya apa yang ia ucapkan? Bagaimana mungkin dia seorang muslim, jika ia meragukan Al Quran? Itu kan sama saja dgn ia mengaku lesbian, sambil menyatakan lagi jatuh cinta dgn Rhoma Irama.. Lha kenapa jika kami meragukan keislamannya, tiba-tiba muncul teriak-teriak histeris “Ad hominem! Ad hominem!?”
Nah, kata bijak terakhir ini, mungkin adalah yang paling masuk akal, dan paling sulit dibantah. Tapi mungkin juga, inilah kata-kata bijak yang paling koplak..
 “Di masyarakat yang plural ini, janganlah ada pemaksaan kehendak. Biarlah setiap orang melakukan pilihannya sendiri, tanpa paksaan. Sesuatu yang dipaksa itu pasti tidak baik. Nilai yang dianut setiap orang berbeda, jadi jangan paksakan nilai yang kamu anut terhadap orang lain.. Jangan jadi tirani mayoritas..”
Sulit membantahnya kan?
Pertama-tama, saya tanya dulu: apakah sebagian besar dari kita memang dengan sukarela masuk kerja jam 8 dan pulang jam 5 atau bahkan lembur? Apakah memang kita yang memohon-mohon agar jatah cuti kita setahun cukup dua minggu? Apa anda memang luar biasa ikhlas dengan jumlah gaji anda sekarang? Jika tidak, kenapa anda tidak coba mengatakan kepada atasan anda sekarang:”Maaf pak, sebenarnya saya menganut paham bahwa kerja itu hanya 3 jam sehari, cuti 6 bulan dalam setahun, dengan gaji minimal 30 juta. Jadi, jangan paksakan kehendak bapak..”

Apa anda dulu saat remaja belajar dengan sukarela, ikhlas bin legowo?
Semua hukum dan undang-undang, apalagi dalam alam demokrasi, pada prinsipnya, adalah pemaksaan kehendak, dari sebagian besar masyarakat yang sepakat, kepada masyarakat lainnya yang tidak sepakat. Memangnya semua orang setuju dengan UU tentang Narkotika? Atau UU tentang Korupsi? Atau bahkan UU Pajak? Apa anda kira semua wajib pajak memang sudah gatal setengah mati ingin membayar pajak sebesar itu? Lha kenapa kaum liberal ga pernah menjerit-jerit di jalanan: “Jangan paksakan kehendak! Biarkan mereka bayar pajak seikhlasnya..”

Jadi kenapa, saat ada penduduk di suatu daerah setuju untuk memberlakukan perda anti prostitusi, perjudian dan miras, dengan hukuman cambuk bagi pelakunya, kaum liberal tiba-tiba lantang berteriak “Itu melanggar HAM!”. Anda kira memenjarakan orang itu tidak melanggar HAM nya untuk hidup bebas merdeka? Dan kenapa, ketika RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi berusaha disahkan, tiba-tiba saja prinsip demokrasi berdasar suara terbanyak dianggap sebagai tirani mayoritas? Jika memang begitu, ga ada salahnya dong jika para pecandu narkoba dan miras ramai-ramai naik xenia untuk demo di jalanan dan berteriak “Jangan jadi tirani mayoritas! Kalian sudah melanggar HAM kami untuk ajeb-ajeb sampai pagi..”.

Jika saja setiap undang-undang harus disepakati semua orang dulu baru bisa disahkan, maka kita tidak akan pernah punya undang-undang satu pun. Yang tidak boleh, adalah memaksa dengan kekerasan. Jika sudah banyak yang setuju, dan memang UU itu demi kebaikan bersama (sama seperti kita dipaksa belajar saat remaja), di mana salahnya?

Penutup
Jujur, saya tidak membenci orang-orang liberal. Beberapa teman-teman dekat saya adalah orang liberal. Dan saya tahu, beberapa dari mereka, memang yakin bahwa yang mereka perjuangkan adalah demi kebaikan bangsa.. Tapi, banyak juga di antara mereka yang hanya ingin menciptakan lingkungan yang tepat, untuk melampiaskan nafsu mereka..

Tapi, saya koq sama sekali tidak sreg melihat arah menuju kebebasan yang mulai sangat kebablasan ini. Lihat generasi muda kita. Terus terang, jika melihat gang motor melintas yang membuat saya ngeri, video porno remaja yang terbit seminggu sekali, anak-anak SD di warnet yang saling memaki sambil mendownload lagu “selinting ganja di tangaaan…”, remaja yang membentak ibunya, siswa SMP menjual diri demi beli handphone, dan penjual narkoba yang jauh lebih banyak daripada indomaret, saya kadang-kadang pingin kemas-kemas dan pesan tiket ojek sekali jalan ke Timbuktu. Bukan ini lingkungan yang saya bayangkan bagi saya dan anak-anak saya kelak.. Dan saya bisa bayangkan masa depan negara kita jika para remaja yang seperti ini yang menjadi para pemimpin kita kelak..

Lantas apa yang bisa kita lakukan? Mengharapkan media mainstream untuk mendidik remaja kita, sama saja seperti mengharapkan Lady Gaga mengisi kuliah subuh. Mereka lah yang menolak paling keras dan berjuang menggiring opini masyarakat setiap kali kita ingin negara mengendalikan mereka. Kadang-kadang, saya merasa, mereka lah yang menjadi lembaga superbody. Dan ingatlah: para wartawan media, adalah karyawan, yang tunduk pada kehendak majikan mereka.

Jurnalisme warga seperti kompasiana, forum-forum seperti kaskus, blog-blog, dan media-media online lainnya, mungkin itulah satu-satunya harapan kita di masa depan.  Sulit melawan media mainstream? Jelas, jika dilakukan sendirian. Tapi, saya yakin, banyak orang-orang yang memiliki nurani di luar sana yang, saya harap, bersedia menyeimbangkan dan memulihkan cuci otak masyarakat dari pengaruh yang telah media massa berikan. Ingatlah, revolusi raksasa yang merubah bangsa Arab sudah membuktikan, bahwa kekuatan jurnalisme warga yang bersatu bahkan mampu menumbangkan para pemimpin yang didukung salah satu negara terkuat di dunia. Demi hidup kita, dan hidup anak-anak kita, apa itu bukan sesuatu yang pantas diperjuangkan?

“Orang-orang yang mencari kebenaran itu, seperti air. Jika dihadang, ia berbelok. Dibendung, ia akan merembes. Bahkan jika dibendung dengan menggunakan beton dalam bendungan raksasa, ia akan menguap.. Ia tidak akan pernah lelah mencari jalannya…”
Oleh: Dian Jatikusuma, Medan
Penulis adalah Kompasianer

Sumber :  Fimadani

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

IBADAH

Lihat Artikel Lainnya»

PEMIKIRAN

Lihat Artikel Lainnya»
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AL-IKHWAN17 - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger