Headlines News :
Home » , » Hari-Hari Puasa Sunah

Hari-Hari Puasa Sunah

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Senin, 01 Oktober 2012 | 19.11

Apakah itu puasa sunah ? Puasa sunnah adalah menahan diri dari makan minum serta hal-hal yang membatalkannya mulai terbit fajar sampai terbenam matahari, bagi yang melaksanakannya mendapat pahala dan bagi yang meninggalkannya tidak mendapat dosa.

Puasa-puasa yang disunahkan adalah:

1. Puasa Arafah bagi yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. "Puasa di hari arafah, menghapus dosa dua tahun, setahun yang silam dan setahun yang akan datang." (HR Muslim).

2. Puasa Asyura dan Tasu'a. Yaitu dihari ke sembilan dan sepuluh bulan Muharam (Asyura). "Dan puasa Asyura itu menghapus dosa setahun yang telah lalu." (HR Muslim). Tentang puasa Tasu'a, pada setahun sebelum beliau meninggal beliau bersabda, "Pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari ke sembilan."

3. Puasa enam hari di bulan Syawal "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dan meneruskannya di bulan enam hari di bulan Syawal, maka seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR Muslim).

4. Puasa di bulan Sya'ban. "Aisyah berkata, 'Aku tidak pernah melihat beliau (Rasulullah saw.) lebih banyak berpuasa kecuali di bulan Sya'ban." (HR Muslim)

5.Sepuluh pertama bulan Dzulhijjah, berdasarkan hadis Bukhari dan Muslim yang menerangkan bahwa tidak ada hari-hari yang amal shaleh lebih dicintai di dalamnya dari pada hari-hari sepuluh Dzul hijjah.

6. Puasa hari-hari putih, yaitu pada tanggal 13.14. 15 pada setiap bulan Hijriah. Puasa hari tersebut seperti puasa sepanjang tahun (sesuai dengan HR Nasa'i).

7. Puasa hari Senin dan Kamis "Sesungguhnya amal perbuatan diperlihatkan setiap hari Senin dan Kamis, kemudian Allah mengampuni setiap orang muslim atau orang mukmin kecuali dua orang yang saling mendiamkan. Allah berfirman, ' Tundalah pengampunan mereka berdua'." (HR. Ahmad).

8. Puasa Dawud, sehari puasa sehari tidak. Puasa sunah yang paling baik dan paling dicintai Allah.

9. Puasa bujangan yang belum mampu nikah. "Wahai para pemuda, Barang siapa mampu untuk menikah, maka hendaklah segera menikah. Karena hal itu lebih menjaga pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, hendaklah ia berpuasa. Karena puasa adalah wija' (mengendurkan gejolak syahwat baginya." (HR Bukhari).
Bagikan Artikel Ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AL-IKHWAN17 - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger