Headlines News :

Neo-Nazi Mengancam Bantai Muslim Yunani

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Senin, 20 Mei 2013 | 00.19

Neo-Nazi di Athena telah memberikan ultimatum satu bulan bagi umat Islam untuk meninggalkan Yunani atau mereka akan “dibantai seperti ayam”.

“Muslim pembunuh , sampai 30 Juni tutup pintu rumah Anda di Yunani dan silahkan anda pergi ke neraka,” begitu bunyi surat yang dikirim ke halaman web dari Asosiasi Muslim Yunani dan dikutip oleh situs EnetEnglish.

“Jika setelah 1 Juli dan seterusnya mereka (muslim) masih di sini, akan dibantai seperti ayam di jalan.”
Ditulis dalam bahasa Yunani, bahasa Inggris dan Arab, surat menggunakan bahasa vulgar terhadap Muslim di Yunani.

Surat yang mengancam bahwa jika umat Islam tidak meninggalkan negara itu, maka “akan ada darah”
Lambang dari neo-Nazi, kelompok fasis, Golden Dawn, yang dicetak pada surat itu.

Dilecut oleh krisis ekonomi saat ini di Yunani, partai sayap kanan Golden Dawn telah mendapatkan popularitas dengan isu permusuhan terhadap imigran.

Partai ini telah disalahkan atas serangan baru-baru ini terhadap imigran di Yunani, yang merupakan gerbang utama bagi para migran sebagian besar berasal dari Asia dan Afrika yang mencoba memasuki Uni Eropa.
Asosiasi Muslim menegaskan bahwa surat itu ditujukan kepada umat Islam dan bukan imigran yang lain.
“Dan ini menunjukkan bahwa kebencian agama yang terang-terangan.”

Atas dasar ini, komunitas muslim mendesak pemerintah Yunani “untuk memastikan bahwa semua warga negara menikmati hukum yang sama dan bahwa tidak menjadi mangsa antar golongan.”

Kini Muslim disana mencapai hampir 1,3 persen dari 10,7 juta penduduk Yunani.
Gejolak anti-Muslim telah meningkat sejak Yunani terhantam krisis hutang, Negara yang berjuang melawan resesi yang telah mengakibatkan ribuan PHK dari pekerjaan mereka.

Pada tahun 2011, saat umat Islam melakukan sholat idul Adha di tempat terbuka di dekat pusat kota di Athena, dilecehkan oleh penduduk lokal yang melemparkan telur pada mereka dan mereka memainkan musik keras dari rumah-rumah mereka.

Inilah Sejarah Ka'bah dari Masa ke Masa

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Minggu, 19 Mei 2013 | 20.03

Awalnya, Mekkah hanyalah sebuah hamparan kosong. Sejauh mata memandang pasir bergumul di tengah terik menyengat. Aliran zamzamlah yang pertama kali mengubah wilayah gersang itu menjadi sebuah komunitas kecil tempat dimulainya peradaban baru dunia Islam.

Bangunan persegi bernama Ka’bah didaulat menjadi pusat dari kota itu sekaligus pusat ibadah seluruh umat Islam. Mengunjunginya adalah salah satu dari rukun Islam, Ibadah Haji.

Ka’bah masih tetap berdiri kokoh hingga saat ini dan diperkirakan masih terus berdiri hingga kiamat menjelang. Beberapa generasi pernah menjadi saksi berdirinya Ka’bah hingga berbagai kemelut menyelimutinya.

Adalah Ismail, putra Nabi Ibrahim dan Siti Hajar, yang kaki mungilnya pertama kali menyentuh sumber mata air zamzam. Akibat penemuan mata air abadi ini, Siti Hajar dan Ismail yang kala itu ditinggal oleh Ibrahim ke Kanaan di tengah padang, tiba-tiba kedatangan banyak musafir. Beberapa memutuskan untuk tinggal, beberapa lagi beranjak.

Ibrahim datang dan kemudian mendapatkan wahyu untuk mendirikan Ka’bah di kota kecil tersebut. Ka’bah sendiri berarti tempat dengan penghormatan dan prestise tertinggi.

Ka’bah yang didirikan Ibrahim terletak persis di tempat Ka’bah lama yang didirikan Nabi Adam hancur tertimpa banjir bandang pada zaman Nabi Nuh. Adam adalah Nabi yang pertama kali mendirikan Ka’bah.
Tercatat, 1500 SM adalah merupakan tahun pertama Ka’bah kembali didirikan. Berdua dengan putranya yang taat, Ismail, Ibrahim membangun Ka’bah dari bebatuan bukit Hira, Qubays, dan tempat-tempat lainnya.
Bangunan mereka semakin tinggi dari hari ke hari, dan kemudian selesai dengan panjang 30-31 hasta, lebarnya 20 hasta. Bangunan awal tanpa atap, hanyalah empat tembok persegi dengan dua pintu.

Celah di salah satu sisi bangunan diisi oleh batu hitam besar yang dikenal dengan nama Hajar Aswad. Batu ini tersimpan di bukit Qubays saat banjir besar melanda pada masa Nabi Nuh.

Batu ini istimewa, sebab diberikan oleh Malaikat Jibril. Hingga saat ini, jutaan umat Muslim dunia mencium batu ini ketika berhaji, sebuah lelaku yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad.

Selesai dibangun,  Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyeru umat manusia berziarah ke Ka’bah yang didaulat sebagai Rumah Tuhan. Dari sinilah, awal mula haji, ibadah akbar umat Islam di seluruh dunia.

Karena tidak beratap dan bertembok rendah, sekitar dua meter, barang-barang berharga di dalamnya sering dicuri. Bangsa Quraisy yang memegang kendali atas Mekkah ribuan tahun setelah kematian Ibrahim berinisiatif untuk merenovasinya. Untuk melakukan hal ini, terlebih dahulu bangunan awal harus dirubuhkan.
Al-Walid bin Al-Mughirah Al-Makhzumy adalah orang yang pertama kali merobohkan Ka’bah untuk membangunnya menjadi bangunan yang baru.

Pada zaman Nabi Muhammad, renovasi juga pernah dilakukan pasca banjir besar melanda. Perselisihan muncul di antara keluarga-keluarga kaum Quraisy mengenai siapakah yang pantas memasukkan Hajar Aswad ke tempatnya di Ka’bah.

Rasulullah berperan besar dalam hal ini. Dalam sebuah kisah yang terkenal, Rasulullah meminta keempat suku untuk mengangkat Hajar Aswad secara bersama dengan menggunakan secarik kain. Ide ini berhasil menghindarkan perpecahan dan pertumpahan darah di kalangan bangsa Arab.

Renovasi terbesar dilakukan pada tahun 692. Sebelum renovasi, Ka’bah terletak di ruang sempit terbuka di tengah sebuah mesjid yang kini dikenal dengan Masjidil Haram. Pada akhir tahun 700-an, tiang kayu mesjid diganti dengan marmer dan sayap-sayap mesjid diperluas, ditambah dengan beberapa menara. Renovasi dirasa perlu, menyusul semakin berkembangnya Islam dan semakin banyaknya jemaah haji dari seluruh jazirah Arab dan sekitarnya.

Wajah Masjidil Haram modern dimulai saat renovasi tahun 1570 pada kepemimpinan Sultan Selim. Arsitektur tahun inilah yang kemudian dipertahankan oleh kerajaan Arab Saudi hingga saat ini.

Pada penyatuan Arab Saudi tahun 1932, negara ini didaulat menjadi Pelindung Tempat Suci dan Raja Abdul Aziz adalah raja pertama yang menyandang gelar Penjaga Dua Mesjid Suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pada pemerintahannya, Masjidil Haram diperluas hingga dapat memuat kapasitas 48.000 jemaah, sementara Masjid Nabawi diperluas hingga dapat memuat 17.000 jemaah.

Pada pemerintahan Raja Fahd tahun 1982, kapasitas Masjidil Haram diperluas hingga memuat satu juta jemaah. Renovasi ketiga selesai pada tahun 2005 dengan tambahan beberapa menara. Pada renovasi ketiga ini, sebanyak 500 tiang marmer didirikan, 18 gerbang tambahan juga dibuat. Selain itu, berbagai perangkat modern, seperti pendingin udara, eskalator dan sistem drainase juga ditambahkan.

Saat ini, pada masa kepemimpinan Raja Abdullah bin Abdul-Aziz, renovasi keempat tengah dilakukan hingga tahun 2020. Rencananya, Masjidil Haram akan diperluas hingga 35 persen, dengan kapasitas luar mesjid dapat menampung 800.000 hingga 1.120.000 jemaah. Jika rampung, bagian dalam Masjidil Haram akan dapat menampung hingga dua juta jemaah.

Banjir Ka’bah
Bencana alam yang mungkin sering terjadi di wilayah Mekkah adalah banjir. Terbesar tentu saja pada masa banjir bandang Nabi Nuh. Kala itu seluruh bangunan Ka’bah runtuh. Banjir juga terjadi beberapa kali di masa Nabi Muhammad. Sepeninggalnya, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, banjir merusak dinding-dinding Ka’bah.

Salah satu banjir yang sempat terdokumentasikan adalah banjir besar pada tahun 1941. Dalam gambar yang dipublikasikan secara luas, terlihat bagian dalam Masjidil Haram terendam banjir hingga hampir setengah tinggi Ka’bah.

Di beberapa tempat bahkan mencapai leher orang dewasa. Banjir-banjir inilah yang kemudian membuat beberapa tiang mesjid yang terbuat dari kayu menjadi lapuk dan rapuh. Kerajaan Saudi terpaksa harus melakukan perbaikan beberapa kali untuk mengatasi hal ini.

Banjir sering terjadi di Mekkah karena letak geografis kota tersebut yang diapit beberapa bukit. Hal ini menjadikan Mekkah berada di dataran rendah yang letaknya seperti mangkuk. Air hujan tidak dapat dapat mudah diserap oleh tanah, mengingat lahan Timur Tengah yang tandus. Alhasil banjir bisa berlangsung selama beberapa lama. Ditambah lagi, sistem drainase kala itu tidak sebaik sekarang.

Selain banjir, berbagai insiden pertumpahan darah tercatat pernah mewarnai sejarah Masjidil Haram. Mulai dari zaman sebelum Nabi Muhammad lahir hingga ke zaman modern di abad ke 20. Beberapa insiden tersebut diakhiri dengan kemenangan para penguasa Ka’bah.

Serangan Gajah
Serangan terhadap Ka’bah yang paling terkenal terjadi pada tahun 571 Masehi, tahun kelahiran Nabi Muhammad. Kala itu, sebanyak 60.000 pasukan gajah yang dipimpin oleh Gubernur Yaman, Abrahah, berencana menyerbu Mekkah dan menghancurkan Ka’bah.

Negara Yaman adalah salah satu negara Kristen besar kala itu. Sebuah gereja besar yang indah didirikan pada pemerintahan Raja Yaman, Habshah. Gereja tersebut bernama Qullais. Abrahah sebagai pembina gereja bersumpah akan memalingkan pemujaan warga Arab dari Ka’bah di Mekkah ke gerejanya di Yaman.

Alkisah, mendengar hal ini, seorang Arab dari qabilah Bani Faqim bin Addiy tersinggung kemudian masuk ke dalam gereja dan membuang hajat di dalamnya. Abrahah marah luar biasa dan bersumpah akan meruntuhkan Ka’bah. Berangkatlah dia beserta tentara terkuatnya, menunggang 60.000 ekor gajah.

Tidak ada satupun kekuatan kabilah Arab Saudi yang mampu menandingi kekuatan puluhan ribu tentara gajah tersebut. Berdasarkan komando dari kakek Muhammad, Abdul Mutalib, para penduduk Mekkah mengungsi ke puncak-puncak bukit di sekeliling Ka’bah. Berangkatlah rombongan tentara Abrahah menuju Ka’bah, hendak menghancurkan bangunan mulia tersebut.

Menurut kisah, laju tentara gajah terhenti akibat serangan dari ribuan burung Ababil. Burung-burung ini membawa tiga butir batu panas di kedua kakinya dan paruhnya. Dilepaskannya batu-batu tersebut di atas tentara gajah. Batu yang konon berasal dari neraka itu menembus daging para tentara dan gajah-gajah mereka. Sebuah tafsir mengatakan burung-burung itu membawa penyakit cacar yang menyebabkan para tentara Abrahah tewas akibat bisul yang sangat panas.

Inilah sebabnya, tahun penyerangan tentara Abrahah ke Mekkah dinamakan sebagai Tahun Gajah. Kisah ini juga tertulis jelas di surat Al Fiil di kitab suci Al-Quran. “Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).” (Al Fiil: 3-4).

Bentrok dengan Iran
Di zaman modern, insiden paling sering adalah bentrok aparat keamanan Arab Saudi dengan para demonstran asal Iran. Kehadiran para demonstran merupakan perintah dari pemerintah Iran agar para jemaah haji Iran menyampaikan protes terhadap kerajaan Saudi.

Kerusuhan terparah terjadi pada 31 Juli 1987 yang menewaskan 401 orang. Di antaranya adalah 275 warga Iran, 85 warga Arab Saudi, dan 42  jemaah haji asal negara lain. Sebanyak 643 orang terluka, kebanyakan adalah jemaah haji Iran.

Perseteruan antara Arab Saudi dengan Iran sudah berlangsung relatif lama. Dimulai saat Muhammad bin Abdul Wahhab, ulama Salaf kenamaan Arab Saudi, memerintahkan penghancuran beberapa makam yang dikultuskan umat Islam di Hejaz, termasuk makam ulama Syiah Al-Baqi, pada tahun 1925.

Tindakan ini tidak ayal membuat marah pemerintahan dan rakyat Iran yang mayoritas Syiah.  Kemelut pun dimulai, Iran menyerukan penggulingan pemerintahan di Arab Saudi dan melarang seluruh warga Iran pergi haji pada tahun 1927.

Ketegangan bertambah parah setelah pada tahun 1943, pemerintah Arab Saudi memenggal kepala seorang jemaah haji Iran karena membawa kotoran manusia di pakaiannya ke dalam Masjidil Haram di Mekkah.
Iran protes keras dan melarang warganya pergi haji hingga tahun 1948.

Sejak saat itu, demonstrasi jemaah haji Iran terus dilakukan di Mekkah. Ini berkat imbauan Ayatullah Khomeini pada tahun 1971 yang memerintahkan setiap jemaah haji Iran untuk berhaji sambil menyampaikan pandangan politik mereka terhadap pemerintah Arab Saudi. Para jemaah Iran menyebut demonstrasi ini dengan nama “Menjaga Jarak dengan Para Musryikin.”

Pada tahun 1982, situasi kedua negara sempat tenang. Khomeini memerintahkan rakyatnya menjaga ketertiban dan perdamaian, tidak menyebarkan pamflet-pamflet propaganda, dan untuk tidak mengkritik pemerintahan Arab Saudi.

Sebagai balasannya, kerajaan Arab Saudi membebaskan jemaah haji Iran untuk kembali berhaji. Sebelumnya, Saudi membatasi jumlah jemaah haji asal Iran untuk menghindari konflik.

Ketegangan kembali terjadi pada Jumat, 31 Juli 1987. Para jemaah haji Iran melakukan pawai protes menentang para musuh Islam, yaitu Israel dan Amerika Serikat, di kota Mekkah. Ketika sampai di depan Masjidil Haram, mereka diblokir oleh aparat keamanan Arab Saudi, namun mereka tetap memaksa masuk.
Bentrokan berdarah kemudian terjadi yang mengakibatkan situasi kacau dengan beberapa orang terinjak-injak oleh massa yang panik.

Ada beberapa versi pemicu kematian ratusan orang pada insiden ini. Pemerintah Iran mengatakan, aparat keamanan Saudi melepaskan tembakan ke arah demonstran damai, sementara Arab Saudi mengatakan bahwa korban tewas akibat terjepit dan terinjak jemaah yang panik. Akibat hal ini, hubungan kedua negara kembali renggang dan pemerintah Arab Saudi kembali menerapkan pembatasan jemaah haji Iran.

Mahdi Palsu
Peristiwa berdarah lainnya terjadi pada 20 November 1979. Kala itu ratusan orang bersenjata menguasai Masjidil Haram dan menyandera puluhan ribu jemaah haji di dalamnya.

Penyanderaan dipimpin oleh Juhaimin Ibnu Muhammad Ibnu Saif al-Otaibi yang mengatakan saudara iparnya, Muhammad bin Abd Allah Al-Qahtani, adalah Imam Mahdi atau sang penyelamat akhir zaman.

Dilaporkan sebanyak 400-500 militan Otaibi, termasuk di dalamnya wanita dan anak-anak, mengeluarkan senjata yang mereka sembunyikan di balik baju dan merantai gerbang Masjidil Haram. Mereka memerintahkan para jemaah untuk tunduk kepada Mahdi palsu, Al-Qahtani. Penyanderaan berlangsung selama dua minggu, sebelum akhirnya para militan diberantas oleh pasukan bersenjata gabungan antara Arab Saudi dengan beberapa negara.

Pasukan Arab Saudi sempat dipukul mundur karena hebatnya persenjataan para militan. Seluruh warga Mekkah dievakuasi ke beberapa daerah.

Pasukan kerajaan siap melakukan gempuran mematikan. Namun, mereka harus meminta izin dari ulama besar Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Baz, yang telah  melarang segala jenis kekerasan di Masjidil Haram. Akhirnya dia mengeluarkan fatwa penyerangan mematikan untuk mengambil alih Ka’bah.

Dilaporkan 255 jemaat haji dan militan Otaibi tewas dalam penyerangan tersebut, sebanyak 560 orang terluka. Dari sisi tentara Arab Saudi, sebanyak 127 tewas dan 451 terluka.

Berbagai cerita berbeda mengisahkan saat-saat penyerangan oleh tentara gabungan Arab Saudi, Pakistan dan Perancis.

Salah satu laporan mengatakan tentara membanjiri Masjidil Haram dengan air dan mengalirinya dengan listrik, menyetrum para militan. Laporan lainnya mengatakan para tentara menggunakan gas beracun. Pasukan Perancis dipanggil karena pasukan Arab Saudi tidak berdaya.

Tentara Perancis ini dikabarkan menjadi Muslim dahulu sebelum masuk Masjidil Haram. Langkah ini mereka lakukan lantaran Masjidil Haram hanya boleh dimasuki oleh umat Muslim. Allahu a’lam. (berbagai sumber)

Bahaya Miss World, Star Academy, dan X-Faktor

Jika di Indonesia marak program pencarian bakat, mulai yang membebek AS dengan Indonesian Idol, Big-Brother, X-Faktor, hingga yang lokal: IMB (Indonesia Mencari Bakat), ternyata negara-negara Arab pun tengah dihebohkan oleh program acara Star Academy yang mulai mewabah dari Libanon hingga Saudi Arabia, negeri yang di dalamnya terdapat kiblat dan tanah suci umat Islam.

Tak jauh beda dengan Miss World, program Star Academy pun menjadi magnet bagi kerumunan kaum hawa dan tampilnya wanita-wanita suci yang mengumbar aurat hingga kelihatan aurat-aurat utamanya. Tentu reality show ini yang membuat stasiun TV Lebanese Broadcasting Corporation (LBC) laris manis. Hingga Imam Masjid Al Haram, Syaikh Sudais menentang keras acara Star Academy tersebut dengan bahasa: ‘weapon of mass destruction’ yang jauh lebih berbahaya daripada bom nuklir.

Kegundahan Syaikh Abdurrahman As Sudais sangat wajar. Karena setelah ditelusuri, Star Academy dan hampir semua program pencarian bakat didirikan dan didanai oleh Yahudi. Dalam acara Dialog Today di TV Israel, pendiri dan pendonor program Star Academy (di Indonesia diproduksi dengan mana Akademi Fantasi Indosiar/Akademi Fantasi Indonesia), Malhom Ukhonuc (Malhom Aknov), buka-bukaan seperti terangkum dalam dialog berikut:

Bagaimana perasaan Anda, setelah sekian lama berjibaku, akhirnya program Star Academy diterima dan diadakan di negara-negara Islam?
Amazing … unpredictible. Namun tetap saja, perlu waktu panjang agar target-target kita (Yahudi) bisa tercapai!

Apa maksudnya masih perlu waktu lama?
Ya .. setelah sekian lama kita mengadakan riset and depelovemnt. Mulai dari mengupayakan agar program-program kita diterima di Eropa, kemudian di negara-negara Arab. Namun tetap, sebelum cita-cita besar kita Israel Raya belum terwujud, maka perjuangan kita belum sukses.

Apa alasannya Anda begitu yakin, cita-cita Israel Raya bisa terwujud dengan ide-ide Reality Show?
Mudah saja. Kita semua paham, bahwa kaum Muslimin dalam kondisi sangat jauh dari panduan agamanya. Namun di sisi lain, kita cermati, kaum muda Muslim malah makin konsisten-komitmen-dan konsekuen dengan keIslamannya. Bila hal ini dibiarkan membesar, sangat membahayakan masa depan negara kita (Israel).

Mengapa dengan Reality Show seperti Star Academy dan lainnya dapat Anda gunakan untuk merusak umat Islam?
Sebab, kita semua menginginkan, umat Islam itu tetap jauh dari agamanya.

Lalu apa strategi hari ini dan selanjutnya setelah program reality show?
Kita akan perangi wanita-wanita Muslimah.

Mengapa wanita Muslimah bukan pemuda Muslimnya?
Karena kita paham, jika Muslimah mengalami pergeseran nilai, maka satu generasi umat Islam akan bergeser dan absurd.

Dengan cara apa Anda memerangi wanita Muslimah?
Hari ini kita akan memerangi wanita-wanita Muslimah dan merusaknya, mulai dari merusak akal, pemikiran, hingga fisik. Ketika kita berhasil merusak kaum Muslimah, kita telah merusak umat Islam dengan daya rusak yang lebih menghancurkan daripada serangan tank, pesawat tempur, atau nuklir sekalipun. Kini kita makin dipermudah dengan adanya Smartphone, BB. Kaum wanita disibukkan dengan mainan baru itu. Tentu program-program lain, masih dirancang dan dirahasiakan!

Apakah Anda turut serta di program Star Academy yang diadakan di Libanon juga negara-negara Arab seperti Saudi Arabia?
Tentu saja. Kita menjadi donatur utama Star Academy di negara-negara Arab. Gelontoran dana kami kirimkan secara terus menerus. Kita memanfaatkan kondisi umat Islam yang tengah tertidur. Sebab jika umat Islam terbangun, umat Islam akan mampu mengambil kembali apa yang telah kita curi. Dan Islam akan kembali jaya, seperti beberapa abad lampau.

Dari keterusterangan tokoh Yahudi di atas, alangkah indahnya jika umat Islam -mulai dari Indonesia- menentang semua program apapun yang berujung pada penghancuran sumber daya termahal, yaitu: kaum Muslimah. Kepada para gubernur, bupati, dan para menteri yang masih memiliki keterpanggilan menjaga Islam dan umat Islam dari dekadensi moral dan angkara murka, ini adalah lapang jihad yang bisa dilakukan dengan kekuasaan yang dimiliki.

Buatlah program-program pembinaan Muslimah yang simultan. Arahkan mereka untuk menjadi entrepreuner sejati. Kepada kita kaum lelaki, baik sebagai ayah-kakak-adik-suami, jadikan Muslimah harta karun yang harus dirawat dan dimuliakan. Semangatlah mencari rezeki. Jangan izinkan mereka bekerja yang tidak sesuai fitrahnya. Sejahterakan kaum hawa. Agar generasi unggul terlahir dari rahim suci mereka.

Wallahu A’lam.

Nandang Burhanudin, Lc

Delapan Daftar Kesesatan Ajaran Ahmadiyah

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Senin, 13 Mei 2013 | 07.21

BERIKUT ini adalah daftar kesesatan dan penyimpangan akidah Islam oleh kelompok Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI). Artikel ini adalah hasil penelitian Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI)yang dirilis nahimunkar.com.

A. KESESATAN AHMADIYAH

1. Penodaan Agama Ahmadiyah dengan Nabi Palsunya Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908M)
. Mirza Ghulam Ahmad mengaku diutus Allah (sesudah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam):
اِنَّا اَرْسَلْنَا اَحْمَدَ اِلَى قَوْمِهِ فَاَعْرَضُوْا وَقَالُوْا كَذَّابٌ اَشِرٌ

“Sesungguhnya Kami mengutus Ahmad kepada kaumnya, akan tetapi mereka berpaling dan mereka berkata: seorang yang amat pendusta lagi sombong” (Tadzkirah, halaman 385).

Bandingkan dengan ayat Al-Qur’an:

إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيم


“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih” (QS Nuh: 1).

Dalam Tadzkirah itu, Mirza Ghulam Ahmad berdusta, mengatasnamakan Allah telah mengutus Ahmad (yaitu Mirza Ghulam Ahmad) kepada kaumnya. Mirza Ghulam Ahmad telah berdusta, mengangkat dirinya sebagai Rasul utusan Allah, disejajarkan dengan Nabi Nuh as yang telah Allah utus. Hingga di ayat-ayat buatan Mirza Ghulam Ahmad dibuat juga seruan dusta atas nama Allah agar Mirza Ghulam Ahmad membuat perahu.

2. Mirza Ghulam Ahmad mengaku diutus Allah untuk seluruh manusia (sesudah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam):

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْ نِىْ يُحْبِبْكُمُ اللهُ  – وَقُلْ يَآاَيُّهَا النَّاسُ اِنِّى رَسُوْلُ اللهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا


Artinya: “Katakanlah (wahai Ahmad): Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihimu – dan katakanlah: “Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua”. (Tadzkirah hal: 352)
Catatan dari LPPI:

Ayat-ayat ini adalah rangkaian dari beberapa ayat suci Al-Qur’an, yaitu surat Ali Imran 31 dan surat Al-A’raf 158.

Semua ayat ini dibajak dengan perubahan, penambahan, dan pengurangan, lalu dirangkaikan menjadi ayat-ayat dalam Kitab Suci Ahmadiyah “TADZKIRAH”.

3. Ghulam Ahmad membajak ayat-ayat Al-Qur’an tentang Nabi Isa as namun dimaksudkan untuk diri Mirza.

وَ لِنَجْعَلَهُ اَيَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّا وَكَانَ اَمْرًامَقْضِيًّا – يَاعِيْسَى اِنِّى مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ اِلَىَّ وَ مُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَجَاعِلُ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْكَ فَوْقَ الَّذِيُنَ كَفَرُوْا اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ – ثُلَّةٌ مِنَ اْلاَوَّ لِيْنَ وَثُلَّةٌ مِنَ اْلآَخِرِيْنَ
Artinya:“Dan agar Kami dapat menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan – Wahai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku dan mensucikanmu dari orang-orang yang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat – Yaitu Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan besar (pula) dari orang yang kemudian”. (Tadzkirah hal: 396)
Catatan dari LPPI:

Ayat-ayat ini adalah rangkaian dari beberapa ayat suci Al-Qur’an, yaitu surat Maryam ayat 21, Ali Imran ayat 55, dan Al-Waqi’ah ayat 39-40.

Semua ayat ini dibajak dengan perubahan, penambahan, dan pengurangan, lalu dirangkaikan menjadi ayat-ayat dalam Kitab Suci Ahmadiyah “TADZKIRAH”.

4. Ahmadiyah Memiliki Kitab Suci sendiri namanya Tadzkirah, yaitu kumpulan wahyu suci (wahyu muqoddas). Mirza Ghulam Ahmad mengaku diberi wahyu Allah:

اِنَّ السَّمَوَاتِ وَالاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا

فَفَتَقْنَاهُمَا-  قُلْ اِنَّمَا اَناَ بَشَرٌ يُّوْحَى اِلَيَّ َانَّمَآ اِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَاحِدٌ

Artinya: “Bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalah sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya – katakanlah sesungguhnya aku (Ahmad) ini manusia, yang diwahyukan kepadaku bahwasannya  Tuhan kalian adalah Tuhan yang Maha Esa”. (Tadzkirah halaman: 245)
Ayat-ayat buatan Mirza Ghulam Ahmad itu dicomot dari sana-sini dengan mengadakan pengurangan dari ayat-ayat suci Al-Qur’an, dan penyambungan yang semau-maunya yaitu surat Al-Anbiya’ ayat 30 dan surat Al-Kahfi ayat 110.

أَوَلَمْ يَرَالَّذِيْنَ كَفَرُوْآ أَنَّ السَّمَوَاتِ وَالاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا


Artinya: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya”. (Qs Al-Anbiya: 30).

قُلْ اِنَّمَآ اَناَ بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوْحَى اِلَيَّ أَ نَّمَآ اِلَهُكُمْ اِلَهٌ وَاحِد


Artinya: “Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. (Qs. Al-Kahfi: 110).

Semua ayat ini dibajak dengan perubahan maksud, pengurangan, lalu dirangkaikan menjadi ayat-ayat dalam Kitab Suci Ahmadiyah “TADZKIRAH”. Ketika ayat Al-Qur’an bicara qul (katakanlah) di situ maksudnya adalah Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga manusia yang diberi wahyu dalam ayat Al-Qur’an itu adalah Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wasallam. Namun secara licik, Mirza Ghulam Ahmad telah memlintir maksud ayat Al-Qur’an itu ketika dia masukkan ke dalam apa yang dia klaim sebagai wahyu untuk dirinya, maka manusia yang diberi wahyu itu adalah Mirza Ghulam Ahmad. Ini jelas-jelas Mirza Ghulam Ahmad telah berdusta atas nama Allah Subhanahu wa Ta’ala, sekaligus menyelewengkan dan menodai kitab suci umat Islam, Al-Qur’anul Karim, dengan cara keji.

5. Merusak aqidah/keyakinan Islam:


a. Mirza Ghulam Ahmad mengaku bahwa Allah itu berasal dari Mirza Ghulam Ahmad

اَنْتَ مِنِّىْ وَاَناَ مِنْكَ


“Kamu berasal dari-Ku dan Aku darimu” (Tadzkirah, halaman 436).
b. Mirza Ghulam Ahmad, mengaku berkedudukan sebagai anak Allah. Ini Allah dianggap punya anak:
اَ نْتَ مِنِّى بِمَنْزِلَةِ وَلَدِىْ


“Kamu di di sisi-Ku pada ke-dudukan anak-Ku” (Tadzkirahhalaman 636).

6. Menganggap semua orang Islam yang tidak mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Rasul adalah musuh. KitabTadzkirah halaman 402:

سَيَقُوْلُ الْعَدُوُّ لَسْتَ مُرْسَلاً


“Musuh akan berkata: kamu (Mirza Ghulam Ahmad) bukanlah orang yang diutus (Rasul)” (Tadzkirah halaman 402)

7. Selain golongannya maka dianggap kafir dan dilaknat.

Tadzkirah, halaman 748-749:

لَعْنَةُ اللهِ عَلَى الَّذِىْ كَفَرَ


“Laknat Allah ditimpakan atas orang yang kufur.”

َانْتَ اِمَامٌ مُّبَارَكٌ لَعْنَةُ اللهِ عَلَى مَنْ كَفَرَ


“Kamu adalah Imam yang di-berkahi, Laknat Allah ditimpa-kan atas orang yang kufur.”

بُوْرِكَ مَنْ مَّعَكَ وَمَنْ حَوْلَكَ.


“Kamu adalah Imam yang di-berkahi, Laknat Allah ditimpa-kan atas orang yang kufur.”

8. Memutar balikkan ayat-ayat Al-Qur’an. Contohnya:

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّ مَاكَانَ لَهُ اَنْ يَّدْخُلَ فِيْهَا اِلاَّ خَائِفًا


“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa – Dia itu tidak masuk ke dalamnya (neraka), kecuali dengan rasa takut.”
Di dalam Al-Qur’an, bunyi ayatnya:

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَب مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَب


“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan” (Qs Al-Lahab: 1-2).

Kisah Hanzhalah dimandikan Malaikat

Salah seorang sahabat serta jurutulis Rasulullah SAW yang terkenal ialah Abu Hanzalah bin Ar Rabi’. Ketika peperangan Uhud meletus Hanzhalah baru saja dinikahkan. Oleh karena itu Rasulullah mengecualikannya dari turut serta ke medan peperangan. 

Namun ketika terjaga dari tidur, Hanzalah mendengar gendang perang dibunyikan begitu kuat sekali. Melalui seorang sahabatnya beliau mendapat berita bahwa tentera Islam mendapat tantangan yang hebat dan dalam keadaan  genting.

Tanpa membuang waktu lagi Hanzalah lalu memakai pakaian perang lalu mengambil pedang. Dia menuju ke medan tempur tanpa sempat mandi junub.

Ketidakdisiplinan pasukan pemanah di bukti Uhud, menjadikan Rasulullah dan tentara muslimin terdesak. Akan tetapi beberapa tentara tetap teguh bertahan bersama Rasulullah Shalallahu alihi wa salam, termasuk di dalamnya Hanzhalah. 

Pertempuran sengit terjadi dan dengan gigihnya Hanzhalah maju menerobos kemah musuh sambil melawan yang menghadangnya. Dia maju menyongsong Abu Sofyan bin Harb dan menebas kaki kuda Abu Sofyan sehingga Abu Sofyan terjatuh seakan-akan dia menjatuhkan kebathilan. Untung Abu Sufyan, pada saat itu datanglah Syaddad bin al-Aswad membantu Abu Sofyan melawan Hanzhalah Radiallahuanhu untuk kemudian salah satu dari dua orang itu berhasil melemparkan lembing yang menembus Hanzhalah. 

Abu Sofyan berteriak “Hanzhalah dengan Hanzhalah”, yang maksudnya dia telah membalaskan dendam anaknya yang terbunuh dalam perang Badar.

Hanzhalah gugur sebagai syahid. Ketika para sahabat akan menguburkannya, mereka melihat keanehan yang terjadi. Tubuh Hanzhalah basah kuyup seperti habis diguyur air. Air masih mentes dari rambutnya yang basah. Mereka bertanya-tanya, kenapa bisa terjadi hal demikian?

Kemudian Rasulullah menjelaskan: “Sungguh Aku melihat Malaikat memandikan Hanzhalah bin Amir antara langit dan bumi dengan air awan dalam bejana terbuat dari perak”. 

Para sahabat tercengang-cengang mendengar ini. Salah seorang dari mereka, Abu Said Saidi lalu pergi melihat mayat Hanzalah. Wajah Hanzalah kelihatan tenang. Dari rambutnya kelihatan titisan air berlinangan turun. Sungguh beruntung Hanzalah mendapat perlakuan yang begitu istimewa dari malaikat.
 

Nikah Mut'ah Bisa Sampai 1000 Kali, Ajaran Sesat! Ahlusunnah Menolak Syi'ah

Caranya pun relatif mudah, cukup bagi kita untuk menyambangi tiap mesjid di Iran yang menyediakan fasilitas mut’ah. Berbeda seperti mesjid kita sebagai orang Islam, mesjid kaum Syiah memang menyediakan ruangan khusus untuk melakukan transaksi mut’ah.

Biasanya para perempuan akan ditaruh di bilik-bilik Mesjid dan siap untuk diperlihatkan kepada laki-laki yang datang. Harga nikah mut’ah pun bervariasi. Tergantung perempuan mana yang menjadi selera kita, termasuk juga waktu.

“Mau satu jam atau dua jam? Kalau satu jam harganya sekian,” tukas KH. Kholil menyambung kisah seorang temannya yang pernah kuliah di Iran dan membuat para peserta menggelengkan kepalanya.

Hebatnya, nikah mut’ah pun tidak mengenal ambang batas. “Tidak ada batasnya, boleh sampai seribu kali (nikah mut’ah) dalam hari yang sama dan saat yang sama,” lanjutnya.

Berbeda dengan nikah dalam ajaran Islam yang memakai syarat wali dan saksi, nikah mut’ah aliran Syiah tidak memerlukan keduanya, “nikah mut’ah itu tidak perlu pakai wali, tidak perlu pakai saksi. Karena pada hakikatnya mengandung adanya jual beli.” tambah KH. Kholil bercampur heran.

“Bagaimana kita mau mengatakan ini nikah muslim jika caranya seperti itu?” tanyanya.
Jika kita mendengar kisah ini, kita jadi teringat akan berita di Iran baru-baru ini. Menurut sebuah berita, saat ini terjadi pergeseran tren di Iran dimana nikah mut’ah lebih popular ketimbang nikah secara permanen.

DR Shahla I’zazi dari Lembaga Studi Ilmu-Ilmu Sosial Iran, menyatakan fenomena nikah mut’ah adalah tuntutan sejumlah pejabat Iran yang menginginkan adanya hubungan gelap antara laki-laki dan perempuan. Oleh sebab itu, mereka mencoba melegitimasi hubungan ini melalui pernikahan sementara.

Namun perkembangan nikah mut’ah pun bukan semata-semata karena tingginya syahwat para pejabat Iran, karena secara statistik menunjukkan bahwa pelaku nikah mut’ah atau kawin kontrak terbesar justru berasal dari warga kota Qum. Kota yang dianggap suci dan merupakan pusat pendidikan ilmu agama, yang sebagian besar lulusannya menjadi ulama Syiah ternama.

Kasus aneh dari nikah mut’ah pun tidak hanya terjadi di Iran. Bahkan yang lebih menggelikan lagi, dilakukan sekelompok pemuda Syiah di negeri ini. Majalah Panji Mas- sebelum majalah ini gulung tikar- pernah menceritakan pengalaman mut’ah sekelompok pemuda Syiah di Indonesia.

Berbeda dengan di Iran yang melepaskan transaksi syahwatnya di dalam mesjid, sekelompok pemuda Indonesia ini malah melakukannya diatas hawa sejuk kawasan Puncak. Apa ada mesjid di Puncak yang melaksanakan mut’ah? Tentu tidak, karena pemuda ini mendatangi Puncak jsutru untuk menemui para pelacur.

“Jadi sewa pelacur dan menyewa villa.” Kata KH. Kholil.

Di hadapan para pelacur ini, salah seorang perwakilan Syiah kemudian berkhotbah bahwa apa yang akan mereka lakukan tidaklah perbuatan zina asal mereka mau menjalani sebuah syarat, yakni dinikahkan secara mut’ah.

“Kita ini bukan mau berzina, tapi mau mut’ah,” ungkap KH. Kholil menirukan suara si pemuda.
Dari kelima pelacur tadi, salah seorang diantaranya ada yang menitikkan air mata. Ia menangis tersendu-sendu. Namun ada pula yang tertawa cekikikan.

Karena merasa ada yang aneh, pengkhotbah tersebut lantas bertanya kepada pelacur yang menangis itu.

“Kamu kenapa menangis?”

“Saya nangis karena ingat masa lalu saya, saya ini tamatan pesantren. Saya sedih kenapa saya jadi begini.” jawabnya

“Lah kamu yang cekikikan?” tanya sang pengkhotbah.

“Saya tertawa, masak sih pak ustadz mau maen aja pake ceramah dulu. Maen mah maen aja.” tutup KH. Kholil yang disambut tawa riuh para jama’ah yang hadir dalam acara Ahlussunah Bersatu Menolak Syiah.(im/suaranews)

Hukum Sihir dan Perdukunan dalam Pandangan Islam

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Jumat, 03 Mei 2013 | 03.46

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ”Demi Allah, sesungguhnya orang-orang Yahudi itu telah meyakini bahwa barang siapa yang menukar (kitab Allah) dengan sihir itu, maka tidak akan mendapatkan bagian (keuntungan) di akherat. ” (QS Al Baqarah: 102)

Ayat pertama menunjukkan bahwa sihir haram hukumnya, dan pelakunya kafir, disamping mengandung ancaman berat bagi orang yang berpaling dari kitab Allah, dan mengamalkan amalan yang tidak bersumber darinya.

Dalam ayat lain, Allah juga berfirman, “Dan mereka beriman kepada Jibt dan Thaghut.” (QS An Nisa’, 51).

Ayat kedua menunjukkan bahwa ada diantara umat ini yang beriman kepada sihir (Jibt), sebagaimana ahli kitab beriman kepadanya, karena Rasulullah telah menegaskan bahwa akan ada diantara umat ini yang mengikuti (dan meniru) umat-umat sebelumnya.

Menurut penafsiran Umar bin Al Khathab Radhiyallahu ‘Anhu, Jibt adalah sihir, sedangkan Thaghut adalah syaithan. Sedangkan Jabir Radhiyallahu ‘Anhu berkata, Thaghut adalah para tukang ramal yang didatangi syetan, yang ada pada setiap kabilah. Dengan demikian, Thaghut itu kadang-kadang dari jenis Jin, dan kadang-kadang dari jenis manusia.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Jauhilah tujuh perkara yang membawa kehancuran!”
Para Sahabat bertanya, “Apakah ketujuh perkara itu ya Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Yaitu syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan sebab yang dibenarkan oleh agama, makan riba, makan harta anak yatim, membelot dari peperangan, menuduh zina terhadap wanita yang terjaga dirinya dari perbuatan dosa dan tidak memikirkan untuk melakukan dosa, dan beriman kepada Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Jundub bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits marfu’, “Hukuman bagi tukang sihir adalah dipenggal lehernya dengan pedang.” (HR Imam Turmudzi, dan ia berkata: Pendapat yang benar ini perkataan Sahabat).

Dalam Shahih Al Bukhari, dari Bajalah bin Abdah, ia berkata, “Umar bin Al Khathab telah mewajibkan untuk membunuh setiap tukang sihir, baik laki-laki maupun perempuan, maka kami telah membunuh tiga tukang sihir.”

Dan dalam Shahih Al Bukhari juga, Hafsah Radhiyallahu ‘Anha telah memerintahkan untuk membunuh budak perempuannya yang telah menyihirnya, maka dibunuhlah ia, dan begitu juga riwayat yang shahih dari Jundub.

Imam Ahmad berkata, “Diriwayatkan dalam hadits shahih, bahwa hukuman mati terhadap tukang sihir ini telah dilakukan oleh tiga orang sahabat Nabi (Umar, Hafsah dan Jundub).

Macam-macam Sihir
Imam Ahmad meriwayatkan, telah diceritakan kepada kami oleh Muhammad bin Ja’far dari Auf dari Hayyan bin ‘Ala’ dari Qathan bin Qubaishah dari bapaknya, bahwa ia telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Iyafah, Tharq dan Thiyarah adalah termasuk Jibt.”
Auf menafsiri hadits ini dengan mengatakan,
  • Iyafah adalah meramal nasib orang dengan menerbangkan burung.
  • Tharq adalah meramal nasib orang dengan membuat garis diatas tanah.
  • Jibt adalah sebagaimana yang telah dikatakan oleh Hasan, suara syetan (hadits tersebut sanadnya jayyid). Dan diriwayatkan pula oleh Abu Dawud, An Nasa’i, dan Ibnu Hibban dalam shahihnya dengan hanya menyebutkan lafadz hadits dari Qabishah, tanpa menyebutkan tafsirannya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang mempelajari sebagian dari ilmu nujum (perbintangan) sesungguhnya dia telah mempelajari sebagian ilmu sihir. semakin bertambah (ia mempelajari ilmu nujum) semakin bertambah pula (dosanya).” (HR. Abu Daud dengan sanad yang shahih)

An Nasai meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang membuat suatu buhulan, kemudian meniupnya (sebagaimana yang dilakukan oleh tukang sihir) maka ia telah melakukan sihir, dan barang siapa yang melakukan sihir maka ia telah melakukan kemusyrikan, dan barang siapa yang menggantungkan diri pada sesuatu benda (jimat), maka ia dijadikan Allah bersandar kepada benda itu.”

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Maukah kamu aku beritahu apakah Adh-h itu? Ia adalah perbuatan mengadu domba, yaitu banyak membicarakan keburukan dan menghasut di antara manusia” (HR. Muslim).

Dan ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhu menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya di antara susunan kata yang indah itu terdapat kekuatan sihir.”(HR Al Bukhari dan Muslim)

Dukun, Tukang Ramal, dan Sejenisnya
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, dari salah seorang istri Nabi, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang mendatangi peramal dan menanyakan kepadanya tentang sesuatu perkara dan dia mempercayainya, maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari.”
Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang mendatangi seorang dukun, dan mempercayai apa yang dikatakannya, maka sesungguhnya dia telah kafir (ingkar) terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Abu Daud)

Dan diriwayatkan oleh empat periwayat (Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai’ dan Ibnu Majah) dan Al Hakim dengan menyatakan, “Hadits ini shahih menurut kriteria Imam Bukhari dan Muslim” dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang mendatangi peramal atau dukun, lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesunggunya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad.”

Abu Ya’la pun meriwayatkan hadits mauquf dari Ibnu Mas’ud seperti yang tersebut di atas, dengan sanad Jayyid.

Al Bazzar dengan sanad Jayyid meriwayatkan hadits marfu’ dari Imran bin Husain, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tidak termasuk golongan kami orang yang meminta dan melakukan Tathoyyur, meramal atau minta diramal, menyihir atau minta disihirkan, dan barang siapa yang mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang diucapkannya, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad.

Hadits ini diriwayatkan pula oleh At Thabrani dalam Mu’jam Al Ausath dengan sanad hasan dari Ibnu Abbas tanpa menyebutkan kalimat, “Dan barang siapa mendatangi …” dan seterusnya.

Imam Al Baghawi berkata, “Al Arraf (peramal) adalah orang yang mendakwahkan dirinya mengetahui banyak hal dengan menggunakan isyarat-isyarat yang dipergunakan untuk mengetahui barang curian atau tempat barang yang hilang dan semacamnya. Ada pula yang mengatakan, ia adalah Al Kahin (dukun) yaitu, orang yang bisa memberitahukan tentang hal-hal yang ghoib yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Dan ada pula yang mengatakan, ia adalah orang yang bisa memberitahukan tentang apa-apa yang ada dihati seseorang.”

Menurut Abul Abbas Ibnu Taimiyah, “Al Arraf adalah sebutan untuk dukun, ahli nujum, peramal nasib dan sejenisnya yang mendakwahkan dirinya bisa mengetahui hal hal ghaib dengan cara-cara tersebut.”
Ibnu Abbas berkata tentang orang-orang yang menulis huruf huruf أبا جا د sambil mencari rahasia huruf, dan memperhatikan bintang-bintang, “Aku tidak tahu apakah orang yang melakukan hal itu akan memperoleh bagian keuntungan di sisi Allah.”

Nusyrah (Penyembuhan Sihir)
Diriwayatkan dari Jabir, bahwa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wa Sallam ketika ditanya tentang Nusyrah, beliau menjawab:
“Hal itu termasuk perbuatan syetan.” (HR.Ahmad dengan sanad yang baik, dan Abu Daud)
Imam Ahmad ketika ditanya tentang Nusyrah, menjawab : “Ibnu Mas’ud membenci itu semua.”

Diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari, bahwa Qatadah menuturkan: Aku bertanya kepada Said bin Musayyab : “Seseorang yang terkena sihir atau diguna-guna, sehingga tidak bisa menggauli istrinya, bolehkah ia diobati dengan menggunakan Nusyrah?”
Ia menjawab, “Tidak apa-apa, karena yang mereka inginkan hanyalah kebaikan untuk menolak mudlarat, sedang sesuatu yang bermanfaat itu tidaklah dilarang.”

Diriwayatkan dari Al Hasan Radhiyallahu ‘Anhu ia berkata: “Tidak ada yang dapat melepaskan pengaruh sihir kecuali tukang sihir.”

Ibnul Qayyim menjelaskan: “Nusyrah adalah penyembuhan terhadap seseorang yang terkena sihir. Caranya ada dua macam :
  1. Dengan menggunakan sihir pula, dan inilah yang termasuk perbuatan syetan. Dan pendapat Al Hasan diatas termasuk dalam kategori ini, karena masing-masing dari orang yang menyembuhkan dan orang yang disembuhkan mengadakan pendekatan kepada syetan dengan apa yang diinginkannya, sehingga dengan demikian perbuatan syetan itu gagal memberi pengaruh terhadap orang yang terkena sihir itu.
  2. Penyembuhan dengan menggunakan Ruqyah dan ayat-ayat yang berisikan minta perlindungan kepada Allah, juga dengan obat-obatan dan doa-doa yang diperbolehkan. Cara ini hukumnya boleh.”

BAGAIMANA BISA ISLAM DIKATAKAN DENGAN AGAMA YANG DAMAI SEMENTARA ISLAM DISEBARKAN MELALUI PEDANG?

Banyak ocehan nonmuslim tentang Islam. Islam tidak akan memiliki jutaan penganut diseluruh dunia,sekiranya ia tidak tidak disebarkan menggunakan kekerasan.Poin point berikut akan menjawab bahwa selain disebarkan dengan pedang,kekuatan kebenaran,nalar dan logikalah yang menyebabkan penyebaran Islam semakin pesat.

ISLAM BERARTI DAMAI

Islam berasal dari kata salam yang artinya damai.selain itu juga berarti penyerahan kehendak kepada Allah.Dengan demikian Islam adalah agama kedamaian yang diperoleh dengan menyerahkan kehendak seseorang kepada kehendak Allah SWT.

TERKADANG KEKERASAN HARUS DIGUNAKAN UNTUK MEMELIHARA KEDAMAIAN.

Tidak semua orang didunia ini mendukung perdamaian.ada banyak orang yang akan merusak perdamaian demi kepentingan nya sendiri. Adakalanya kekerasan harus digunakan untuk memelihara kedamaian. Persisnya dalam ulasan ini kita punya polisi menggunakan kekerasan terhadap para penjahat guna untuk memberikan kedamaian kepada masyarakat dalam suatu negara. Islam menjunjung perdamaian.pada saat yang sama,Islam mendesak para pengikutnya untuk melawan penindasan dimanapun berada.perlawanan terhadap penindasan terkadang menghendaki menggunakan kekerasan.dalam Islam kekerasan hanya dibolehkan dipakai untuk menjunjung kedamaian dan keadilan.

PENDAPAT SEJARAWAN DE LACY O'LEARY

Jawaban terbaik terhadap kekeliruan pandangan bahwa Islam disebarkan dengan pedang diberikan oleh sejarawan terkemuka DE LACY O'LEARY dalam "Islam at the Cross Road".
Sejarah menjelaskan"katanya"bagaimanapun juga legenda tentang orang orang Islam fanatik menyapu dunia dan memaksakan Islam sampai menggunakan pedang atas bangsa bangsa yang ditaklukan adalah mitos luar biasa fantastis yang pernah di ulang ulang para sejarawan.

KAUM MUSLIMIN PERNAH MEMERINTAH SPANYOL SELAMA 800 TAHUN

Kaum Muslimin pernah memerintah Spanyol selama delapan ratus tahun. Kaum Muslimin di Spanyol tidak pernah menggunakan pedang untuk memaksa orang pindah agama. Setelah itu kaum salibis datang ke Spanyol dan menyapu bersih kaum Muslimin.

14 JUTA ORANG ARAB ADALAH KRISTEN KOPTIK

KAUM MUSLIMIN ADALAH PENGUASA TANAH ARAB SELAMA 1400 TAHUN.selama beberapa tahun Inggris berkuasa dan beberapa tahun juga Prancis berkuasa.secara keseluruhan,kaum Muslimin yang berkuasa ditanah Arab selama 1400 tahun. Namun saat ini ada 14 juta Krisren Koptik ditanah Arab. Selama ratusan generasi.apabila orang Arab menggunakan pedang tentu tidak ada orang Arab yang beragama Kristen.

ADA 80%+ NON MUSLIM DI INDIA

Kaum Muslimin memerintah india selama sekitar seribu tahun. Kalau saja kaum Muslimin mau,mereka punya kekuatan untuk memaksa penduduk India masuk dalam agama Islam pada saat itu,mengingat kaum Muslimin pernah berkuasa selama lebih seribu tahun di India. Tapi pakta berbicara lain,lebih dari 80% persen penduduk di india adalah non muslim.semua masyarakat India adalah saksi bahwa Islam disebarkan bukanlah dengan menggunakan pedang.

INDONESIA DAN MALAYSIA

Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia dan mayoritas dari penduduk malaysia adalah beragama Islam. Orang boleh bertanya pasukan Muslim mana yang menyerbu Indonesia dan Malaysia?

PESISIR TIMUR AFRIKA

Islam juga menyebar pesat di Pesisir Timur Afrika. Orang boleh bertanya lagi jika Islam disebarkan dengan menggunaka pedang"pasukan Muslim yang mana yang menyerbu Pesisir Timur Afrika?

PENDAPAT THOMAS CARLYLE

SEJARAWAN THOMAS CRLYLE dalam bukunya 'Heroes and Hero Worshop' menunjukkan pada miskonsepsi tentang penyebaran Islam.memang dengan pedang. Tapi darimana anda meraih pedang? Setiap opini baru,pada awalnya pastilah opini minoritas yang ada dalam kepala satu orang saja. Disitulah opini itu bersemayam.hanya satu orang saja di atas dunia ini mempercayai dan ia harus melawan opini banyak orang. Bahwa ia menghunus sebilah pedang dan berusaha menyebarkan hal itu. Hal itu tak banyak gunanya bagi dia. Anda harus meraih pedang anda! Pada umumnya,sesuatu akan menyebarkan diri sebisanya.

TIDAK ADA PAKSAAN DALAM AGAMA

Dari pandangan yang mana Islam di sebarkan? Sekalipun kaum Muslimin punya pedang, mereka tida bisa serta merta menggunakan pedang itu kerna Allah SWT berfirman dalam Al-quran: "tidak ada paksaan untuk(memasuki )agama (islam),sesungguhnya telah jelas jalam yang benar dari pada jalan yang sesat...."(QS Al-Baqoroh:256)

PEDANG INTELEKTUAL

INILAH PEDANG PENGETAHUAN.Pedang yang menaklukan hati dan pikiran orang. Dalam Al-quran Allah berfirman dalam Suroh An-Nahl 125:ajaklah kejalan robmu dengan hikmah dan pelajaran baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik....

AGAMA DENGAN PENINGKATAN TERTINGGI DI DUNIA

Sebuah artikel dalam Reader's Digest 'Almanac' tahun 1986,menyampaikan data statistik tentang peningkatan presentase agama-agama di dunia pertengahan abad,yaitu dari 1934 hingga 1984. Artikel ini juga dimuat dalam Majalah The Plaint Truth dalam artikel tersebut Islam menduduki tempat teratas dengan peningkatan 235%,sedangkan kristen hanya 47%, Seorang mungkin bertanya,perang mana yang terjadi pada abad ini yang membuat orang masuk islam?

ISLAM ADALAH AGAMA YANG PALING CEPAT BERKEMBANG DI EROPA DAN AMERIKA

Saat ini, agama yang paling cepat berkembang di Amerika dan Eropa adalah agama Islam,dan begitu juga agama Islam paling pesat berkembang di Eropa. Pedang mana yang memaksa mereka untuk menerima Islam dalam jumlah sebesar itu?

ANALISIS DR. JOSEPH ADAM PEARSON

Dr Joseph Adam benar ketika mengatakan,orang orang khawatir bahwa senjata nuklir suatu saat jatuh ketangan orang Arab. Mereka tidak tahu,bahwa bom Islam sudah dijatuhkan.bom itu jatuh ketika Nabi Muhammad dilahirkan.



==DR ZAKIR NAIK==

Pohon Bekas Ditabrak Oleh Ustadz Jefri Ditaburi Bunga, Bagaimana Umar Memperlakukan Pohon Yang Dikeramatkan??

Beberapa media on-line memberitakan bahwa pohon bekas tabrakan ustadz Jefri rahimahullah ditaburi bunga.[1] Dan beberapa sumber menyebutkan bahwa sebagian  kecil warga mulai menganggap keramat pohon tersebut. Sumber lain menyebutkan bahwa bunga ditaburkan dipohon tersebut untuk mendoakan beliau[2]. Benarkah cara mendoakan seperti itu

Yang menjadi potensi kesyirikan disingkirkan
Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu memerintahkan agar pohon di mana dilakukan bai’atur ridwan agar di tebang. Padahal bisa jadi orang beralasan itu adalah situs sejarah Islam yang perlu dilestarikan. Akan tetapi untuk mencegah terjadinya kesyirikan dan anggapan keramat suatu tempat maka beliau memerintahkan agar pohon tersebut ditebang.

Ibnu Waddhah berkata,
سمعت عيسى بن يونس يقول : أمر عمر بن الخطاب ـ رضي الله عنه بقطع الشجرة التي بويع تحتها النبي صلى الله عليه وسلم فقطعها لأن الناس كانوا يذهبون فيصلون تحتها ، فخاف عليهم الفتنة .
“Aku mendengar Isa bin Yunus mengatakan , “Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu memerintahkan agar menebang pohon yang Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menerima baiat (Bai’atur ridhwan) kesetiaan di bawahnya (dikenal dengan pohon Syajaratur ridhwan). Ia menebangnya karena banyak manusia yang pergi ke sana dan shalat di bawahnya, lalu hal itu membuatnya khawatir akan terjadi fitnah (kesyirikan) terhadap mereka.”[3]

Jika pohon yang merupakan situs sejarah Islam saja ditebang karena kahwatir jadi potensi kesyirikan, maka bagaimana dengan pohon bekas tabrakan? Semoga tidak terjadi yang kita khawatirkan.
Syaikh Muhammad bin shalih Al-‘Utasimin rahimahullah berkata,
ولا أحد يُتبرك بآثاره إلا محمد صلى الله عليه وسلم ، أما غيره فلا يتبرك بآثاره ، فالنبي صلى الله عليه وسلم يتبرك بآثاره في حياته ، وكذلك بعد مماته إذا بقيت تلك الآثار
“tidak ada seorangpun (baik orang, benda maupun tempat, pent)  yang boleh untuk tabarruk (ngalap berkah) kecuali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, adapun yang lain maka tidak boleh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam boleh untuk tabarruk (ngalap berkah) dengan atsarnya (misalnya air liur, rambut dan lain-lain) ketika hidup, demikian juga setelah beliau wafat jika masih ada atsar tersebut (adapun meminta-minta di kubur beliau, maka ada dalil yang melarang, pent).”[4]

Kisah pohon dzatu Anwath
Begitu juga dengan kisah pohon dzatu anwath, yaitu pohon milik orang musyrik di mana mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut karena dianggap keramat. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hal semacam ini.

Dari Abu Waqid al-Laitsi radhiallahu’anhu, dia berkata,
عَنْ أَبِى وَاقِدٍ اللَّيْثِىِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَمَّا خَرَجَ إِلَى خَيْبَرَ مَرَّ بِشَجَرَةٍ لِلْمُشْرِكِينَ يُقَالُ لَهَا ذَاتُ أَنْوَاطٍ يُعَلِّقُونَ عَلَيْهَا أَسْلِحَتَهُمْ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ اجْعَلْ لَنَا ذَاتَ أَنْوَاطٍ كَمَا لَهُمْ ذَاتُ أَنْوَاطٍ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « سُبْحَانَ اللَّهِ هَذَا كَمَا قَالَ قَوْمُ مُوسَى (اجْعَلْ لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ) وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَتَرْكَبُنَّ سُنَّةَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ »
pohon bekas ditabrak ustadz jefri“Dahulu kami berangkat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju Khoibar. Lalu, beliau melewati pohon orang musyrik yang dinamakan Dzatu Anwath. Mereka menggantungkan senjata mereka. Lalu mereka berkata, “Wahai Rasulullah! Buatkanlah untuk kami Dzatu Anwath (tempat menggantungkan senjata) sebagaimana mereka memiliki Dzatu Anwath.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Subhanallah! Sebagaimana yang dikatakan oleh kaum Musa: Jadikanlah untuk kami sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan-sesembahan.” (QS. Al A’raaf: 138). Kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang sebelum kalian. [5]

Salah faidah dari hadits di atas,
بيان أن التبرك بالأشجار والأحجار ، والعكوف عليها ، والتعلق بها ، من الشرك الذي وقع في هذه الأمة ، وأن من وقع فيه فهو تابع لطريق اليهود والنصارى ، تارك لطريق النبي ، صلى الله عليه وسلم .
“Penjelasan bahwa tabarruk (ngalap berkah) dengan pohon dan batu, beri’tikaf di situ dan menggantungkan hati padanya merupakan kesyirikan yang terjadi pada umat ini. Dan mereka yang terjerumus dalam hal ini, maka mereka mengikuti jalannya Yahudi dan Nashrani, mereka meninggalkan jalan/petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[6]
@Pogung Lor-Jogja, 19 Jumadis Tsani 1434 H
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com
silahkan like fanspage FB dan follow twitter

[3] Al-Bida’u wan-Nahyu ‘Anha, 42. Al-I’tsihâm, 1/346
[4] Majmu’ Fatawa 2/107
[5] HR. Tirmidzi no. 2180. Abu Isa mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Hadits ini dikatakan shahih oleh Al Hafizh Abu Thahir Zubair ‘Ali Zaiy

Sumbangsih Kristen Terhadap Kemajuan Dunia

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Rabu, 13 Maret 2013 | 22.57

Dalam sebuah diskusi yang pernah saya lakukan, seorang Kristen mempertanyakan sumbangsih apa yang diberikan oleh Islam kepada kemajuan dunia? Mereka beranggapan umat Islam adalah umat yang hanya menikmati hasil penemuan orang-orang Kristen. Anggapan ini menurut saya tidak sepenuhnya salah, namun tidak sepenuhnya juga benar. Jika dilihat dari sudut pandang ke-kinian, maka anggapan itu ada benarnya, Karena sekarang ini ilmu pengetahuan dan teknologi mayoritas dikuasai oleh orang-orang barat, tetapi jika dikatakan umat Islam tidak pernah memberikan sumbangsih apapun terhadap kemajuan dunia, inilah yang salah. Karena ada banyak muslim di masa-masa keemasan Islam dimana pada saat yang sama barat berada dalam masa kegelapan, muslim yang menjadi seorang penemu atau cendekiawan, diantaranya;

1. Yusuf Ibnu Ishaq Al- Kindi
Al-Kindi atau Al-Kindus adalah ilmuwan muslim jenius yang hidup di era kejayaan Islam Baghdad. Al-Kindi merupakan ilmuwan pertama yang menemukan teori relativitas, tepatnya pada abad ke-9. Al-Kindi sebenarnya orang pertama yang menemukan teori tersebut, namun belum banyak orang yang mengetahui tentang temuannya itu, kemudian pada abad ke-20 Albert Einstein juga memaparkan teori relativitas yang sama dengan Al-Kindi, oleh karena itu Albert Einsteinlah yang dianggap sebagai penemu teori tersebut, padahal Al-Kindi adalah orang pertama yang menemukannya.


2. Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi
Al-Khwarizmi adalah ilmuwan matematika muslim yang menemukan konsep dasar dari algoritma, aljabar, tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus, kosinus dan kotangen, dan konsep diferensiasi. Beliau juga menulis buku yang berjudul Al-Jam’a wal-Tafreeq bil Hisab al-Hindi, Algebra, Al-Maqala fi Hisab-al Jabr wa-al-Muqabilah, bahkan buku-bukunya juga digunkana sebagai buku pedoman bagi mahasiwa-mahasiwa di Eropa sampai abad ke-16.

3. Muhammad bin Zakaria
Al-Razi adalah ilmuwan muslim terkemuka yang menjadi penemu teknik jahit luka. Ilmuwan kelahiran Iran tersebut tidak begitu terkenal jika dibandingkan dengan Ibnu Sina yang sebenarnya adalah muridnya. Tokoh ilmuwan Islam ini tidak tertandingi pada masanya ditahun 240 Hijriah/854 Masehi. Di dunia pengobatan, Al-Razi sangat pandai meramu, mengenali, dan menemukan obat. Al-Razi selain menjadi orang pertama yang membuat jahitan dengan benang yang terbuat dari serat juga dikenal sebagai orang pertama yang berhasil membedakan antara penyakit cacar dengan campak.

4. Piri Reis
Piri Reis adalah ilmuwan muslim pertama yang membuat peta dunia. Peta tersebut dibuat diatas sepotong kulit rusa berukuran 90×65cm dan digambarkan secara lengkap dan cukup detail. Bahkan hasil perbandingan dengan pemotretan dari angkasa luar yang dilakukan menggunakan satelit saat ini, memiliki bentuk yang sangat mirip. Mulanya para sejahrawan tidak percaya akan bukti keberadaan peta tersebut. Alasannya, pada peta tersebut yang terlihat jelas hanyalah kawasan Laut Timur Tengah. Sementara kawasan lainnya seperti benua Afrika dan Amerika sama sekali tergambar sangat berbeda. Baru setelah gambar hasil pemotretan satelit jaman modern ini dipadukan dengan peta kuno karya muslimin bangsa Turki tersebut sangat nyata kebenarannya bahwa gambar yang ditorehkan dalam kulit rusa tersebut memang sangat detail dan terperinci.

5. Abu Zayd Ahmed Ibnu Sahl Al-Balkhi
Al-Balkhi adalah ilmuawan muslim pertama yang menemukan konsep kesehatan mental. Dalam kitabnya yang berjudul Masalih al-Abdan wa al-Anfus (Makanan untuk Tubuh dan Jiwa), Al-Balkhi berhasil menghubungkan penyakit antara tubuh dan jiwa. Ia biasa menggunakan istilah al-Tibb al-Ruhani untuk menjelaskan keseharan spritual dan kesehatan psikologi. Sedangkan untuk kesehatan mental dia kerap menggunakan istilah Tibb al-Qalb.

Beliau pun sangat terkenal dengan teori yang dicetuskannya tentang kesehatan jiwa yang berhubungan dengan tubuh. Menurut beliau, gangguan atau penyakit pikiran sangat berhubungan dengan kesehatan badan.
Namun, peradaban barat mengklaim bahwa Philipe Pinel (1793) merupakan orang pertama yang memperkenalkan metode penyembuhan penyakit jiwa, padahal pada abad ke-9 Al-Balkhi telah menemukan terlebih dahulu.

6. Ibnu Ismail Al Jazari
Al Jazari adalah ilmuwan muslim pertama yang menemukan konsep dasar robotika modern. Di tahun 1206, Al-Jazari membuat jam gajah yang bekerja dengan tenaga air dan berat benda, untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan robot masa sekarang. Kini replika jam gajah tersebut disusun kembali oleh London Science Museum, sebagai bentuk penghargaan atas karya besarnya.

7. Ibnu Al-Haitham
Al-Haitham adalah ilmuwan muslim yang pertama kali menemukan kamera. Pada akhir abad ke-10 M, Al-Haitham berhasil menemukan sebuah kamera obscura. Penemuan yang sangat inspiratif itu berhasil dilakukan Al-Haithan bersama Kamaluddin al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar. Dunia mengenal Al-Haitham sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (buku optik). Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, beliau menyusun Al-Bayt Al-Muslim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera obscura atau kamar gelap.

8. Al-Zahrawi
Al-Zahrawi adalah ilmuwan muslim yang pertama kali mencetuskan ilmu bedah. Kontribusinya sungguh sangat besar bagi pengembangan ilmu bedah. Selain melahirkan prosedur dan metode ilmu bedah modern, dia juga menciptakan beragam alat dan teknologi yang digunakan untuk bedah dan jelas bahwa peletak dasar-dasar ilmu bedah modern yang bernama Al-Zahrawi (936 M -1013 M) telah menambah daftar ilmuwan-ilmuwan muslim.

9. Abu Abdallah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan Al-Battani
Al-Battani adalah ilmuwan muslim pertama yang menemukan jarak hitung keliling bumi. Berdasarkan perhitungannya, ia menyatakan bahwa bumi mengelilingi pusat tata surya tersebut dalam waktu 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik. Perhitungannya mendekati dengan perhitungan terakhir yang dianggap lebih akurat.
Ia menemukan bahwa garis bujur terjauh matahari mengalami peningkatan sebesar 16,47 derajat sejak perhitungan yang dilakukan oleh Ptolemy. Penemuan penting ini sangat bermanfaat untuk mengetahui gerak lengkung matahari. Al Battani juga menentukan secara akurat kemiringin ekliptik, panjangnya musim, dan orbit matahari.
Bahkan beliau berhasil menemukan orbit bulan, planet, dan menetapkan teori baru untuk menentukan sebuah kondisi kemungkinan terlihatnya bulan baru. Ini terkait dengan pergantian dari sebuah bulan ke bulan lainnya. Penemuannya mengenai garis lengkung bulan dan matahari, pada 1749 kemudian digunakan oleh Dunthorne untuk menentukan gerak akselerasi bulan. Dalam bidang matematika, Al Battani juga memberikan kontribusi gemilang terutama dalam trigonometri.

10. Ali Ibnu Ahmed Ibnu Yusuf Ibnu Al-Khizr Al-Amidi
Al-Amidi adalah ilmuwan muslim yang telah merintis penciptaaan sistem penulisan bagi orang buta itu. Sejak terlahir ke dunia, Al-Amidi sudah dalam kondisi buta. Keterbatasan penglihatan itu tak menyurutkan semangatnya untuk belajar dan terus menggali ilmu. Ilmuwan asal Suriah itu pun termasyhur sebagai ahli hukum dan pakar bahasa asing. Untuk menggali ilmu dan berbagai pengetahuan, Al-Amidi berhasil menciptakan sebuah sistem penulisan untuk kaum difabel. Dengan sistem penulisan yang diciptakannya, ilmuwan yang wafat pada 1314 M itu mampu membaca dan menulis buku.
Berkah itu mampu dimanfaatkan Al-Amidi untuk menggali ilmu yaitu dengan kemampuan meraba dan menyentuh. Beliau tidak hanya mampu menempatkan dan menyimpan buku pada rak, tetapi Al-Amidi juga mampu menentukan nomor halaman sebuah buku. Selain itu, beliau juga mampu mengetahui nilai buku dengan menetapkan jarak baris buku.

11. Ibnu Sina
Ibnu Sina adalah ilmuwan muslim yang menemukan berbagai hal di bidang kedokteran. Al Qanuun Fith-Thib merupakan bukunya yang menjadi pegangan bagi dokter-dokter di Eropa.
12. Al-Ma’mun dan Ishaq Al-Mausili
Al-Ma’mun dan Ishaq Al-Mausili adalah ilmuwan-ilmuwan muslim yang menemukan tangga nada (solmisasi) pada notasi musik. Fakta penting ini diungkapkan pertama kali oleh Jean Benjamin de La Borde, seorang ilmuwan dan komponis Perancis, dalam bukunya Essai sur la Musique Ancienne et Moderne (1780). Dalam bukunya ini La Borde secara alfabet menyebut notasi musik yang diciptakan oleh sarjana Muslim. Notasi itu terdiri atas silabels (yang kita kenal sebagai solmisasi) dalam abjad Arab, yaitu Mi Fa Shad La Sin Dal Ra. Menurut La Borde, notasi abjad Arab ini kemudian ditransliterasikan oleh ilmuwan Eropa ke dalam bahasa Latin, yang entah bagaimana diklaim sebagai himne St. John.

Sebenarnya masih sangat banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang menemukan berbagai ilmu pengetahuan, yang mana sekarang ini ilmu-ilmu itu telah diklaim oleh orang-orang Barat. Hal ini sebenarnya muncul karena masa keemasan Islam mulai turun dan masa kegelapanpun datang yang berdampak bahwa ilmu-ilmu yang pencetus aslinya adalah ilmuwan muslim, namun ilmu itu diklaim oleh orang Barat sebagai temuannya.
Dengan berani menyatakan bahwa Islam tidak memberikan sumbangsih apapun terhadap kemajuan dunia, tentunya orang-orang Kristen tidak secara langsung bermaksud bahwa apa yang ditemukan oleh ilmuwan-ilmuwan barat adalah wujud dan sumbangsih agama Kristen terhadap kemajuan dunia. Hal ini salah, karena tidak satupun penemuan dari ilmuwan-ilmuwan barat yang terinspirasi oleh Bible. Barat memang mayoritas Kristen, tetapi menyamakan Barat dengan Kristen adalah salah, karena orang-orang Barat pun tidak mau negara mereka disamakan dengan Kristen, “barat ya barat…Kristen ya Kristen…!” kata mereka. Saya yakin, orang-orang Kristen yang mengklaim hasil penemuan orang-orang Barat sebagai sumbangsih agama Kristen, adalah orang-orang kerdil yang tidak mampu menunjukan prestasi apapun dalam hidupnya. Orang-orang Kristen ini hanya mencari hal-hal positif yang ada dalam masyarakat Barat, kemudian mengakuinya sebagai sumbangsih agama Kristen. Padahal Barat seperti masyarakat lainnya juga memiliki hal-hal negatif, diantaranya adalah pergaulan bebas laki-laki dan perempuan, homo seksual, lesbian dan hal negatif lainnya. Apakah orang-orang Kristen yang mengklaim hal-hal positif yang ada di Barat sebagai sumbangsih agama Kristen juga berani mengklaim hal-hal negatif yang ada di Barat sebagai sumbangsih agama Kristen??? Saya rasa TIDAK!!!

Jika benar agama Kristen mempunyai andil terhadap kemajuan dunia, mungkin kita tidak akan pernah menemukan dalam sejarah, bagaimana seorang ilmuwan barat (sebut Kristen jika anda mau) bernama Galileo Galilei menjadi satu dari 340.000 ilmuwan yang dihukum gereja karena penemuannya dianggap dapat merusak iman dan diajukan ke pengadilan gereja Italia tanggal 22 Juni 1633. Galileo Galilei meninggal pada tahun 1642, jasadnya tidak langsung dikubur, tapi tetap disimpan hingga tahun 1737, kira-kira hampir seabad. Tak cukup hanya itu, sebelum dikubur di Gereja Santa Croce, Florence, Italia, seorang bangsawan tega memotong tiga jari Galileo sebagai “kenang-kenangan”. Dua dari jari itu kemudian dimiliki oleh seorang dokter Italia, dan jari ketiga-sepotong jari tengah-saat ini berada di Museum Sejarah Ilmu Pengetahuan di Florence, Italia, dipajang menunjuk ke langit di atas tiang marmer. Untuk menutupi kebusukan gereja pada masa lalu, pada tahun 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan secara resmi bahwa keputusan penghukuman itu adalah salah, dan dalam pidato 21 Desember 2008 Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi namanya sebagai ilmuwan.
Sungguh memalukan…!

Hari Raya Neroz

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Selasa, 12 Maret 2013 | 00.53

Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi

"Kami mengucapkan selamat kepada Syiah, atas ucapan selamat Hari Raya Neroz dari Obama yang Nasrani, dan dari Perez yang Yahudi”

Kaum muslimin di setiap belahan dunia kiranya dapat menyaksikan berita tentang ucapan selamat hari raya Neroz  dari presiden Amerika, Barack Obama dan PM Israel, Simon Perez kepada penganut Syiah di Iran, sebagaimana dilansir oleh sebagian besar kantor berita dunia. Maka hari raya apakah sesungguhnya Neroz itu yang telah membuat orang Yahudi dan Nasrani tersebut merasa perlu untuk segera mengucapkan selamat kepada orang-orang Syiah ketika hari itu tiba? Artikel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tersebut, apakah hakikat hari raya Neroz yang dirayakan oleh orang-orang Syiah di setiap tempat tersebut.

Neroz merupakan salah satu hari besar Persia. Kata Neroz sendiri secara etimologi merupakan bahasa Persia, diucapkan juga dengan kata Nuruz, berarti haru baru. Neroz merupakan awal tahun baru Persia. Hari raya Neroz sendiri merupakan salah satu hari raya terbesar Persia. Konon yang pertama sekali menjadikannya sebagai hari raya bagi bangsa Persia ialah Jamsyid salah seorang Raja/ Kisra Persia. Neroz merupakan hari pertama penanggalan Persia. Bangsa Persia berkeyakinan bahwa menusia dilahirkan pada hari Raya Neroz yang bertepatan dengan 21 Maret setiap tahun. Keyakinan ini berasal dari ajaran agama Zoroaster, salah satu agama kuno yang menjadi unsure penting dalam membangun peradaban Persia (Iran).
 
Hari raya Neroz adalah hari raya Majusi Persia milik Iran, dan sebagian suku tunduk pada kekaisaran Persia. Di antara suku tersebut ialah sebagian suku-suku Afghanistan penganut Syiah, sebagian suku Kurdi, dan sebagian suku di Asia Tengah.
           
Peringatan hari raya tersebut telah dimulai sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu, dan selalu menjadi prioritas utama bagi orang-orang Iran. Bahkan, begitu besarnya perhatian mereka terhadap hari raya ini, mereka mendaftarkan perayaan ini di UNESCO sebagai kebudayaan dunia pada tahun 2009.
 
Ritual Neroz bersumber pada peradaban Zoroaster dan pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan. Setelah Islam datang dan menaklukkan Persia empat belas abad yang lalu, perayaan ini pun bermetamorfosis sehingga selaras dengan ajaran Islam. Demikian menurut mereka.
 
Pada hari Neroz, orang-orang Persia mengenang kembali sejarah para kaisar dan kekaisaran Persia yang pernah menjadi imperial terkuat di dunia, serta upaya mengembalikan kejayaan masa lampau mereka dengan semangat Persia, kemudian dengan semangat Syiah untuk membangun kembali Imperium Persia raya.

Kembalinya Imperium Persia adalah mimpi orang-orang Persia yang menurut mereka bakal terwujud dengan bermain mata dan bersekongkol dengan Amerika dengan imbalan kemudahan bagi mereka untuk masuk ke Afghanistan dan Irak. Sesungguhnya kekaisaran Persia sedang berusaha keras menggapai mimpi mereka ini siang dan malam. Irak sudah mereka genggam , di Libanon mereka beraliansi dengan Hizbullah, sedangkan di Suriah dengan para loyalis Nushairiyah yang memerintah Suriah (dan mereka adalah Syiah kebatinan, sepupu Syiah Itsna Asyariyah). Di samping aliansi-aliansi tersbeut, mereka juga melakukan kontak dengan partai-partai, yayasan-yayasan dan organisasi-organisasi di negara tetangga.

Mimpi Persia ini membentang di timur hingga ke perbatasan India, Indonesia dan China. Sementara di barat membentang hingga perbatasan laut tengah. Mimpi ini semain menggelora saat perayaan-perayaan Nairuz Majusi dan Hari Tuhan sebagaimana yang diterangkan oleh pemerhati Syiah di Iran.

Hari raya Neroz tampaknya lebih utama bagi orang-orang Syiah Iran daripada dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha. Faktanya libur Neroz lebih panjang dari pada masa libur kedua hari raya Islam tersebut. Hari raya neroz dilaksanakan hingga 13 hari berturut-turut. Sementara dua hari raya Idul Fitri dan Idul Adha hanya sehari atau dua hari saja. Jika seorang Syiah di Iran ditanya tentang hari yang paling berkesan dan paling ditunggu, dia tidak akan ragu-ragu menjawab, “Hari kedua puluh satu bulan Maret.” Yaitu hari pertama Neroz. Padahal hari raya ini berasal dari mitos kuno Majusi. Akan tetapi secara konsisten terus dilaksanakan dan diberikan prioritas yang begitu besar sehingga hari raya ini tetap lestari bahkan mengalahkan hari raya-hari raya lainnya.

Pada hari ke-21 bulan maret, malamnya seperti siang. Hari itu di setiap tahunnya menandakan datangnya musim semi. Mereka menyambut musim semi dan tahun baru mereka itu dengan beberapa ritual. Dimulai dengan gerakan memperbaharui rumah yang dalam bahasa Persia disebut dengan nama Khaanah Takaani, setiap keluarga memperbaiki dan menata ulang tempat tinggal mereka, membuang barang-barang yang sudah using. Kemudian mencuci karpet, tirai atau menggantinya. Mengecat tembok dengan warna baru, biasanya dipilih turunan warna hijau yang selaras dengan menghijaunya bumi di musim semi.

Perayaan Neroz mengandung ritual-ritual yang aneh, satu keluarga akan menghabiskan beberapa menit pertama malam tahun baru di sekililing meja makan khusus yang disebut dengan Haftu Siin (ketujuh huruf sin). Terdapat tujuh macam menu yang masing-masing namanya dimulai dengan huruf sin. Sejarah haftu siin ini berasal dari tradisi Persia pra Islam (Zoroaster), yang mana masing-masing menu yang tujuh tersebut merupakan simbol tujuh makhluk dan tujuh orang kekal lagi suci yang melindunginya.
           
Dalam buku sejarah Persia disebutkan bahwa sebelum orang-orang Iran memeluk Islam, hidangan tersbut disebut hatfu Syiin yang terdiri atas tujuh menu yang diawali dengan huruf Syiin yang masing-masing mengandung khamr (dengan bahasa Persia diwalai dengan huruf Syiin). Kemudia dirubah menjadi hatfu siin agar sesuai –sebagaimana klaim mereka- dengan ajaran Islam yang mengharamkan khamr. Hidangan Hatfu Siin ini antara lain terdiri atas; Sabzy (sayuran), Siib (Apel), Sandaj (kurma), Sir (bawang), Sakkah (sepotong koin logam), Sirkah (cuka), dan Samnu (gandum). Hidangan ini harus (sebagaimana pendapat mereka) disajikan dengan peralatan makan yang mengandung warna putih-putih untuk simbol kesuburan, piring emas sebagai simbol  samudra dunia, lilin dengan cermin terbalik untuk menunjukkan api abadi yang dikultuskan dalam agama Majusi.

Pada hari ketiga belas (2 April) yang disebut “Sizda Badar”, mayoritas, jika tidak semuanya, rumah-rumah di Iran kosong ditinggal penghuninya. Mereka sangat yakin bahwa hari ketiga belas dari tahun baru Iran akan mendatangkan nasib buruk, barang siapa yang tetap tinggal di rumah sepanjang hari itu maka musibah atau bencana akan menimpanya pada tahun tersebut. Sudah menjadi tradisi sejak zaman dahulu, seluruh anggota keluarga pada hari itu menghabiskan waktunya di luar rumah, di tempat-tempat wisata, taman-taman umun, hingga sore. Hal ini pun menyebabkan kemacetan terparah pada tahun itu.

Pihak kepolisian Iran mengerahkan armada patrolinya secara maksimal untuk menjaga rumah yang ditinggal penghuninya tersebut dan diberlakukan sebagai kondisi darurat. Dinstruksikan kepada publik akan larangan melintas bagi truk dan pick-up yang membawa perabotan rumah tangga. Warga yang berniat pindah rumah pada hari itu wajib melapor kepada pihak kepolisian supaya tidak dituduh melakukan pencurian.

Ritual lainnya, seluruh keluarga di Iran membeli ikan-ikan hias beraneka warna , lalu dimasukkan ke dalam gelas kaca dan ditaruh di beranda rumah atau di dekat jendela sebelah karangan bunga. Mereka menjaga dan merawat ikan-ikan tersebut sedimikian rupa hingga hari raya Neroz berakhir. Jika ikan tersebut mati sebelum hari raya Neroz berakhir, itu adalah sebuah pertanda jelek. Jika tetap hidup, maka itu pertanda baik, juga menandakan bahwa keluarga tersebut tidak akan kehilangan sesuatu yang berharga di tahun ini.

Untuk mengusir nasib buruk dan menjaga nasib baik tahun ini, orang-orang Iran melemparkan sisa karangan bunga atau biji-bijian gandum ke rumput-rumput hijau, lapangan hijau, dan air yang mengalir.

Untuk kesempurnaan ritual Neroz orang-orang Iran juga melaksanakan ajaran-ajaran yang terkait dengan mitos tahun baru Persia yang telah memasyarakat di kalangan mereka. meskipun tidak sepenuhnya meyakini tetapi mereka sangat erat dengan ritual-ritual tersebut, yang antara lain ialah:

1.      Tidak mencuci pakaian pada lima hari pertama hari raya Neroz, karena udara dan air pada hari-hari itu akan membantuk dan menyobeknya dengan cepat. Dalam lima hari tersebut harus mengenakan pakaian baru yang be,um pernah dicuci sebelumnya.
2.      Tidak menunjukkan kekesalan atau persaan marah apapun pada hari raya Neroz, demi menjaga agar tahun baru jauh dari ketegangan.
3.      Ibtu rumah tangga, pada malam hari raya itu berupaya untuk tidak meecahkan perabot pecah belah di rumah,. Jika hal itu terjadi, maka pecahan tersebut harus cepat-cepat di buang keluar rumah, karena hal itu akan mendatangkan kesialan.
4.      Tidak mengenakan pakaian lama pada hari raya Neroz, karena hal tersebut akan hanya mengundang kekafiran dan kemelaratan bagi mereka.
5.      Sebelum Neroz tiba, seluruh obat-obatan di rumah harus dibuang jauh-jauh, karena keberadaannya akan mendatangkan penyakit pada tahun tersebut.

Para pemuda merayakan hari raya Neroz dengan menyalakan api, lalu melompat melewatinya. Bermain api pada hari raya Neroz merupakan ritual warisan zaman pra Islam.
Ritual hari Neroz tersebut dimulai sehari sebelumnya, dan terus berlangsung hingga tiga belas hari. Sebelum datangnya tahun baru, orang-orang Iran menghidupkan festival Zoroaster yang berisi pergelaran music Persia, yang menyalaakn api menjelang senja di puncak-puncak bukit, (dataran tinggi), yang melambangkan cahaya dan kecerahan. Orang-orang pun melintasi api-api yang yang dinyalakan supaya terhindaar dari penyakit. Selain di puncak-puncak bukit juga ritual ini juga dilakukan di pekotaan. Ini merupakan pengkultusan dan pengagungan terhadap api yang berasal; dari kepercayaan Majusi.
Ritual yang masih bertahan di pedesaan, para pemuda lajang berdiri dim malam Neroz di bawah kegelapan untuk meletakkan hadiah spesial di depan rumah gadis pujaan yang ingin mereka nikahi. Lalu pagi hari pertama hari raya Neroz mereka akan melihat hasilnya, jika dia tidak lagi menemukan hadiahnya itu, maka dia pun berbahagia bersuka cita. Artinya impiannya untuk menikahi wanita idamannya itu akan terwujud pada tahun ini. Sebaliknya jika hadiah tersebut masih berada pada tempatnya, maka dia kembali dengan tangan hampa.
Orang-orang syiah telah membuat riwayat dusta tentang Khalifah ar-Rasyid ‘Ali bin Abi Thalib dan sebagian Imam Ahli Bait demi melegitimasi hari raya majusi ini. Ibnu Babawaih al-Qummiy dengan penuh kebohongan dalam kitabnya Man La Yahdhuruhu al Faqhi (III/300) menuliskan, ‘diberikanlah kepada Ali alaihi assalam, sebuah hadiah Neroz, lalu beliau alaihi assalam berkata, ‘apa ini’? mereka menjawab, ‘wahai Amirul Mukminin, hari ini adalah hari raya Neroz’ Maka ia berkata, “jadikanlah bagi kami setiap hari sebagai hari Neroz”.
Disebutkan, dalam al Wasail as Syiah, (III/335) kita akan menemukan satu bab dengan judul “Bab disunnahkannya mandi pada hari raya Neroz” pada bab tersebut disebutkan sebuah riwayat, berkata as-Shadiq ‘alaihi assalam, “Jika pada hari raya Neroz, maka mandilah, dan pakailah pakaianmu yang terbersih”.
Dan disebutkan dalam kitab Mushbahul Mujtahid (hal. 591) di bawah bab “ disunnahkannya mandi pada hari raya Neroz, mandi, puasa, dan m engenakan pakaian yang paling bersih, memakai minyak wangi dan mengagungkan, serta menuangkan air pada hari neroz”. Kita menemukan riwayat ini: “dari as-Shadiq ‘alaihi assalam, tentang hari raya Neroz ia berkata, “jika pad hari Neroz, maka mandilah, dan pakailah pakaianmu yang bersih, pakailah minyak wangimu yang paliung wangi. Dan jadilah kamu pada hari itu dalam keadaan berpuasa. Jika engkau shalat shubuh, Zhuhur dan Ashar, maka shalatlah setelahnya empat rakaat, bacalah setiap rakaat pertama al-Fatihah, dan sepulu kali Inna Anzalnahu fi lailatilqadr, dan setiap rakaat kedua al-Fatihah dan sepulu kali Qul yaa ayyuhl Kafirun, dan setiap rakaat ketiga bacalah al-fatihah dan sepulu kali Qul Huwallahu Ahad, dan pada setiap rakaan keempat bacalah al-Fatihah dan sepulu kali al-Miawwidzatain. Setelah selesai dari rakaat-rakaat tersebut sujud syukurlah satu kali, dan berdoalah di dalamnya. Maka akan diampuni dosamu selama lima puluh tahun..”
Bahwa disunatkan berpuasa pada hari Neroz juga disebutkan dalam juz ketiga belas kitab sal-Hada’iq halaman 380, dari as_shadiq ‘alaihi asssalam, dia bekata, “ada pada hari Neroz maka mandilah, dan pakailah minyak wangi yang paling wangi, dan jadilah kamu pada hari itu dalam keadaan berpuasa…”
Demikianlah keutamaan hari Neroz menurut mereka, padahal ini adalah hari raya orang- orang Majusi pra Islam. Pada hari itu mereka menikahi mahram-mahram merewka dengan penuh kebanggaan. Selain itu orang- orang Syiah berkeyakinan bahwa khalifah ‘Utsman terbunuh pada hari Neroz. Dalam kitab, “Raudhatul Muttaqin” (VII/349) disebutkan, “dan adalah padanya [hari Neroz ini] terbunuhnya ‘Ustman yang terlaknat” wana’udzu billahi min hadzal al qaul.
Patut diketahui, bahwa Kristen Koptik mesir juga ikut bersama mereka meyakan hari raya Neroz, mereka juga menjadikannya sebagai awal tahun penanggalan mereka. di mesir dikenal dengan nama hari raya. Di mesir dikenal dengan nama hari raya Syumm an- Nadzim.

Ambiguitas sikap syiah: Hari raya Neroz Majusi Majusi atau cinta kepada Ahlu Bait?
Pertanyaan ini saya kemukakan karena jawabnnya memiliki memiliki tautan yang penting, dan sensitive. Hal mana yang memperlihatkan betapa slogan-slogan datang orang  Persia tentang kesyiasaan (loyalitas) smereka kepada Ahlu bait, hanyalah sebatas propaganda. Secara kebetulan pada Tahun 2002 M hari raya Heroz bertepatan dengan peringatan Ar Nainah al-Husain. Mereka dihapadkan pada Situasi dilematis, melaksanakan peringatan Arba’iniyah al-Husain, atau merayakan hari raya Neroz? Ternyata mereka memilih merayakan hari raya Neroz dan meninggalkan Arba’iniyah al-Husain. Mereka pun lebih memprioritaskan suka cita hari raya Neroz, merka pun berdansa dan menari, meninggalkan peringatan Arba’iniyah al-Husain yang dulunya sebelumnya mereka publikasikan secara luar biasa. Maka hari-hari itu berubah dari hari-hari yang penuh kesedihan (ratapan atas kematian al-husain) sebagaimana ritual tahunan mereka, menjadi hari bahagia, Neroz yang penuh dengan kesenangan dan kegembiraan.
 Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, kemudian meminta supaya Neroz dirayakan dengasn cara yang sesuai dengan kewajiban memuliakan dam menghormati Imam al-Husain. Tetapi anehnya, pemerintahan Iran, saat itu tidak melarang orang-orang Iran untuk bersuka ria merayakan hari raya Neroz yang bertepatan dengan hari Arba’niyah al-Husain Radiallahu ‘Anhu.
Saat itu hari raya Neroz bahkan telah menjadi alat propaganda politik. Presiden Iranmahmud Ahmadinejad,. Pada tahun ini membuka perayaan Neroz sedunia II yang dihadiri oleh sejumlah presiden, menteri Luar negeri dan perwakilan beberapa negara yang diundang. Di antara mereka terdapat orang-orang yang merayakan Neroz uga, seperti Presiden Irak Jalal at-Thalibani, dan HAmid Krazai dari afganistan.

Antara Iedul Fitri, Iedul Adha, dan Neroz

Irak mengaku sebagai negara republik Islam, persoalannya ialah jika memang demikian megnapa mwereka menghidupkan hari raya Majusi, Neroz, dan menjadikannya sebagai hari raya sebagai hari besar nasional? Padahal merayakan hari raya Neroz merupakan pelestarian tradisi paganisme. Neroz termauk hari-hari raya jahiliyah yang telah dihapus oleh Islam, dan diganti dengan yang lebih baik, yaitu hari Raya Iedul Fitri dan Iedul Adha.
Ini termasuk fakta yang menegaskan bahwa mereka tidak terlepas dari kefanatikan mereka terhadap kultur asli mereka, bangsa Persia, betappaun mereka melakukan propaganda bahwa mereka adalah Ahlul islam yang benar dan sebenarnya, bahwa mereka adalah pengikut al-Qur’an dan para Imam Ahlul Bait Nabi yang Muslim! Dalam perayaan Neroz yang memakan waktu yang cukup lama orang-orang syiah di Iran meliburkan sekolah-sekolah, Universita-universitas, dan kantor-kantor pemerintahan. Sebaliknya mereka justru melarang Ahlu Sunnah menonjolkan perayaan Hari raya Iedul Fitri dan Iedul Adha. Sekolah-sekolah, serta kantor pemerintahan tidak libur kecuali satu hari…!
Demikian hari raya Neroz, yang kami mengucapkan selamat kepaa Syiah atas ucapan selamat dari Obama yang nasrani, dan peres yang Yahudi bagi mereka pada acara ini. Inilah wajah Iran yang sebenarnya. Yang kerap kita anggap sebagai representasi kedaulatan umat Islam. Menurut saya, ini cukup untuk mempertimbangkan kembali usaha-usaha beberapa pihak untuk menyandingkan bahkan menyatukan Ahli Sunnah dengan Syiah.

Sumber: LPPI Makassar

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

IBADAH

Lihat Artikel Lainnya»

PEMIKIRAN

Lihat Artikel Lainnya»
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AL-IKHWAN17 - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger