Headlines News :

Sumbangsih Kristen Terhadap Kemajuan Dunia

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Rabu, 13 Maret 2013 | 22.57

Dalam sebuah diskusi yang pernah saya lakukan, seorang Kristen mempertanyakan sumbangsih apa yang diberikan oleh Islam kepada kemajuan dunia? Mereka beranggapan umat Islam adalah umat yang hanya menikmati hasil penemuan orang-orang Kristen. Anggapan ini menurut saya tidak sepenuhnya salah, namun tidak sepenuhnya juga benar. Jika dilihat dari sudut pandang ke-kinian, maka anggapan itu ada benarnya, Karena sekarang ini ilmu pengetahuan dan teknologi mayoritas dikuasai oleh orang-orang barat, tetapi jika dikatakan umat Islam tidak pernah memberikan sumbangsih apapun terhadap kemajuan dunia, inilah yang salah. Karena ada banyak muslim di masa-masa keemasan Islam dimana pada saat yang sama barat berada dalam masa kegelapan, muslim yang menjadi seorang penemu atau cendekiawan, diantaranya;

1. Yusuf Ibnu Ishaq Al- Kindi
Al-Kindi atau Al-Kindus adalah ilmuwan muslim jenius yang hidup di era kejayaan Islam Baghdad. Al-Kindi merupakan ilmuwan pertama yang menemukan teori relativitas, tepatnya pada abad ke-9. Al-Kindi sebenarnya orang pertama yang menemukan teori tersebut, namun belum banyak orang yang mengetahui tentang temuannya itu, kemudian pada abad ke-20 Albert Einstein juga memaparkan teori relativitas yang sama dengan Al-Kindi, oleh karena itu Albert Einsteinlah yang dianggap sebagai penemu teori tersebut, padahal Al-Kindi adalah orang pertama yang menemukannya.


2. Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi
Al-Khwarizmi adalah ilmuwan matematika muslim yang menemukan konsep dasar dari algoritma, aljabar, tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus, kosinus dan kotangen, dan konsep diferensiasi. Beliau juga menulis buku yang berjudul Al-Jam’a wal-Tafreeq bil Hisab al-Hindi, Algebra, Al-Maqala fi Hisab-al Jabr wa-al-Muqabilah, bahkan buku-bukunya juga digunkana sebagai buku pedoman bagi mahasiwa-mahasiwa di Eropa sampai abad ke-16.

3. Muhammad bin Zakaria
Al-Razi adalah ilmuwan muslim terkemuka yang menjadi penemu teknik jahit luka. Ilmuwan kelahiran Iran tersebut tidak begitu terkenal jika dibandingkan dengan Ibnu Sina yang sebenarnya adalah muridnya. Tokoh ilmuwan Islam ini tidak tertandingi pada masanya ditahun 240 Hijriah/854 Masehi. Di dunia pengobatan, Al-Razi sangat pandai meramu, mengenali, dan menemukan obat. Al-Razi selain menjadi orang pertama yang membuat jahitan dengan benang yang terbuat dari serat juga dikenal sebagai orang pertama yang berhasil membedakan antara penyakit cacar dengan campak.

4. Piri Reis
Piri Reis adalah ilmuwan muslim pertama yang membuat peta dunia. Peta tersebut dibuat diatas sepotong kulit rusa berukuran 90×65cm dan digambarkan secara lengkap dan cukup detail. Bahkan hasil perbandingan dengan pemotretan dari angkasa luar yang dilakukan menggunakan satelit saat ini, memiliki bentuk yang sangat mirip. Mulanya para sejahrawan tidak percaya akan bukti keberadaan peta tersebut. Alasannya, pada peta tersebut yang terlihat jelas hanyalah kawasan Laut Timur Tengah. Sementara kawasan lainnya seperti benua Afrika dan Amerika sama sekali tergambar sangat berbeda. Baru setelah gambar hasil pemotretan satelit jaman modern ini dipadukan dengan peta kuno karya muslimin bangsa Turki tersebut sangat nyata kebenarannya bahwa gambar yang ditorehkan dalam kulit rusa tersebut memang sangat detail dan terperinci.

5. Abu Zayd Ahmed Ibnu Sahl Al-Balkhi
Al-Balkhi adalah ilmuawan muslim pertama yang menemukan konsep kesehatan mental. Dalam kitabnya yang berjudul Masalih al-Abdan wa al-Anfus (Makanan untuk Tubuh dan Jiwa), Al-Balkhi berhasil menghubungkan penyakit antara tubuh dan jiwa. Ia biasa menggunakan istilah al-Tibb al-Ruhani untuk menjelaskan keseharan spritual dan kesehatan psikologi. Sedangkan untuk kesehatan mental dia kerap menggunakan istilah Tibb al-Qalb.

Beliau pun sangat terkenal dengan teori yang dicetuskannya tentang kesehatan jiwa yang berhubungan dengan tubuh. Menurut beliau, gangguan atau penyakit pikiran sangat berhubungan dengan kesehatan badan.
Namun, peradaban barat mengklaim bahwa Philipe Pinel (1793) merupakan orang pertama yang memperkenalkan metode penyembuhan penyakit jiwa, padahal pada abad ke-9 Al-Balkhi telah menemukan terlebih dahulu.

6. Ibnu Ismail Al Jazari
Al Jazari adalah ilmuwan muslim pertama yang menemukan konsep dasar robotika modern. Di tahun 1206, Al-Jazari membuat jam gajah yang bekerja dengan tenaga air dan berat benda, untuk menggerakkan secara otomatis sistem mekanis, yang dalam interval tertentu akan memberikan suara simbal dan burung berkicau. Prinsip humanoid automation inilah yang mengilhami pengembangan robot masa sekarang. Kini replika jam gajah tersebut disusun kembali oleh London Science Museum, sebagai bentuk penghargaan atas karya besarnya.

7. Ibnu Al-Haitham
Al-Haitham adalah ilmuwan muslim yang pertama kali menemukan kamera. Pada akhir abad ke-10 M, Al-Haitham berhasil menemukan sebuah kamera obscura. Penemuan yang sangat inspiratif itu berhasil dilakukan Al-Haithan bersama Kamaluddin al-Farisi. Keduanya berhasil meneliti dan merekam fenomena kamera obscura. Penemuan itu berawal ketika keduanya mempelajari gerhana matahari. Untuk mempelajari fenomena gerhana, Al-Haitham membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari semi nyata diproyeksikan melalui permukaan datar. Dunia mengenal Al-Haitham sebagai perintis di bidang optik yang terkenal lewat bukunya bertajuk Kitab al-Manazir (buku optik). Untuk membuktikan teori-teori dalam bukunya itu, beliau menyusun Al-Bayt Al-Muslim atau lebih dikenal dengan sebutan kamera obscura atau kamar gelap.

8. Al-Zahrawi
Al-Zahrawi adalah ilmuwan muslim yang pertama kali mencetuskan ilmu bedah. Kontribusinya sungguh sangat besar bagi pengembangan ilmu bedah. Selain melahirkan prosedur dan metode ilmu bedah modern, dia juga menciptakan beragam alat dan teknologi yang digunakan untuk bedah dan jelas bahwa peletak dasar-dasar ilmu bedah modern yang bernama Al-Zahrawi (936 M -1013 M) telah menambah daftar ilmuwan-ilmuwan muslim.

9. Abu Abdallah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan Al-Battani
Al-Battani adalah ilmuwan muslim pertama yang menemukan jarak hitung keliling bumi. Berdasarkan perhitungannya, ia menyatakan bahwa bumi mengelilingi pusat tata surya tersebut dalam waktu 365 hari, 5 jam, 46 menit, dan 24 detik. Perhitungannya mendekati dengan perhitungan terakhir yang dianggap lebih akurat.
Ia menemukan bahwa garis bujur terjauh matahari mengalami peningkatan sebesar 16,47 derajat sejak perhitungan yang dilakukan oleh Ptolemy. Penemuan penting ini sangat bermanfaat untuk mengetahui gerak lengkung matahari. Al Battani juga menentukan secara akurat kemiringin ekliptik, panjangnya musim, dan orbit matahari.
Bahkan beliau berhasil menemukan orbit bulan, planet, dan menetapkan teori baru untuk menentukan sebuah kondisi kemungkinan terlihatnya bulan baru. Ini terkait dengan pergantian dari sebuah bulan ke bulan lainnya. Penemuannya mengenai garis lengkung bulan dan matahari, pada 1749 kemudian digunakan oleh Dunthorne untuk menentukan gerak akselerasi bulan. Dalam bidang matematika, Al Battani juga memberikan kontribusi gemilang terutama dalam trigonometri.

10. Ali Ibnu Ahmed Ibnu Yusuf Ibnu Al-Khizr Al-Amidi
Al-Amidi adalah ilmuwan muslim yang telah merintis penciptaaan sistem penulisan bagi orang buta itu. Sejak terlahir ke dunia, Al-Amidi sudah dalam kondisi buta. Keterbatasan penglihatan itu tak menyurutkan semangatnya untuk belajar dan terus menggali ilmu. Ilmuwan asal Suriah itu pun termasyhur sebagai ahli hukum dan pakar bahasa asing. Untuk menggali ilmu dan berbagai pengetahuan, Al-Amidi berhasil menciptakan sebuah sistem penulisan untuk kaum difabel. Dengan sistem penulisan yang diciptakannya, ilmuwan yang wafat pada 1314 M itu mampu membaca dan menulis buku.
Berkah itu mampu dimanfaatkan Al-Amidi untuk menggali ilmu yaitu dengan kemampuan meraba dan menyentuh. Beliau tidak hanya mampu menempatkan dan menyimpan buku pada rak, tetapi Al-Amidi juga mampu menentukan nomor halaman sebuah buku. Selain itu, beliau juga mampu mengetahui nilai buku dengan menetapkan jarak baris buku.

11. Ibnu Sina
Ibnu Sina adalah ilmuwan muslim yang menemukan berbagai hal di bidang kedokteran. Al Qanuun Fith-Thib merupakan bukunya yang menjadi pegangan bagi dokter-dokter di Eropa.
12. Al-Ma’mun dan Ishaq Al-Mausili
Al-Ma’mun dan Ishaq Al-Mausili adalah ilmuwan-ilmuwan muslim yang menemukan tangga nada (solmisasi) pada notasi musik. Fakta penting ini diungkapkan pertama kali oleh Jean Benjamin de La Borde, seorang ilmuwan dan komponis Perancis, dalam bukunya Essai sur la Musique Ancienne et Moderne (1780). Dalam bukunya ini La Borde secara alfabet menyebut notasi musik yang diciptakan oleh sarjana Muslim. Notasi itu terdiri atas silabels (yang kita kenal sebagai solmisasi) dalam abjad Arab, yaitu Mi Fa Shad La Sin Dal Ra. Menurut La Borde, notasi abjad Arab ini kemudian ditransliterasikan oleh ilmuwan Eropa ke dalam bahasa Latin, yang entah bagaimana diklaim sebagai himne St. John.

Sebenarnya masih sangat banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang menemukan berbagai ilmu pengetahuan, yang mana sekarang ini ilmu-ilmu itu telah diklaim oleh orang-orang Barat. Hal ini sebenarnya muncul karena masa keemasan Islam mulai turun dan masa kegelapanpun datang yang berdampak bahwa ilmu-ilmu yang pencetus aslinya adalah ilmuwan muslim, namun ilmu itu diklaim oleh orang Barat sebagai temuannya.
Dengan berani menyatakan bahwa Islam tidak memberikan sumbangsih apapun terhadap kemajuan dunia, tentunya orang-orang Kristen tidak secara langsung bermaksud bahwa apa yang ditemukan oleh ilmuwan-ilmuwan barat adalah wujud dan sumbangsih agama Kristen terhadap kemajuan dunia. Hal ini salah, karena tidak satupun penemuan dari ilmuwan-ilmuwan barat yang terinspirasi oleh Bible. Barat memang mayoritas Kristen, tetapi menyamakan Barat dengan Kristen adalah salah, karena orang-orang Barat pun tidak mau negara mereka disamakan dengan Kristen, “barat ya barat…Kristen ya Kristen…!” kata mereka. Saya yakin, orang-orang Kristen yang mengklaim hasil penemuan orang-orang Barat sebagai sumbangsih agama Kristen, adalah orang-orang kerdil yang tidak mampu menunjukan prestasi apapun dalam hidupnya. Orang-orang Kristen ini hanya mencari hal-hal positif yang ada dalam masyarakat Barat, kemudian mengakuinya sebagai sumbangsih agama Kristen. Padahal Barat seperti masyarakat lainnya juga memiliki hal-hal negatif, diantaranya adalah pergaulan bebas laki-laki dan perempuan, homo seksual, lesbian dan hal negatif lainnya. Apakah orang-orang Kristen yang mengklaim hal-hal positif yang ada di Barat sebagai sumbangsih agama Kristen juga berani mengklaim hal-hal negatif yang ada di Barat sebagai sumbangsih agama Kristen??? Saya rasa TIDAK!!!

Jika benar agama Kristen mempunyai andil terhadap kemajuan dunia, mungkin kita tidak akan pernah menemukan dalam sejarah, bagaimana seorang ilmuwan barat (sebut Kristen jika anda mau) bernama Galileo Galilei menjadi satu dari 340.000 ilmuwan yang dihukum gereja karena penemuannya dianggap dapat merusak iman dan diajukan ke pengadilan gereja Italia tanggal 22 Juni 1633. Galileo Galilei meninggal pada tahun 1642, jasadnya tidak langsung dikubur, tapi tetap disimpan hingga tahun 1737, kira-kira hampir seabad. Tak cukup hanya itu, sebelum dikubur di Gereja Santa Croce, Florence, Italia, seorang bangsawan tega memotong tiga jari Galileo sebagai “kenang-kenangan”. Dua dari jari itu kemudian dimiliki oleh seorang dokter Italia, dan jari ketiga-sepotong jari tengah-saat ini berada di Museum Sejarah Ilmu Pengetahuan di Florence, Italia, dipajang menunjuk ke langit di atas tiang marmer. Untuk menutupi kebusukan gereja pada masa lalu, pada tahun 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan secara resmi bahwa keputusan penghukuman itu adalah salah, dan dalam pidato 21 Desember 2008 Paus Benediktus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi namanya sebagai ilmuwan.
Sungguh memalukan…!

Hari Raya Neroz

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Selasa, 12 Maret 2013 | 00.53

Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi

"Kami mengucapkan selamat kepada Syiah, atas ucapan selamat Hari Raya Neroz dari Obama yang Nasrani, dan dari Perez yang Yahudi”

Kaum muslimin di setiap belahan dunia kiranya dapat menyaksikan berita tentang ucapan selamat hari raya Neroz  dari presiden Amerika, Barack Obama dan PM Israel, Simon Perez kepada penganut Syiah di Iran, sebagaimana dilansir oleh sebagian besar kantor berita dunia. Maka hari raya apakah sesungguhnya Neroz itu yang telah membuat orang Yahudi dan Nasrani tersebut merasa perlu untuk segera mengucapkan selamat kepada orang-orang Syiah ketika hari itu tiba? Artikel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tersebut, apakah hakikat hari raya Neroz yang dirayakan oleh orang-orang Syiah di setiap tempat tersebut.

Neroz merupakan salah satu hari besar Persia. Kata Neroz sendiri secara etimologi merupakan bahasa Persia, diucapkan juga dengan kata Nuruz, berarti haru baru. Neroz merupakan awal tahun baru Persia. Hari raya Neroz sendiri merupakan salah satu hari raya terbesar Persia. Konon yang pertama sekali menjadikannya sebagai hari raya bagi bangsa Persia ialah Jamsyid salah seorang Raja/ Kisra Persia. Neroz merupakan hari pertama penanggalan Persia. Bangsa Persia berkeyakinan bahwa menusia dilahirkan pada hari Raya Neroz yang bertepatan dengan 21 Maret setiap tahun. Keyakinan ini berasal dari ajaran agama Zoroaster, salah satu agama kuno yang menjadi unsure penting dalam membangun peradaban Persia (Iran).
 
Hari raya Neroz adalah hari raya Majusi Persia milik Iran, dan sebagian suku tunduk pada kekaisaran Persia. Di antara suku tersebut ialah sebagian suku-suku Afghanistan penganut Syiah, sebagian suku Kurdi, dan sebagian suku di Asia Tengah.
           
Peringatan hari raya tersebut telah dimulai sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu, dan selalu menjadi prioritas utama bagi orang-orang Iran. Bahkan, begitu besarnya perhatian mereka terhadap hari raya ini, mereka mendaftarkan perayaan ini di UNESCO sebagai kebudayaan dunia pada tahun 2009.
 
Ritual Neroz bersumber pada peradaban Zoroaster dan pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan. Setelah Islam datang dan menaklukkan Persia empat belas abad yang lalu, perayaan ini pun bermetamorfosis sehingga selaras dengan ajaran Islam. Demikian menurut mereka.
 
Pada hari Neroz, orang-orang Persia mengenang kembali sejarah para kaisar dan kekaisaran Persia yang pernah menjadi imperial terkuat di dunia, serta upaya mengembalikan kejayaan masa lampau mereka dengan semangat Persia, kemudian dengan semangat Syiah untuk membangun kembali Imperium Persia raya.

Kembalinya Imperium Persia adalah mimpi orang-orang Persia yang menurut mereka bakal terwujud dengan bermain mata dan bersekongkol dengan Amerika dengan imbalan kemudahan bagi mereka untuk masuk ke Afghanistan dan Irak. Sesungguhnya kekaisaran Persia sedang berusaha keras menggapai mimpi mereka ini siang dan malam. Irak sudah mereka genggam , di Libanon mereka beraliansi dengan Hizbullah, sedangkan di Suriah dengan para loyalis Nushairiyah yang memerintah Suriah (dan mereka adalah Syiah kebatinan, sepupu Syiah Itsna Asyariyah). Di samping aliansi-aliansi tersbeut, mereka juga melakukan kontak dengan partai-partai, yayasan-yayasan dan organisasi-organisasi di negara tetangga.

Mimpi Persia ini membentang di timur hingga ke perbatasan India, Indonesia dan China. Sementara di barat membentang hingga perbatasan laut tengah. Mimpi ini semain menggelora saat perayaan-perayaan Nairuz Majusi dan Hari Tuhan sebagaimana yang diterangkan oleh pemerhati Syiah di Iran.

Hari raya Neroz tampaknya lebih utama bagi orang-orang Syiah Iran daripada dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha. Faktanya libur Neroz lebih panjang dari pada masa libur kedua hari raya Islam tersebut. Hari raya neroz dilaksanakan hingga 13 hari berturut-turut. Sementara dua hari raya Idul Fitri dan Idul Adha hanya sehari atau dua hari saja. Jika seorang Syiah di Iran ditanya tentang hari yang paling berkesan dan paling ditunggu, dia tidak akan ragu-ragu menjawab, “Hari kedua puluh satu bulan Maret.” Yaitu hari pertama Neroz. Padahal hari raya ini berasal dari mitos kuno Majusi. Akan tetapi secara konsisten terus dilaksanakan dan diberikan prioritas yang begitu besar sehingga hari raya ini tetap lestari bahkan mengalahkan hari raya-hari raya lainnya.

Pada hari ke-21 bulan maret, malamnya seperti siang. Hari itu di setiap tahunnya menandakan datangnya musim semi. Mereka menyambut musim semi dan tahun baru mereka itu dengan beberapa ritual. Dimulai dengan gerakan memperbaharui rumah yang dalam bahasa Persia disebut dengan nama Khaanah Takaani, setiap keluarga memperbaiki dan menata ulang tempat tinggal mereka, membuang barang-barang yang sudah using. Kemudian mencuci karpet, tirai atau menggantinya. Mengecat tembok dengan warna baru, biasanya dipilih turunan warna hijau yang selaras dengan menghijaunya bumi di musim semi.

Perayaan Neroz mengandung ritual-ritual yang aneh, satu keluarga akan menghabiskan beberapa menit pertama malam tahun baru di sekililing meja makan khusus yang disebut dengan Haftu Siin (ketujuh huruf sin). Terdapat tujuh macam menu yang masing-masing namanya dimulai dengan huruf sin. Sejarah haftu siin ini berasal dari tradisi Persia pra Islam (Zoroaster), yang mana masing-masing menu yang tujuh tersebut merupakan simbol tujuh makhluk dan tujuh orang kekal lagi suci yang melindunginya.
           
Dalam buku sejarah Persia disebutkan bahwa sebelum orang-orang Iran memeluk Islam, hidangan tersbut disebut hatfu Syiin yang terdiri atas tujuh menu yang diawali dengan huruf Syiin yang masing-masing mengandung khamr (dengan bahasa Persia diwalai dengan huruf Syiin). Kemudia dirubah menjadi hatfu siin agar sesuai –sebagaimana klaim mereka- dengan ajaran Islam yang mengharamkan khamr. Hidangan Hatfu Siin ini antara lain terdiri atas; Sabzy (sayuran), Siib (Apel), Sandaj (kurma), Sir (bawang), Sakkah (sepotong koin logam), Sirkah (cuka), dan Samnu (gandum). Hidangan ini harus (sebagaimana pendapat mereka) disajikan dengan peralatan makan yang mengandung warna putih-putih untuk simbol kesuburan, piring emas sebagai simbol  samudra dunia, lilin dengan cermin terbalik untuk menunjukkan api abadi yang dikultuskan dalam agama Majusi.

Pada hari ketiga belas (2 April) yang disebut “Sizda Badar”, mayoritas, jika tidak semuanya, rumah-rumah di Iran kosong ditinggal penghuninya. Mereka sangat yakin bahwa hari ketiga belas dari tahun baru Iran akan mendatangkan nasib buruk, barang siapa yang tetap tinggal di rumah sepanjang hari itu maka musibah atau bencana akan menimpanya pada tahun tersebut. Sudah menjadi tradisi sejak zaman dahulu, seluruh anggota keluarga pada hari itu menghabiskan waktunya di luar rumah, di tempat-tempat wisata, taman-taman umun, hingga sore. Hal ini pun menyebabkan kemacetan terparah pada tahun itu.

Pihak kepolisian Iran mengerahkan armada patrolinya secara maksimal untuk menjaga rumah yang ditinggal penghuninya tersebut dan diberlakukan sebagai kondisi darurat. Dinstruksikan kepada publik akan larangan melintas bagi truk dan pick-up yang membawa perabotan rumah tangga. Warga yang berniat pindah rumah pada hari itu wajib melapor kepada pihak kepolisian supaya tidak dituduh melakukan pencurian.

Ritual lainnya, seluruh keluarga di Iran membeli ikan-ikan hias beraneka warna , lalu dimasukkan ke dalam gelas kaca dan ditaruh di beranda rumah atau di dekat jendela sebelah karangan bunga. Mereka menjaga dan merawat ikan-ikan tersebut sedimikian rupa hingga hari raya Neroz berakhir. Jika ikan tersebut mati sebelum hari raya Neroz berakhir, itu adalah sebuah pertanda jelek. Jika tetap hidup, maka itu pertanda baik, juga menandakan bahwa keluarga tersebut tidak akan kehilangan sesuatu yang berharga di tahun ini.

Untuk mengusir nasib buruk dan menjaga nasib baik tahun ini, orang-orang Iran melemparkan sisa karangan bunga atau biji-bijian gandum ke rumput-rumput hijau, lapangan hijau, dan air yang mengalir.

Untuk kesempurnaan ritual Neroz orang-orang Iran juga melaksanakan ajaran-ajaran yang terkait dengan mitos tahun baru Persia yang telah memasyarakat di kalangan mereka. meskipun tidak sepenuhnya meyakini tetapi mereka sangat erat dengan ritual-ritual tersebut, yang antara lain ialah:

1.      Tidak mencuci pakaian pada lima hari pertama hari raya Neroz, karena udara dan air pada hari-hari itu akan membantuk dan menyobeknya dengan cepat. Dalam lima hari tersebut harus mengenakan pakaian baru yang be,um pernah dicuci sebelumnya.
2.      Tidak menunjukkan kekesalan atau persaan marah apapun pada hari raya Neroz, demi menjaga agar tahun baru jauh dari ketegangan.
3.      Ibtu rumah tangga, pada malam hari raya itu berupaya untuk tidak meecahkan perabot pecah belah di rumah,. Jika hal itu terjadi, maka pecahan tersebut harus cepat-cepat di buang keluar rumah, karena hal itu akan mendatangkan kesialan.
4.      Tidak mengenakan pakaian lama pada hari raya Neroz, karena hal tersebut akan hanya mengundang kekafiran dan kemelaratan bagi mereka.
5.      Sebelum Neroz tiba, seluruh obat-obatan di rumah harus dibuang jauh-jauh, karena keberadaannya akan mendatangkan penyakit pada tahun tersebut.

Para pemuda merayakan hari raya Neroz dengan menyalakan api, lalu melompat melewatinya. Bermain api pada hari raya Neroz merupakan ritual warisan zaman pra Islam.
Ritual hari Neroz tersebut dimulai sehari sebelumnya, dan terus berlangsung hingga tiga belas hari. Sebelum datangnya tahun baru, orang-orang Iran menghidupkan festival Zoroaster yang berisi pergelaran music Persia, yang menyalaakn api menjelang senja di puncak-puncak bukit, (dataran tinggi), yang melambangkan cahaya dan kecerahan. Orang-orang pun melintasi api-api yang yang dinyalakan supaya terhindaar dari penyakit. Selain di puncak-puncak bukit juga ritual ini juga dilakukan di pekotaan. Ini merupakan pengkultusan dan pengagungan terhadap api yang berasal; dari kepercayaan Majusi.
Ritual yang masih bertahan di pedesaan, para pemuda lajang berdiri dim malam Neroz di bawah kegelapan untuk meletakkan hadiah spesial di depan rumah gadis pujaan yang ingin mereka nikahi. Lalu pagi hari pertama hari raya Neroz mereka akan melihat hasilnya, jika dia tidak lagi menemukan hadiahnya itu, maka dia pun berbahagia bersuka cita. Artinya impiannya untuk menikahi wanita idamannya itu akan terwujud pada tahun ini. Sebaliknya jika hadiah tersebut masih berada pada tempatnya, maka dia kembali dengan tangan hampa.
Orang-orang syiah telah membuat riwayat dusta tentang Khalifah ar-Rasyid ‘Ali bin Abi Thalib dan sebagian Imam Ahli Bait demi melegitimasi hari raya majusi ini. Ibnu Babawaih al-Qummiy dengan penuh kebohongan dalam kitabnya Man La Yahdhuruhu al Faqhi (III/300) menuliskan, ‘diberikanlah kepada Ali alaihi assalam, sebuah hadiah Neroz, lalu beliau alaihi assalam berkata, ‘apa ini’? mereka menjawab, ‘wahai Amirul Mukminin, hari ini adalah hari raya Neroz’ Maka ia berkata, “jadikanlah bagi kami setiap hari sebagai hari Neroz”.
Disebutkan, dalam al Wasail as Syiah, (III/335) kita akan menemukan satu bab dengan judul “Bab disunnahkannya mandi pada hari raya Neroz” pada bab tersebut disebutkan sebuah riwayat, berkata as-Shadiq ‘alaihi assalam, “Jika pada hari raya Neroz, maka mandilah, dan pakailah pakaianmu yang terbersih”.
Dan disebutkan dalam kitab Mushbahul Mujtahid (hal. 591) di bawah bab “ disunnahkannya mandi pada hari raya Neroz, mandi, puasa, dan m engenakan pakaian yang paling bersih, memakai minyak wangi dan mengagungkan, serta menuangkan air pada hari neroz”. Kita menemukan riwayat ini: “dari as-Shadiq ‘alaihi assalam, tentang hari raya Neroz ia berkata, “jika pad hari Neroz, maka mandilah, dan pakailah pakaianmu yang bersih, pakailah minyak wangimu yang paliung wangi. Dan jadilah kamu pada hari itu dalam keadaan berpuasa. Jika engkau shalat shubuh, Zhuhur dan Ashar, maka shalatlah setelahnya empat rakaat, bacalah setiap rakaat pertama al-Fatihah, dan sepulu kali Inna Anzalnahu fi lailatilqadr, dan setiap rakaat kedua al-Fatihah dan sepulu kali Qul yaa ayyuhl Kafirun, dan setiap rakaat ketiga bacalah al-fatihah dan sepulu kali Qul Huwallahu Ahad, dan pada setiap rakaan keempat bacalah al-Fatihah dan sepulu kali al-Miawwidzatain. Setelah selesai dari rakaat-rakaat tersebut sujud syukurlah satu kali, dan berdoalah di dalamnya. Maka akan diampuni dosamu selama lima puluh tahun..”
Bahwa disunatkan berpuasa pada hari Neroz juga disebutkan dalam juz ketiga belas kitab sal-Hada’iq halaman 380, dari as_shadiq ‘alaihi asssalam, dia bekata, “ada pada hari Neroz maka mandilah, dan pakailah minyak wangi yang paling wangi, dan jadilah kamu pada hari itu dalam keadaan berpuasa…”
Demikianlah keutamaan hari Neroz menurut mereka, padahal ini adalah hari raya orang- orang Majusi pra Islam. Pada hari itu mereka menikahi mahram-mahram merewka dengan penuh kebanggaan. Selain itu orang- orang Syiah berkeyakinan bahwa khalifah ‘Utsman terbunuh pada hari Neroz. Dalam kitab, “Raudhatul Muttaqin” (VII/349) disebutkan, “dan adalah padanya [hari Neroz ini] terbunuhnya ‘Ustman yang terlaknat” wana’udzu billahi min hadzal al qaul.
Patut diketahui, bahwa Kristen Koptik mesir juga ikut bersama mereka meyakan hari raya Neroz, mereka juga menjadikannya sebagai awal tahun penanggalan mereka. di mesir dikenal dengan nama hari raya. Di mesir dikenal dengan nama hari raya Syumm an- Nadzim.

Ambiguitas sikap syiah: Hari raya Neroz Majusi Majusi atau cinta kepada Ahlu Bait?
Pertanyaan ini saya kemukakan karena jawabnnya memiliki memiliki tautan yang penting, dan sensitive. Hal mana yang memperlihatkan betapa slogan-slogan datang orang  Persia tentang kesyiasaan (loyalitas) smereka kepada Ahlu bait, hanyalah sebatas propaganda. Secara kebetulan pada Tahun 2002 M hari raya Heroz bertepatan dengan peringatan Ar Nainah al-Husain. Mereka dihapadkan pada Situasi dilematis, melaksanakan peringatan Arba’iniyah al-Husain, atau merayakan hari raya Neroz? Ternyata mereka memilih merayakan hari raya Neroz dan meninggalkan Arba’iniyah al-Husain. Mereka pun lebih memprioritaskan suka cita hari raya Neroz, merka pun berdansa dan menari, meninggalkan peringatan Arba’iniyah al-Husain yang dulunya sebelumnya mereka publikasikan secara luar biasa. Maka hari-hari itu berubah dari hari-hari yang penuh kesedihan (ratapan atas kematian al-husain) sebagaimana ritual tahunan mereka, menjadi hari bahagia, Neroz yang penuh dengan kesenangan dan kegembiraan.
 Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, kemudian meminta supaya Neroz dirayakan dengasn cara yang sesuai dengan kewajiban memuliakan dam menghormati Imam al-Husain. Tetapi anehnya, pemerintahan Iran, saat itu tidak melarang orang-orang Iran untuk bersuka ria merayakan hari raya Neroz yang bertepatan dengan hari Arba’niyah al-Husain Radiallahu ‘Anhu.
Saat itu hari raya Neroz bahkan telah menjadi alat propaganda politik. Presiden Iranmahmud Ahmadinejad,. Pada tahun ini membuka perayaan Neroz sedunia II yang dihadiri oleh sejumlah presiden, menteri Luar negeri dan perwakilan beberapa negara yang diundang. Di antara mereka terdapat orang-orang yang merayakan Neroz uga, seperti Presiden Irak Jalal at-Thalibani, dan HAmid Krazai dari afganistan.

Antara Iedul Fitri, Iedul Adha, dan Neroz

Irak mengaku sebagai negara republik Islam, persoalannya ialah jika memang demikian megnapa mwereka menghidupkan hari raya Majusi, Neroz, dan menjadikannya sebagai hari raya sebagai hari besar nasional? Padahal merayakan hari raya Neroz merupakan pelestarian tradisi paganisme. Neroz termauk hari-hari raya jahiliyah yang telah dihapus oleh Islam, dan diganti dengan yang lebih baik, yaitu hari Raya Iedul Fitri dan Iedul Adha.
Ini termasuk fakta yang menegaskan bahwa mereka tidak terlepas dari kefanatikan mereka terhadap kultur asli mereka, bangsa Persia, betappaun mereka melakukan propaganda bahwa mereka adalah Ahlul islam yang benar dan sebenarnya, bahwa mereka adalah pengikut al-Qur’an dan para Imam Ahlul Bait Nabi yang Muslim! Dalam perayaan Neroz yang memakan waktu yang cukup lama orang-orang syiah di Iran meliburkan sekolah-sekolah, Universita-universitas, dan kantor-kantor pemerintahan. Sebaliknya mereka justru melarang Ahlu Sunnah menonjolkan perayaan Hari raya Iedul Fitri dan Iedul Adha. Sekolah-sekolah, serta kantor pemerintahan tidak libur kecuali satu hari…!
Demikian hari raya Neroz, yang kami mengucapkan selamat kepaa Syiah atas ucapan selamat dari Obama yang nasrani, dan peres yang Yahudi bagi mereka pada acara ini. Inilah wajah Iran yang sebenarnya. Yang kerap kita anggap sebagai representasi kedaulatan umat Islam. Menurut saya, ini cukup untuk mempertimbangkan kembali usaha-usaha beberapa pihak untuk menyandingkan bahkan menyatukan Ahli Sunnah dengan Syiah.

Sumber: LPPI Makassar

Aparat Syiah Irak Larang Ahlussunnah Shalat Jumat

Tentara Irak memblokir akses jama’ah untuk sampai ke masjid Abu Hanifah An-Nu’man di kota Adhamiyah, tengah Baghdad, untuk melaksanakan shalat Jumat.

Koresponden Anatolia mengatakan bahwa pasukan keamanan Irak pintu masuk ke kota Adhamiyah dengan maksud mencegah masuknya para jama’ah shalat Jumat ke masjid tersebut, di mana tempat itu merupakan markas bagi Ahlussunnah di Irak.

Di samping itu, Syaikh masjid itu mengumumkan dengan pengeras suara bahwa shalat Jumat dibatalkan setelah pasukan keamanan mengahalangi jama’ah untuk sampai ke masjid. Beliau mengatkan bahwa sikap ini adalah sikap sektarian yang menghalangi Ahlussunnah untuk melakukan shalat Jumat.

Di sisi lain dalam koridor unjuk rasa, ratusan ribu warga Irak telah berkumpul di Ramadi, Mosul, Kirkuk, Samarra, Fallujah dan daerah – daerah lain utuk melaksanakan shalat Jumat serempak dan menuntut lengsernya pemerintahan karena tidak memenuhi permintaan demonstran untuk membebaskan para tahanan dan mengehntikan politik sektarian.

Rahasia di balik Keislaman Politisi Belanda Anti-Islam Arnoud Van Dorn

Mantan Politisi Partai Kebebasan Belanda yang anti-Islam, Arnoud Van Dorn, memastikan dan menguatkan kabar Keislamannya  setelah media elektronik dan sosial meragukan ia masuk Islam.
Dia menulis di akun twitter nya kalimat syahadat dengan bahasa Arab untuk menegaskan bahwa ia benar – benar  telah memeluk Islam.

Arnoud bekerja selama 47 tahun di parlemen Belanda dan dewan kota dari Den Haag yang mewakili partai Kebasan, yang dipimpin oleh Geert Wilders yang sangat anti terhadap Islam.

Penyataan Van Dorn di statusnya mendatangkan banyak komentar dan dialog yang meragukan pengakuannya masuk Islam dan membandingkan sikap permusuhanya terhadap Islam.
Arnaoud menguatkan berita tersebut bahwa ia telah memeluk agama Islam dan membuat orang – orang kaget akan sikapnya karena orang – orang tersebut mengetahui tentang permusuhannya yang terang – terangan terhadap Islam dan ummat Islam.

“Siapa yang benar – benar mengenalku pasti tahu bahwa saya semenjak setahun lebih membaca dan memperdalam Islam melalui buku – buku dan dialog. Tapi yang membuat mereka terkejut adalah keputusanku, maka mereka berusaha untuk membuat keraguan” tutur Arnoud.

Perlu kita ketahui sebab dari pernyataannya masuk Islam. Ia bukan sekedar mendengar dan menukil perkataan orang dalam masalah Islam. Dia memiliki rekan yang muslim di dewan kota Den Haag. Setelah lama berduskusi dengannya, maka muslim itu mengarahkan ia ke masjid As-Sunnah Den Haag, di mana Van Dorn mendapati mereka sangat baik dan lembut.

“Semua orang memiliki kesalahan dalam hidupnya. Namun demikian, saya menganggap semua pengalaman dalam hidup punya tujuan. Dan pengalamanku dalam partai kebebasan mungkin memberikan kontribusi dalam pilihanku yang baru ini” ungkap Dorn.

Upaya Partai Kebasan Belanda Menekan Muslim Akibat Islamnya Van Dorn
Tentang pernyataannya di twitter, ada yang mendukung, meragukan, menolak bahkan menganggap Arnoud Van Dorn sebagai pengkhianat. Ia pun mengomentari sikap – sikap seperti ini “Untuk yang mendukung, menolak dan meragukan, saya bilang kepada mereka: Ini adalah pilihan pribadi, saya tidak mau ada jadi pertempuran media” tegas Arnoud.

Setalah peristiwa Islamnya Van Dorn di masjid As-Sunnah, yang didominasi oleh oknum gerakan Salafi, Partai Kebbasan pun berupaya menutup masjid itu dan menuduh mantan imam masjid itu, Fawaz Junaid, memusuhi nilai – nilai Belanda serta mengusirnya dari Belanda.

Dalam sebuah pembicaraan, Syaikh Abu Ismail, salah seorang penasehat Islam di Den Haag, mengatakan bahwa masjid As-Sunnah terbuka 24 jam untuk Van Dorn dan lainnya. Syaikh mengungkapkan bahwa Van Dorn mengucapkan dua klimat syahdat di masjid dan mengambil sikap itu setalah diskusi panjang tentang Islam.

Sumber : VOA-ISLAM

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

IBADAH

Lihat Artikel Lainnya»

PEMIKIRAN

Lihat Artikel Lainnya»
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AL-IKHWAN17 - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger