Headlines News :
Home » , » Hari Raya Neroz

Hari Raya Neroz

Diposkan Oleh Muhammad Zaki on Selasa, 12 Maret 2013 | 00.53

Oleh: Mamduh Farhan al-Buhairi

"Kami mengucapkan selamat kepada Syiah, atas ucapan selamat Hari Raya Neroz dari Obama yang Nasrani, dan dari Perez yang Yahudi”

Kaum muslimin di setiap belahan dunia kiranya dapat menyaksikan berita tentang ucapan selamat hari raya Neroz  dari presiden Amerika, Barack Obama dan PM Israel, Simon Perez kepada penganut Syiah di Iran, sebagaimana dilansir oleh sebagian besar kantor berita dunia. Maka hari raya apakah sesungguhnya Neroz itu yang telah membuat orang Yahudi dan Nasrani tersebut merasa perlu untuk segera mengucapkan selamat kepada orang-orang Syiah ketika hari itu tiba? Artikel ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tersebut, apakah hakikat hari raya Neroz yang dirayakan oleh orang-orang Syiah di setiap tempat tersebut.

Neroz merupakan salah satu hari besar Persia. Kata Neroz sendiri secara etimologi merupakan bahasa Persia, diucapkan juga dengan kata Nuruz, berarti haru baru. Neroz merupakan awal tahun baru Persia. Hari raya Neroz sendiri merupakan salah satu hari raya terbesar Persia. Konon yang pertama sekali menjadikannya sebagai hari raya bagi bangsa Persia ialah Jamsyid salah seorang Raja/ Kisra Persia. Neroz merupakan hari pertama penanggalan Persia. Bangsa Persia berkeyakinan bahwa menusia dilahirkan pada hari Raya Neroz yang bertepatan dengan 21 Maret setiap tahun. Keyakinan ini berasal dari ajaran agama Zoroaster, salah satu agama kuno yang menjadi unsure penting dalam membangun peradaban Persia (Iran).
 
Hari raya Neroz adalah hari raya Majusi Persia milik Iran, dan sebagian suku tunduk pada kekaisaran Persia. Di antara suku tersebut ialah sebagian suku-suku Afghanistan penganut Syiah, sebagian suku Kurdi, dan sebagian suku di Asia Tengah.
           
Peringatan hari raya tersebut telah dimulai sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu, dan selalu menjadi prioritas utama bagi orang-orang Iran. Bahkan, begitu besarnya perhatian mereka terhadap hari raya ini, mereka mendaftarkan perayaan ini di UNESCO sebagai kebudayaan dunia pada tahun 2009.
 
Ritual Neroz bersumber pada peradaban Zoroaster dan pertarungan abadi antara kebaikan dan kejahatan. Setelah Islam datang dan menaklukkan Persia empat belas abad yang lalu, perayaan ini pun bermetamorfosis sehingga selaras dengan ajaran Islam. Demikian menurut mereka.
 
Pada hari Neroz, orang-orang Persia mengenang kembali sejarah para kaisar dan kekaisaran Persia yang pernah menjadi imperial terkuat di dunia, serta upaya mengembalikan kejayaan masa lampau mereka dengan semangat Persia, kemudian dengan semangat Syiah untuk membangun kembali Imperium Persia raya.

Kembalinya Imperium Persia adalah mimpi orang-orang Persia yang menurut mereka bakal terwujud dengan bermain mata dan bersekongkol dengan Amerika dengan imbalan kemudahan bagi mereka untuk masuk ke Afghanistan dan Irak. Sesungguhnya kekaisaran Persia sedang berusaha keras menggapai mimpi mereka ini siang dan malam. Irak sudah mereka genggam , di Libanon mereka beraliansi dengan Hizbullah, sedangkan di Suriah dengan para loyalis Nushairiyah yang memerintah Suriah (dan mereka adalah Syiah kebatinan, sepupu Syiah Itsna Asyariyah). Di samping aliansi-aliansi tersbeut, mereka juga melakukan kontak dengan partai-partai, yayasan-yayasan dan organisasi-organisasi di negara tetangga.

Mimpi Persia ini membentang di timur hingga ke perbatasan India, Indonesia dan China. Sementara di barat membentang hingga perbatasan laut tengah. Mimpi ini semain menggelora saat perayaan-perayaan Nairuz Majusi dan Hari Tuhan sebagaimana yang diterangkan oleh pemerhati Syiah di Iran.

Hari raya Neroz tampaknya lebih utama bagi orang-orang Syiah Iran daripada dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha. Faktanya libur Neroz lebih panjang dari pada masa libur kedua hari raya Islam tersebut. Hari raya neroz dilaksanakan hingga 13 hari berturut-turut. Sementara dua hari raya Idul Fitri dan Idul Adha hanya sehari atau dua hari saja. Jika seorang Syiah di Iran ditanya tentang hari yang paling berkesan dan paling ditunggu, dia tidak akan ragu-ragu menjawab, “Hari kedua puluh satu bulan Maret.” Yaitu hari pertama Neroz. Padahal hari raya ini berasal dari mitos kuno Majusi. Akan tetapi secara konsisten terus dilaksanakan dan diberikan prioritas yang begitu besar sehingga hari raya ini tetap lestari bahkan mengalahkan hari raya-hari raya lainnya.

Pada hari ke-21 bulan maret, malamnya seperti siang. Hari itu di setiap tahunnya menandakan datangnya musim semi. Mereka menyambut musim semi dan tahun baru mereka itu dengan beberapa ritual. Dimulai dengan gerakan memperbaharui rumah yang dalam bahasa Persia disebut dengan nama Khaanah Takaani, setiap keluarga memperbaiki dan menata ulang tempat tinggal mereka, membuang barang-barang yang sudah using. Kemudian mencuci karpet, tirai atau menggantinya. Mengecat tembok dengan warna baru, biasanya dipilih turunan warna hijau yang selaras dengan menghijaunya bumi di musim semi.

Perayaan Neroz mengandung ritual-ritual yang aneh, satu keluarga akan menghabiskan beberapa menit pertama malam tahun baru di sekililing meja makan khusus yang disebut dengan Haftu Siin (ketujuh huruf sin). Terdapat tujuh macam menu yang masing-masing namanya dimulai dengan huruf sin. Sejarah haftu siin ini berasal dari tradisi Persia pra Islam (Zoroaster), yang mana masing-masing menu yang tujuh tersebut merupakan simbol tujuh makhluk dan tujuh orang kekal lagi suci yang melindunginya.
           
Dalam buku sejarah Persia disebutkan bahwa sebelum orang-orang Iran memeluk Islam, hidangan tersbut disebut hatfu Syiin yang terdiri atas tujuh menu yang diawali dengan huruf Syiin yang masing-masing mengandung khamr (dengan bahasa Persia diwalai dengan huruf Syiin). Kemudia dirubah menjadi hatfu siin agar sesuai –sebagaimana klaim mereka- dengan ajaran Islam yang mengharamkan khamr. Hidangan Hatfu Siin ini antara lain terdiri atas; Sabzy (sayuran), Siib (Apel), Sandaj (kurma), Sir (bawang), Sakkah (sepotong koin logam), Sirkah (cuka), dan Samnu (gandum). Hidangan ini harus (sebagaimana pendapat mereka) disajikan dengan peralatan makan yang mengandung warna putih-putih untuk simbol kesuburan, piring emas sebagai simbol  samudra dunia, lilin dengan cermin terbalik untuk menunjukkan api abadi yang dikultuskan dalam agama Majusi.

Pada hari ketiga belas (2 April) yang disebut “Sizda Badar”, mayoritas, jika tidak semuanya, rumah-rumah di Iran kosong ditinggal penghuninya. Mereka sangat yakin bahwa hari ketiga belas dari tahun baru Iran akan mendatangkan nasib buruk, barang siapa yang tetap tinggal di rumah sepanjang hari itu maka musibah atau bencana akan menimpanya pada tahun tersebut. Sudah menjadi tradisi sejak zaman dahulu, seluruh anggota keluarga pada hari itu menghabiskan waktunya di luar rumah, di tempat-tempat wisata, taman-taman umun, hingga sore. Hal ini pun menyebabkan kemacetan terparah pada tahun itu.

Pihak kepolisian Iran mengerahkan armada patrolinya secara maksimal untuk menjaga rumah yang ditinggal penghuninya tersebut dan diberlakukan sebagai kondisi darurat. Dinstruksikan kepada publik akan larangan melintas bagi truk dan pick-up yang membawa perabotan rumah tangga. Warga yang berniat pindah rumah pada hari itu wajib melapor kepada pihak kepolisian supaya tidak dituduh melakukan pencurian.

Ritual lainnya, seluruh keluarga di Iran membeli ikan-ikan hias beraneka warna , lalu dimasukkan ke dalam gelas kaca dan ditaruh di beranda rumah atau di dekat jendela sebelah karangan bunga. Mereka menjaga dan merawat ikan-ikan tersebut sedimikian rupa hingga hari raya Neroz berakhir. Jika ikan tersebut mati sebelum hari raya Neroz berakhir, itu adalah sebuah pertanda jelek. Jika tetap hidup, maka itu pertanda baik, juga menandakan bahwa keluarga tersebut tidak akan kehilangan sesuatu yang berharga di tahun ini.

Untuk mengusir nasib buruk dan menjaga nasib baik tahun ini, orang-orang Iran melemparkan sisa karangan bunga atau biji-bijian gandum ke rumput-rumput hijau, lapangan hijau, dan air yang mengalir.

Untuk kesempurnaan ritual Neroz orang-orang Iran juga melaksanakan ajaran-ajaran yang terkait dengan mitos tahun baru Persia yang telah memasyarakat di kalangan mereka. meskipun tidak sepenuhnya meyakini tetapi mereka sangat erat dengan ritual-ritual tersebut, yang antara lain ialah:

1.      Tidak mencuci pakaian pada lima hari pertama hari raya Neroz, karena udara dan air pada hari-hari itu akan membantuk dan menyobeknya dengan cepat. Dalam lima hari tersebut harus mengenakan pakaian baru yang be,um pernah dicuci sebelumnya.
2.      Tidak menunjukkan kekesalan atau persaan marah apapun pada hari raya Neroz, demi menjaga agar tahun baru jauh dari ketegangan.
3.      Ibtu rumah tangga, pada malam hari raya itu berupaya untuk tidak meecahkan perabot pecah belah di rumah,. Jika hal itu terjadi, maka pecahan tersebut harus cepat-cepat di buang keluar rumah, karena hal itu akan mendatangkan kesialan.
4.      Tidak mengenakan pakaian lama pada hari raya Neroz, karena hal tersebut akan hanya mengundang kekafiran dan kemelaratan bagi mereka.
5.      Sebelum Neroz tiba, seluruh obat-obatan di rumah harus dibuang jauh-jauh, karena keberadaannya akan mendatangkan penyakit pada tahun tersebut.

Para pemuda merayakan hari raya Neroz dengan menyalakan api, lalu melompat melewatinya. Bermain api pada hari raya Neroz merupakan ritual warisan zaman pra Islam.
Ritual hari Neroz tersebut dimulai sehari sebelumnya, dan terus berlangsung hingga tiga belas hari. Sebelum datangnya tahun baru, orang-orang Iran menghidupkan festival Zoroaster yang berisi pergelaran music Persia, yang menyalaakn api menjelang senja di puncak-puncak bukit, (dataran tinggi), yang melambangkan cahaya dan kecerahan. Orang-orang pun melintasi api-api yang yang dinyalakan supaya terhindaar dari penyakit. Selain di puncak-puncak bukit juga ritual ini juga dilakukan di pekotaan. Ini merupakan pengkultusan dan pengagungan terhadap api yang berasal; dari kepercayaan Majusi.
Ritual yang masih bertahan di pedesaan, para pemuda lajang berdiri dim malam Neroz di bawah kegelapan untuk meletakkan hadiah spesial di depan rumah gadis pujaan yang ingin mereka nikahi. Lalu pagi hari pertama hari raya Neroz mereka akan melihat hasilnya, jika dia tidak lagi menemukan hadiahnya itu, maka dia pun berbahagia bersuka cita. Artinya impiannya untuk menikahi wanita idamannya itu akan terwujud pada tahun ini. Sebaliknya jika hadiah tersebut masih berada pada tempatnya, maka dia kembali dengan tangan hampa.
Orang-orang syiah telah membuat riwayat dusta tentang Khalifah ar-Rasyid ‘Ali bin Abi Thalib dan sebagian Imam Ahli Bait demi melegitimasi hari raya majusi ini. Ibnu Babawaih al-Qummiy dengan penuh kebohongan dalam kitabnya Man La Yahdhuruhu al Faqhi (III/300) menuliskan, ‘diberikanlah kepada Ali alaihi assalam, sebuah hadiah Neroz, lalu beliau alaihi assalam berkata, ‘apa ini’? mereka menjawab, ‘wahai Amirul Mukminin, hari ini adalah hari raya Neroz’ Maka ia berkata, “jadikanlah bagi kami setiap hari sebagai hari Neroz”.
Disebutkan, dalam al Wasail as Syiah, (III/335) kita akan menemukan satu bab dengan judul “Bab disunnahkannya mandi pada hari raya Neroz” pada bab tersebut disebutkan sebuah riwayat, berkata as-Shadiq ‘alaihi assalam, “Jika pada hari raya Neroz, maka mandilah, dan pakailah pakaianmu yang terbersih”.
Dan disebutkan dalam kitab Mushbahul Mujtahid (hal. 591) di bawah bab “ disunnahkannya mandi pada hari raya Neroz, mandi, puasa, dan m engenakan pakaian yang paling bersih, memakai minyak wangi dan mengagungkan, serta menuangkan air pada hari neroz”. Kita menemukan riwayat ini: “dari as-Shadiq ‘alaihi assalam, tentang hari raya Neroz ia berkata, “jika pad hari Neroz, maka mandilah, dan pakailah pakaianmu yang bersih, pakailah minyak wangimu yang paliung wangi. Dan jadilah kamu pada hari itu dalam keadaan berpuasa. Jika engkau shalat shubuh, Zhuhur dan Ashar, maka shalatlah setelahnya empat rakaat, bacalah setiap rakaat pertama al-Fatihah, dan sepulu kali Inna Anzalnahu fi lailatilqadr, dan setiap rakaat kedua al-Fatihah dan sepulu kali Qul yaa ayyuhl Kafirun, dan setiap rakaat ketiga bacalah al-fatihah dan sepulu kali Qul Huwallahu Ahad, dan pada setiap rakaan keempat bacalah al-Fatihah dan sepulu kali al-Miawwidzatain. Setelah selesai dari rakaat-rakaat tersebut sujud syukurlah satu kali, dan berdoalah di dalamnya. Maka akan diampuni dosamu selama lima puluh tahun..”
Bahwa disunatkan berpuasa pada hari Neroz juga disebutkan dalam juz ketiga belas kitab sal-Hada’iq halaman 380, dari as_shadiq ‘alaihi asssalam, dia bekata, “ada pada hari Neroz maka mandilah, dan pakailah minyak wangi yang paling wangi, dan jadilah kamu pada hari itu dalam keadaan berpuasa…”
Demikianlah keutamaan hari Neroz menurut mereka, padahal ini adalah hari raya orang- orang Majusi pra Islam. Pada hari itu mereka menikahi mahram-mahram merewka dengan penuh kebanggaan. Selain itu orang- orang Syiah berkeyakinan bahwa khalifah ‘Utsman terbunuh pada hari Neroz. Dalam kitab, “Raudhatul Muttaqin” (VII/349) disebutkan, “dan adalah padanya [hari Neroz ini] terbunuhnya ‘Ustman yang terlaknat” wana’udzu billahi min hadzal al qaul.
Patut diketahui, bahwa Kristen Koptik mesir juga ikut bersama mereka meyakan hari raya Neroz, mereka juga menjadikannya sebagai awal tahun penanggalan mereka. di mesir dikenal dengan nama hari raya. Di mesir dikenal dengan nama hari raya Syumm an- Nadzim.

Ambiguitas sikap syiah: Hari raya Neroz Majusi Majusi atau cinta kepada Ahlu Bait?
Pertanyaan ini saya kemukakan karena jawabnnya memiliki memiliki tautan yang penting, dan sensitive. Hal mana yang memperlihatkan betapa slogan-slogan datang orang  Persia tentang kesyiasaan (loyalitas) smereka kepada Ahlu bait, hanyalah sebatas propaganda. Secara kebetulan pada Tahun 2002 M hari raya Heroz bertepatan dengan peringatan Ar Nainah al-Husain. Mereka dihapadkan pada Situasi dilematis, melaksanakan peringatan Arba’iniyah al-Husain, atau merayakan hari raya Neroz? Ternyata mereka memilih merayakan hari raya Neroz dan meninggalkan Arba’iniyah al-Husain. Mereka pun lebih memprioritaskan suka cita hari raya Neroz, merka pun berdansa dan menari, meninggalkan peringatan Arba’iniyah al-Husain yang dulunya sebelumnya mereka publikasikan secara luar biasa. Maka hari-hari itu berubah dari hari-hari yang penuh kesedihan (ratapan atas kematian al-husain) sebagaimana ritual tahunan mereka, menjadi hari bahagia, Neroz yang penuh dengan kesenangan dan kegembiraan.
 Pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, kemudian meminta supaya Neroz dirayakan dengasn cara yang sesuai dengan kewajiban memuliakan dam menghormati Imam al-Husain. Tetapi anehnya, pemerintahan Iran, saat itu tidak melarang orang-orang Iran untuk bersuka ria merayakan hari raya Neroz yang bertepatan dengan hari Arba’niyah al-Husain Radiallahu ‘Anhu.
Saat itu hari raya Neroz bahkan telah menjadi alat propaganda politik. Presiden Iranmahmud Ahmadinejad,. Pada tahun ini membuka perayaan Neroz sedunia II yang dihadiri oleh sejumlah presiden, menteri Luar negeri dan perwakilan beberapa negara yang diundang. Di antara mereka terdapat orang-orang yang merayakan Neroz uga, seperti Presiden Irak Jalal at-Thalibani, dan HAmid Krazai dari afganistan.

Antara Iedul Fitri, Iedul Adha, dan Neroz

Irak mengaku sebagai negara republik Islam, persoalannya ialah jika memang demikian megnapa mwereka menghidupkan hari raya Majusi, Neroz, dan menjadikannya sebagai hari raya sebagai hari besar nasional? Padahal merayakan hari raya Neroz merupakan pelestarian tradisi paganisme. Neroz termauk hari-hari raya jahiliyah yang telah dihapus oleh Islam, dan diganti dengan yang lebih baik, yaitu hari Raya Iedul Fitri dan Iedul Adha.
Ini termasuk fakta yang menegaskan bahwa mereka tidak terlepas dari kefanatikan mereka terhadap kultur asli mereka, bangsa Persia, betappaun mereka melakukan propaganda bahwa mereka adalah Ahlul islam yang benar dan sebenarnya, bahwa mereka adalah pengikut al-Qur’an dan para Imam Ahlul Bait Nabi yang Muslim! Dalam perayaan Neroz yang memakan waktu yang cukup lama orang-orang syiah di Iran meliburkan sekolah-sekolah, Universita-universitas, dan kantor-kantor pemerintahan. Sebaliknya mereka justru melarang Ahlu Sunnah menonjolkan perayaan Hari raya Iedul Fitri dan Iedul Adha. Sekolah-sekolah, serta kantor pemerintahan tidak libur kecuali satu hari…!
Demikian hari raya Neroz, yang kami mengucapkan selamat kepaa Syiah atas ucapan selamat dari Obama yang nasrani, dan peres yang Yahudi bagi mereka pada acara ini. Inilah wajah Iran yang sebenarnya. Yang kerap kita anggap sebagai representasi kedaulatan umat Islam. Menurut saya, ini cukup untuk mempertimbangkan kembali usaha-usaha beberapa pihak untuk menyandingkan bahkan menyatukan Ahli Sunnah dengan Syiah.

Sumber: LPPI Makassar
Bagikan Artikel Ini :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TRANSLATE THIS BLOG

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. AL-IKHWAN17 - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger